TUAN GURU HAJI AHMAD BAKRI, PENDIRI PONDOK PESANTREN AL MURSYIDUL AMIN
Tuan Guru H. Ahmad Bakri atau yang biasa disapa Guru Bakri merupakan sosok ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan. Dilahirkan pada 20 Agustus 1958 M di Desa Manarap Bitin, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Beliau adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan H. Imanuddin dan Hj. Sapura.
Sejak kecil, Guru Bakri sudah terbiasa hidup dengan sederhana karena ekonomi kedua orangtuanya pas-pasan tidak seperti orang kebanyakan, namun beliau tidak berkecil hati.
Guru Bakri dikenal memiliki kepribadian yang jujur, cerdas, rajin, dan cekatan sehingga beliau selalu mendapatkan peringkat kelas. Beliau memulai pendidikannya di Madrasah Shalatiyah hingga lulus Tsanawiyah, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Setelah lulus dari Pondok Pesantren Darussalam, beliau kemudian mengajar di salah satu madrasah di Handil Amuntai Gambut. Setelah itu pada tahun 1985 M, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin.
Selama sekolah, Guru Bakri belajar kepada beberapa ulama terkenal pada masa itu seperti Tuan Guru H. Muhammad Ramli, Tuan Guru H. Muhammad Arsyad, Tuan Guru H. Mansunia, Tuan Guru H. Amir Haji, dan Tuan Guru H. Darsi. Selain itu, beliau juga belajar secara non formal kepada Tuan Guru H. Asmuni (Guru Danau) serta belajar ilmu nahwu dan sharaf kepada Tuan Guru H. Zainuddin. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama terkemuka lainnya seperti Abah Guru Sekumpul, Tuan Guru H. Ruyani, Tuan Guru H. Syukri Unus, Tuan Guru H. Ahmad Zarkasyi, dan Tuan Guru H. Ahmad Amin.
Guru Bakri terkenal berpegang teguh kepada semboyan hidup, kata beliau: Bacaramin kitab, batungkat pinsil.
Semboyan ini membuat beliau memiliki semangat yang menyala-nyala sehingga sepanjang hidupnya tidak pernah sedikit pun digunakan untuk hal yang sia-sia.
Sebagai seorang pendakwah, Guru Bakri sering mengisi pengajian di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan bahkan sampai ke luar Kalimantan. Selain itu, beliau juga aktif berorganisasi melalui partai politik dan juga pernah menjadi Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin (BPMRSM) Banjarmasin tahun 2004-2008 M.
Tuan Guru H. Ahmad Bakri berpulang ke rahmatullah pada hari Jum'at tanggal 1 Februari 2013 M bertepatan dengan 20 Rabi'ul Awwal 1434 H dalam usia kurang lebih 55 tahun, beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Ulin Banjarmasin. Jenazah beliau kemudian dimakamkan di Komplek Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin, Jalan Beringin RT. 02/RW. 01, Desa Makmur, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
..........................................................................................................
@copyrightcatatanedwanansari
CatatanEdwanAnsari
2026
di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I
