CANDI LARAS: SITUS PENINGGALAN HINDU-BUDDHA DI KALIMANTAN SELATAN
Candi Laras adalah situs candi Hindu-Buddha berukuran kecil yang terletak di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupeten Tapin, Kalimantan Selatan. Daerah tempat berdirinya Candi Laras oleh masyarakat sekitar dinamakan Tanah Tinggi. Pada situs candi ditemukan potongan-potongan Arca Batara Guru memegang cupu, Lembu Nandini, dan Lingga. Semuanya disimpan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Letak candi tidak berada pada lokasi yang strategis, sehingga diperkirakan candi tersebut didirikan untuk maksud-maksud tertentu dan diperkirakan merupakan candi kerajaan. Di dalam daerah yang berdekatan dengan candi, yaitu daerah aliran Sungai Amas, ditemukan pula sebuah Arca Buddha Dipankara dan potongan batu yang bertuliskan aksara Pallawa yang berkaitan dengan agama Buddha.
Arca tersebut berbunyi siddha, selengkapnya seharusnya berbunyi jaya siddha yatra yang berarti perjalanan ziarah yang mendapat berkah. Kalimat tersebut mengingatkan pada baris kesepuluh Prasasti Kedukan Bukit peninggalan Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 M yang berbunyi sriwijaya jaya siddha yatra subhiksa. Kemiripan kalimat kedua prasasti mungkin menunjukkan adanya hubungan antara Kerajaan Sriwijaya dengan Tapin.
Situs purbakala Candi Laras diperkirakan dibangun pada tahun 1300 M oleh Jimutawahana, keturunan Dapunta Hyang dari Kerajaan Sriwijaya. Jimutawahana inilah yang diperkirakan sebagai nenek moyang sebagian besar warga Tapin.
Koleksi Museum Lambung Mangkurat:
1. Sisa patung Nandi.
2. Replika Nandi.
3. Replika Syiwa sebagai Batara.
4. Pecahan patung Batara Guru.
5. Alas patung.
6. Patahan Lingga.
7. Replika Lingga Yoni.