HAJI ABDURRAHMAN ALI BIN HAJI MUHAMMAD ALI BADRUN
HAJI ABDURRAHMAN ALI BIN HAJI MUHAMMAD ALI BADRUN
Tuan Guru H. Abdurrahman Ali dilahirkan di Desa Padang Darat Kecamatan Amuntai Selatan pada hari Ahad tanggal 25 Syawwal 1328 H bertepatan dengan 30 Oktober 1910 M. Beliau merupakan anak pertama dari enam bersaudara, adapun saudara-saudara beliau yaitu H. Muhammad Efendi, H. Ishaq, Maryam, Sa'diah, dan Nursiah.
Tuan Guru H. Abdurrahman Ali dibesarkan di lingkungan keluarga yang taat bergama, ayahnya adalah seorang ulama, guru ngaji, dan tokoh masyarakat. Selain itu, ayahnya juga bekerja sebagai tukang jahit. Tuan Guru H. Abdurrahman Ali termasuk orang yang rajin menuntut ilmu agama, beliau belajar kepada banyak ulama. Untuk mendapat pengetahuan agama dari ulama yang memiliki otoritas, beliau tidak segan-segan meninggalkan kampung halamannya untuk belajar keluar daerah seperti Nagara, Kutai, bahkan Malaysia.
Pada tahun 1930 M saat berusia 20 tahun, Tuan Guru H. Abdurrahman Ali menikah dengan Hj. Intan binti H. Iman di Desa Kota Raja. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai tujuh orang anak, yaitu: Hj. Maisarah, Hj. Mariah, H. Anwar, Hj. Ainiah, Masriah, H. Ardiansyah, dan Suhaimi.
Tuan Guru H. Abdurrahman Ali dalam kesehariannya selain sebagai tuan guru yang aktif memberikan pengajian agama kepada masyarakat, beliau juga bekerja sebagai pedagang kitab di Pasar Amuntai. Aktivitas lainnya ialah aktif dalam keanggotaan Nahdlatul Ulama cabang Amuntai.
Tuan Guru H. Abdurrahman Ali memiliki dua karya tulis yaitu Risalah Rasam Parukunan dan Kitab Kifayatul Mubtadi'in. Risalah Rasam Parukunan selesai ditulis pada hari Sabtu tanggal 10 Muharram 1357 H bertepatan dengan 12 Maret 1938 M, diterbitkan oleh Al Maktabah Ar Rahmaniyah Amuntai. Adapun Kitab Kifayatul Mubtadi'in selesai ditulis pada hari Senin tanggal 9 Ramadhan 1374 H bertepatan dengan 2 Mei 1955 M, diterbitkan oleh Toko Buku Murni Banjarmasin atas biaya dari H. Ibrahim Zuhri Mahfuzh. Namun sebelum dicetak dan disebarluaskan, kitab ini terlebih dahulu ditelaah oleh Tuan Guru H. Ahmad Khatib.
Kedua karya Tuan Guru H. Abdurrahman Ali ini beredar luas di kalangan masyarakat Banjar dan menjadi rujukan bagi pemula dalam memahami ilmu Fiqih dan Tauhid. Karena menggunakan bahasa Melayu, keduanya dapat dipelajari dan dibaca oleh mereka yang tidak bisa berbahasa Arab atau membaca kitab kuning.
Tuan Guru H. Abdurrahman Ali berpulang ke rahmatullah pada hari Ahad tanggal 10 Rabi'ul Akhir 1385 H bertepatan dengan 8 Agustus 1965 M dalam usia 55 tahun. Jenazah beliau kemudian dimakamkan di Desa Kota Raja RT. 04, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
Al Fatihah...
