Minggu, Oktober 18, 2026

Makam Patih Mangun Karsa.

 Makam Patih Mangun Karsa.

Letak: Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Datu Mangun Karsa dilahirkan di Jawa Tengah pada tahun 1755 M, beliau mempunyai nama asli Pangeran Abdullah bin Khatib Ibrahim (Raden Sosrodirjo) bin Raden Sosronegoro bin Raden Sulaiman bin Raden Abu Bakar bin Raden Ahmad Tajuddin (Raden Dipanagara) bin Raden Abdurrahman (Dalem Sawidak/Raden Anggadipa).
Saat berusia kurang lebih 23 tahun, Datu Mangun Karsa datang ke Kesultanan Banjar untuk menuntut ilmu agama kepada Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan. Karena kecerdasannya, beliau diangkat oleh Sultan Tahmidillah Nata Alam menjadi Menteri Empat Kesultanan Banjar.
Kemudian pada tahun 1787 M saat berusia 32 tahun, Datu Mangun Karsa dinikahkan dengan Ratu Airmas binti Sultan Tahmidillah Nata Alam. Dari pernikahannya itu, beliau dikaruniai 12 orang anak, yaitu:
1. Hanifah/Nyai Peah, lahir pada tahun 1788 M, beliau adalah orang yang merawat Pangeran Muhammad Tambak Anyar sewaktu bayi setelah ditinggal wafat ibundanya yaitu Ratu Siti Fatimah.
2. Raden H. Muhammad Shalih.
3. Raden H. Nu'min.
4. Raden H. Hamim.
5. Nyai Aluh.
6. Raden H. Abdul Kadir.
7. Raden H. Abdul Jalil.
8. Incil.
9. Raden H. Abdurrahman.
10. Raden H. Musthafa.
11. Adun.
12. Raden H. Sai'ulillah.
Pada tahun 1804 M, anak Datu Mangun Karsa yang bernama Nyai Peah dinikahkan dengan salah satu murid beliau yaitu Sultan Adam Al Watsiq Billah, melahirkan Ratu Jenar pada tahun 1805 M.
Pada tahun 1821 M, Ratu Jenar kemudian dinikahkan dengan Pangeran Abdul Kadir bin Pangeran Kasir bin Sultan Sulaiman Rahmatullah. Dari pernikahannya itu, Ratu Jenar melahirkan sembilan orang anak, yaitu:
1. Pangeran Muhammad (Tambang Ulang, Tanah Laut).
2. Pangeran Arga Kusuma (Sungai Loban, Tanah Bumbu).
3. Pangeran Jamaluddin (Tambarangan, Tapin).
4. Ratu Ummi (Lampihong, Balangan), lahir pada tahun 1822 M, dinikahi oleh Sultan Hidayatullah pada tahun 1837 M, melahirkan Pangeran Muhammad Amin Balangan gelar Pangeran Sastra Kusuma.
5. Ratu Rubiah (Paringin, Balangan).
6. Ratu Nur (Miawa, Tapin).
7. Ratu Sari (Sungkai Lama).
8. Ratu Sena (Bawahan Selan, Mataraman).
9. Pangeran Tasin (Mangkalawat, Mataraman).
Pada tahun 1825 M saat berusia 70 tahun, Datu Mangun Karsa diangkat menjadi Patih Kesultanan Banjar. Beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun 1848 M dalam usia 93 tahun.
Sumber: Syarif Hidayatullah bin H. Abdullah bin H. Utsman bin H. Umar bin Raden H. Hamim bin Patih Mangun Karsa.