KETURUNAN LAMBUNG MANGKURAT
Jarang dibahas, ternyata Lambung Mangkurat memiliki istri dan anak yang kelak akan dikawini oleh Raja Nagara Dipa. Jadi, Lambung Mangkurat adalah mahapatih sekaligus mertua dari Raja Nagara Dipa.
Setelah Maharaja Suryanata secara gaib meninggalkan dunia yang fana, maka anaknya yang bernama Pangeran Surya Gangga Wangsa diangkat jadi raja di Nagara Dipa.
Upacara kerajaan yang mengangkat raja baru itu dipimpin oleh Mahapatih Lambung Mangkurat yang kemudian memegang jabatan sebagai mangkubumi. Pangeran Surya Gangga Wangsa didudukkan di istana.
Setelah beberapa tahun Pangeran Surya Gangga Wangsa menjadi raja, rasanya belum lengkap jika tidak mempunyai permaisuri. Hal itu sebelumnya sudah dipikirkan oleh Lambung Mangkurat.
Aria Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa memerintahkan pengawal keamanan bernama Singabana mencari gadis perawan yang cantik jelita ke sudut-sudut perkampungan untuk dijodohkan dengan Raja Surya Gangga Wangsa.
Ternyata di Kampung Tangga Ulin ada seorang gadis cantik yang jarang terlihat dan sangat dijaga, namanya Dayang Diparaja. Dia anak saudagar kaya raya di kampung itu. Ayahnya bernama Arya Malingkan sempat menolak karena takut anaknya dijadikan selir. Oleh karena itu, Lambung Mangkurat yang langsung datang menjemput Dayang Diparaja.
Niat awal Lambung Mangkurat adalah melamar Dayang Diparaja untuk Raja Surya Gangga Wangsa. Namun Maharaja Suryanata memberikan pesan di dalam mimpi kepada Raja Surya Gangga Wangsa bahwa dia akan menikah dengan anaknya Dayang Diparaja. Setelah berunding, maka Lambung Mangkurat lah yang pantas mengawini Dayang Diparaja.
Anak dari Lambung Mangkurat dan Dayang Diparaja diberi nama Putri Kuripan yang selanjutnya menikah dengan Raja Surya Gangga Wangsa. Mereka hidup rukun dan menurunkan Raja-Raja Nagara Dipa setelahnya.
Sumber: Hikayat Banjar.
@copyrightcatatanedwanansari
CatatanEdwanAnsari
2026
di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I