MERIAM PENINGGALAN KESULTANAN BANJAR ZAMAN SULTAN SA'IDILLAH
• Meriam yang terletak di depan halaman Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar ini ditemukan oleh para pekerja bangunan saat penggalian fondasi pembangunan Pasar Batuah Martapura pada tahun 2004 M.
• Meriam ini merupakan senjata api tradisional untuk menyerang, bisa juga berfungsi sebagai senjata pertahanan. Selain itu, meriam ini bisa juga digunakan pada saat momen-momen tertentu seperti penobatan sultan, menerima tamu kehormatan, dan penanda waktu berbuka puasa selama bulan Ramadhan.
• Bahan meriam terbuat dari besi, tidak ada inskripsi dan meriam dibuat polos tanpa ornamen. Meriam ini memiliki panjang 290 cm dengan kaliber lubang peluru 11 cm, ukuran ujung meriam berdiameter 23 cm, bagian tengahnya berdiameter 29 cm, dan ukuran diameter pangkal 39 cm.
• Meriam ini merupakan peninggalan Kesultanan Banjar era pemerintahan Sultan Sa'idillah bin Sultan Inayatullah, Raja Kesultanan Banjar Ke-6 yang memerintah tahun 1637 - 1660 M.
• Penempatan senjata meriam demikian cenderung berpindah-pindah, namun biasanya tidak jauh dari pusat ibu kota kerajaan.
