Minggu, Oktober 18, 2026

KARAS HATI URANG BANJAR MELAWAN PENJAJAH

 KARAS HATI URANG BANJAR MELAWAN PENJAJAH

Jika di daerah lain masih banyak peninggalan perang yang dapat dikunjungi, maka di Banua Banjar hampir tidak ada lagi. Sisa peninggalan Perang Banjar banyak yang dibiarkan sehancur-hancurnya bahkan istana sultan sendiri.
Perjuangan orang Banjar dalam melawan Belanda yang sudah sampai titik darah penghabisan berbuah kebencian yang sangat panjang. Semangat yang membara ini menyebabkan banyak peninggalan masa perang yang hancur dan dibiarkan begitu saja. Pejuang dan rakyat Banjar seolah tidak mau lagi melihat adanya bekas peninggalan penjajah.
Benteng Oranje Nassau di Pengaron, Benteng Tabanio di Tanah Laut, Benteng Tundakan di Balangan, dan sebagainya dibiarkan hancur begitu saja. Bahkan Benteng Tatas di Banjarmasin yang sangat dominan juga hancur, begitu juga dengan Monumen Perang Banjar yang dibangun Belanda dan diperkirakan terletak dekat Benteng Tatas juga hilang. Menurut sebagian sejarawan, Benteng Tatas dan bangunannya dihancurkan Belanda agar tidak digunakan oleh Jepang.
Di antara pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah bahwa para leluhur kita, baik dari kalangan bangsawan, ulama, tokoh masyarakat, maupun rakyat biasa pada umumnya, mereka semua adalah pejuang yang memiliki militansi dan keberanian yang tinggi dalam membela negerinya. Mereka rela mengorbankan segalanya termasuk nyawanya demi kehormatan agama dan bangsanya.