JUKUNG SUDUR: JUKUNG TERTUA WARISAN SUKU BANJAR
Jukung Sudur adalah perahu tradisional Suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diyakini sebagai prototipe tertua dari semua jenis jukung, sudah digunakan sejak 2500 tahun yang lalu. Jukung ini dibuat dari satu batang kayu utuh yang dipahat cekung memanjang layaknya lesung yang sangat besar.
Ditemukan terpendam dalam lumpur di tepi Sungai Tarasi, Desa Kaludan Besar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 1994 M. Jukung Sudur ini diperkirakan dibuat pada abad ke-15 M, bahan dari batang pohon tunggal yang dipahat cekung memanjang. Panjangnya kurang lebih 17 m, sedangkan ukuran biasa panjangnya hanya sekitar 3 sampai 5 m. Dilihat dari ukurannya yang sangat panjang, diduga jukung ini dahulu digunakan sebagai sarana pengangkutan barang.
Bayangkan 600 tahun yang lalu, jukung sepanjang ini meluncur di atas sungai Kalimantan. Membawa barang, mungkin juga orang. Sungai adalah jalan raya masa itu. Tidak ada aspal, tidak ada tol. Semua urusan hidup bertumpu pada aliran sungai.
Untunglah Museum Lambung Mangkurat memajangnya. Jika tidak, mungkin hanya tinggal cerita. Atau lebih parah, jadi kayu bakar. Kini siapa saja bisa datang melihatnya, mengagumi keterampilan leluhur, dan merenungkan betapa kuatnya hubungan orang Banjar dengan sungai. Sungai adalah jalan, sungai adalah hidup, dan Jukung Sudur adalah saksi bisunya.
