RIWAYAT SINGKAT DATU MANGUN KARSA, SALAH SATU PATIH KESULTANAN BANJAR
Datu Mangun Karsa dilahirkan di Jawa Tengah pada tahun 1755 M, beliau mempunyai nama asli Pangeran Abdullah bin Khatib Ibrahim. Saat berusia kurang lebih 23 tahun, Datu Mangun Karsa datang ke Kesultanan Banjar untuk menuntut ilmu agama kepada Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan. Karena kecerdasannya, beliau diangkat oleh Sultan Tahmidillah Nata Alam menjadi Menteri Empat Kesultanan Banjar.
Kemudian pada tahun 1787 M saat berusia 32 tahun, Datu Mangun Karsa dinikahkan dengan Ratu Airmas binti Sultan Tahmidillah Nata Alam. Dari pernikahannya itu, beliau dikaruniai 12 orang anak, yaitu:
1. Hanifah/Nyai Peah.
2. Raden H. Muhammad Shalih.
3. Raden H. Nu'min.
4. Raden H. Hamim.
5. Nyai Aluh.
6. Raden H. Abdul Kadir.
7. Raden H. Abdul Jalil.
8. Incil.
9. Raden H. Abdurrahman.
10. Raden H. Musthafa.
11. Adun.
12. Raden H. Sai'ulillah.
Pada tahun 1804 M, anak Datu Mangun Karsa yang bernama Nyai Peah dinikahkan dengan salah satu murid beliau yaitu Sultan Adam Al Watsiq Billah, melahirkan Ratu Jenar pada tahun 1805 M.
Pada tahun 1825 M saat berusia 70 tahun, Datu Mangun Karsa diangkat menjadi Patih Kesultanan Banjar. Beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun 1848 M dalam usia 93 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu, Martapura, Kalimantan Selatan.
Silsilah nasab:
1. Pangeran Abdullah/Datu Mangun Karsa bin
2. Khatib Ibrahim/Raden Sosrodirjo bin
3. Raden Sosronegoro bin
4. Raden Sulaiman bin
5. Raden Abu Bakar bin
6. Raden Ahmad Tajuddin/Raden Dipanagara bin
7. Raden Abdurrahman/Dalem Sawidak/Raden Anggadipa.
Sumber: Syarif Hidayatullah, keturunan Datu Mangun Karsa.
