KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN
PKBM
DHIYAUL AMIN
Nama Lembaga : PKBM DHIYAUL AMIN
NPSN :
P9999385
Alamat : JL. Pamangkih
Desa
Pamangkih,
Kecamatan Labuan Amas Utara
DINAS
PENDIDIKAN
KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
TAHUN
2023
REKOMENDASI
KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN
HASIL
SUPERVISI DAN PENDAMPINGAN PENYUSUN KSP
Setelah memeriksa dokumen kurikulum yang disusun oleh: Satuan Pendidikan : PKBM Dhiyaul
Amin
Alamat : Jl. Pamangkih, Desa Pamangkih Kecamatan Labuan Amas Utara
Dengan menggunakan instrument validasi/telaah Kurikulum Merdeka, bersama
ini: Nama : HJ. MAUIZATIL HASANAH, S.Ag
Jabatan : Penilik Kesetaraan
Memberikan Rekomendasi Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) PKBM
DHIYAUL AMIN tersebut:
·
Dapat direkomendasikan tanpa
syarat
·
Dapat direkomedasikan dengan
syarat untuk perbaikan/penyempurnaan
· Belum dapat
direkomendasikan Dengan alasan :
·
Semua unsur Kurikulum Merdeka terpenuhi
dengan lengkap
·
Unsur Kurikulum Merdeka
terpenuhi kurang lengkap
·
Unsur Kurikulum Merdeka
tidak lengkap
Demikian pernyataan kami buat sebagai bahan pertimbangan/rekomendasi
ditetapkannya kurikulum PKBM Dhiyaul Amin
Hj. Mauizatil Hasanah, S.Ag
HALAMAN PENGESAHAN
Dokumen kurikulum
PKBM Dhiyaul Amin telah melalui
verifikasi/validasi dan dinyatakan sah untuk diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2023/2024
berdasarkan Surat Keputusan Kepala PKBM Dhiyaul Amin nomor : 03/PKBM DHIYAUL
AMIN/VII/2023
Pamangkih, Juli 2023
Kepala,
H. Salamat Riadi
Mengetahui,
a.n Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Pamangkih Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS
Dra. Hj. Meldawati, M.M
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas ijin-NYA
dengan berbagai usaha kami dapat menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan PKBM Dhiyaul Amin. Puji dan syukur kita
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas ijin-NYA dengan berbagai
usaha kami dapat menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan PKBM Dhiyaul Amin.kami
berharap semoga kurikulum inidapat menjadi bahan acuan dalam pembelajaran
Pendidikan Kesetaraan di PKBM Dhiyaul Amin.
Besar
harapan kami akan terlaksananya kurikulum ini guna memberikan layanan maksimal
bagi masyarakat akan pendidikan kesetaraan. Kami dengan senang
hati menirima saran serta masukan guna kesempurnaan kurikulum ini
Kepala,
H. Salamat Riadi
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................... 1
B. Karakteristik PKBM Dhiyaul Amin 2
BAB
II VISI, MISI,
TUJUAN......................................................................................... 6
BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN......................................................................................... 7
A.
Pengorganisasian Pembelajaran Mata Pelajaran Kelompok
Umum ..................
B. Pengorganisasian Pembelajaran
Program Pemberdayaan dan Program Ketrampilan
Berbasis Profil Pelajar
Pancasila 13
BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN....................................................................................... 17
A.
Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Satuan
Pendidikan 17
B. Rencana Pembelajaran Ruang Lingkup Kelas 21
BAB
V EVALUASI, PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL....................................................................................... 22
LAMPIRAN....................................................................................... 23
BAB I PENDAHULIUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kurikulum
merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan. Tujuan ini meliputi
tujuan pendidikan nasional,
tujuan pendidikan dasar dan tujuan yang disesuaikan dengan kekhasan,
kondisi dan potensi daerah serta
satuan pendidikan dan peserta didik, oleh sebab itu kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan,
memungkinkan penyesuaian program pendidikan
dengan kebutuhan dan potensi yang ada didaerah.
Kurikulum PKBM Dhiyaul Amin merupakan kurikulum operasional yang disusun dan
dilaksanakan oleh masing-masing komponen satuan pendidikan. Pengembangannya
harus berdasarkan satuan pendidikan, potensi daerah atau karakteristik daerah,
sosial budaya, masyarakat setempat dan peserta didik.
Dalam
rangka antisipasi strategi yang dikembangkan oleh Pemerintah (Kementerian
Pendidikan Nasional), maka kurikulum PKBM Dhiyaul Amin ini mengakomodasi dan
mengintegralkan pendidikan yang berwawasan kesetaraan gender, pendidikan yang
berwawasan kewirausahaan dan nilai-nilai pendidikan budaya karakter bangsa.
Nilai-nilai ini melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan
pendidikan sebagai budaya
sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi,
disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahun, semangat
kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai,
gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai
melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh
kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.
Berdasarkan
latar belakang diatas maka PKBM Dhiyaul Amin perlu menyusun pengembangan
Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2024.
Tujuan
dari Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia adalah untuk memberikan kebebasan
kepada guru dan sekolah dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan
Peserta didik dan konteks lokal.Beberapa tujuan utamanya adalah:
1.
Meningkatkan Kualitas
Pendidikan : Memastikan bahwa pendidikan yang diberikan lebih relevan dan bermakna
bagi Peserta didik.
2.
Meningkatkan Kreativitas dan
Inovasi: Mendorong guru dan siswa untuklebih kreatif dan inovatif dalam proses
belajar mengajar.
3.
Mengurangi Beban
Administratif Guru**: Mengurangi beban administratif yang sering kali
menghambat proses pengajaran danpembelajaran.
4.
Memfokuskan
pada Pengembangan Karakter:
Mengembangkan karakter dan
kompetensi siswa yang sesuai dengan
kebutuhan zaman.
5.
Menyesuaikan dengan
Kebutuhan Lokal: Memberikan fleksibilitas bagisekolah
untuk menyesuaikan kurikulum dengan konteks lokal dan kebutuhan komunitas
setempat.
Dengan
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di PKBM Dhiyaul Amin, diharapkan
pendidikan di dapat lebih adaptif, inklusif,
dan mampu mempersiapkan generasi
muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kombinasi Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Kesetaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket B Setara
SMP danPaket C Setara
SMA di PKBM DHIYAUL AMIN mengedepankan Pengembangan Karakter Peserta didik dengan
pembelajaran yang mandiri, sesuai minat
dan bakat, serta keterampilan tepat guna.
Memadukan perkembangan
kurikulum terbaru dan fleksibelitas kurikulumpendidikan kesetaraan.
· Apa itu Kurikulum Merdeka
Belajar?
Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang
dilakukan supaya Peserta didik dan memilih pelajaran yang diminati. Hal ini
dilakukan agar peserta didik bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan
sumbangan yang palingbaik dalam berkarya bagi bangsa dan kehidupannya.
·
Apa itu Kurikulum
Pendidikan Kesetaraan?
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan K13
Kesetaraan adalah
kurikulum yang dirancang secara
sistematis oleh satuan
pendidikan kesetaraan dengan muatan umum dan khusus. Memberikan
kemudahan, fleksibiltas dan kesesuai dengan kearifan lokal dan kebutuhan
masyarakat/peserta didik.PadaTahun Ajaran
2023/2024, Kurikulum Pendidikan Kesetaraan bersifat kontekstual dan
fleksibel. Adaptasi kurikulum pendidikan kesetaraan dengan mengembangkan
pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan seperti profil pelajar pancasila
di Formal, sedangkan di Nonformal system penerapanpembelajaran Berbasis Proyek Pemberdayaan yang telah
dilakukan di PKBM Dhiyaul Amin. Pembelajaran berbasis proyek Pemberdayaan merupakan sebuah model pembelajaran dipandang sebagaimodel pembelajaran yang sangat sederhana dan baik digunakan
untuk mengembangkan rasa percaya diri Peserta didik, untuk meningkatkan kemampuan, Pengetahuan dan wawasan
ketrampilan agar mampu memecahkan
masalah dan membiasakan peserta didik menggunakan kemampuan berpikir tinggi
B.
KARAKTERISTIK PKBM DHIYAUL AMIN
PKBM PKBM Dhiyaul Amin adalah Program
Kesetaraan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Dhiyaul Amin
Pamangkih, Program Kesetaraan Pendidikan Paket B atau SLTP, Program Kesetaraan
Pendidikan Paket C atau SLTA
PKBM Dhiyaul Amin ini merupakan lembaga
pendidikan nonformal yang di upayakan dapat memberikan pendidikan yang
berkualitas dan untuk santri yang umumnya memiliki keterbatasan finansial untuk
mengakses pendidikan formal. Kehadiran PKBM ini diharapkan dapat menjadi solusi
bagi anak-anak santri agar mendapatkan pendidikan yang layak dan setara di
Pondok Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih
PKBM Dhiya’ul Amin terletak di Desa
Pamangkih Seberang Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,
Provinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Labuan Amas Utara dengan luas wilayah
mencapai 161,81 km2 terbagi atas 16 desa dan memiliki jumlah penduduk 27.285
jiwa. Kecamatan Labuan Amas Utara dengan batas-batasnya sebagai berikut:
a. Sebelah Barat berbatasan dengan
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
b. Sebelah Timur berbatasan dengan
Kecamatan Labuan Amas Selatan
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
d. Sebelah Utara berbatasan dengan
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Masyarakat di kecamatan Labuan Amas Utara
masyoritas bekerja sebagai petani, pedagang ataupun pencari ikan di sungai dan
danau. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat kecamatan Labuan Amas Utara
dikenal sebagai masyarakat yang agamis dan menjunjung tinggi norma-norma
keagamaan.
Seluruh penduduk di Kecamatan Labuan Amas
Utara menganut agama Islam. Dan dengan mayoritas penduduk beragama Islam
tersebut maka tempat ibadah serta pendidikan islam seperti podok pesantren dan
majelis taklim tumbuh dan berkembang di berbagai tempat di Kecamatan Labuan
Amas Utara, salah satunya yakni Pondok Pesantren Dhiyaul Amin
Pondok Pesantren Dhiyaul Amin dibawah
pimpinan, Tuan Guru Ahmad Junaidi, Beliau adalah ulama Kharismatik dari Desa
Pamangkih Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Beliau
adalah Muassis atau Pendiri Pondok Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih Seberang
dan Khodimul Majelis Rhaudhatul Ulum Al Mubarakah, Tuan Guru Ahmad Junaidi atau
biasa di Panggil Guru Junai.
Dengan di adakanya pendidikan Kesetaraan
ini anak anak santri atau anak-anak didik yang belajar di Pondok Pesantren
Salafiyah; Pondok Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih dapat mengakses pendidikan
formal setara Pendidikan SLTP dan SLTA dengan PKBM ini diharapkan dapat
memperluas kesempatan kepada seluruh Santri yang sekolah di pondok Pesantren
Dhiyaul Amin Pamangkih, terutama yang kurang mampu, untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental, memberdayakan potensi Santri untuk
menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya, menanamkan
pendidikan karakter dan meningkatkan kemandirian, keberdayaan, dan inovasi
dalam mencari informasi baru
Sebagai lembaga pendidikan nonformal,
PKBM Dhiyaul Amin menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan untuk Paket B
(setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Kurikulum yang diterapkan di PKBM ini
mengacu pada Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, dengan fleksibilitas dalam
pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan Santri Pondok
Pesantren Dhiyaul Amin.
Peserta didik PKBM Al Dhiyaul Amin tidak
hanya mendapatkan pelajaran akademis, tetapi juga dibekali dengan keterampilan
hidup dan Pendidikan Agama pondok Pesantren Salafiyah, Mayoritas Peserta didik
tinggal di asrama yang disediakan oleh Pondok Pesantren, selain itu, PKBM
Dhiyaul Amin berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta lembaga pendidikan
lain, guna memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemitraan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada Para
Peserta didik dan Pendidik serta Tenaga Kependidikan dan memperkaya metode
pengajaran.
Dengan harapan mencetak generasi yang
cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengisi berbagai sektor di masyarakat, PKBM
Dhiyaul Amin terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikannya,
sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
1. Karakteristik Peserta
Didik
· Peserta didik PKBM
Dhiyaul Amin adalah Santri dan Santriah Pondok Pesantren Dhiyaul Amin
Tabel 1. Data Jumlah
Peserta didik
DATA JUMLAH PESERTA DIDIK
PKBM DHIYAUL AMIN
|
JENJANG |
KELAS |
LAKI-LAKI |
PEREMPUAN |
JUMLAH |
|
PAKET B |
KELAS VII |
29 |
14 |
|
|
PAKET B |
KELAS VIII |
42 |
39 |
|
|
PAKET B |
KELAS IX |
|
|
|
|
|
71 |
43 |
114 |
|
|
|
||||
|
PAKET C |
KELAS X |
17 |
14 |
|
|
PAKET C |
KELAS XI |
32 |
16 |
|
|
PAKET C |
KELAS XII |
|
|
|
|
|
49 |
30 |
79 |
|
|
JUMLAH |
193 |
|||
2.
Karakteristik Tenaga
Kependidikan
·
Tutor PKBM
Dhiyaul Amin berjumlah 14 orang.
· Tutor laki-laki 11 orang dan 3 orang perempuan.
·
Linearitas kualifikasi tutor baru mencapai
90 %;
· Dari segi pengalaman mengajar, Beberapa tutor memiliki pengalaman di satuan pendidikan formal dan nonformal;
·
Tutor tinggal tidak jauh dari lokasi satuan
pendidikan
Tabel 2. Pendidik PKBM
Dhiyaul Amin
|
NO |
NAMA |
L/p |
JABATAN |
|
01 |
H.Salamat Riadi |
L |
Kepala Sekolah |
|
02 |
H. Asnuri, S.Pd |
L |
Tutor |
|
03 |
Alfiannor |
L |
Tutor |
|
04 |
Ardiani |
L |
Tutor |
|
05 |
Mahfudz Amin Zadid |
L |
Tutor |
|
06 |
Mahrita, S.Pd.I |
P |
Tutor |
|
07 |
H. Muhammad Aserani,S.Pd |
P |
Tutor |
|
08 |
Muhammad Humairah
Baqir |
L |
Tutor |
|
09 |
Sa’dillah |
L |
Tutor |
|
10 |
Saripur Rizaly |
L |
Tutor |
|
11 |
Abdul Majid, S,Pd.I |
L |
Tutor |
3.
4.
Karakteristik ekonomi,
sosial, dan budaya
·
Mata pencaharian masyarakat
sebagian besar adalah petani dan
Nelayan selain itu ada juga buruh
tani, buruh bangunan, karyawan, Pedagang dan sopir;
·
Masih rendahnya angka
partisipasi sekolah di Lingkungan Pesantren untuk jenjang pendidikan menengah.
·
Masih rendahnya angka
partisipasi sekolah di jenjang pendidikan menengah. Karena alasan ekonomi
terjadi kerentanan putus sekolah, mereka lebih memilih bekerja ketimbang
sekolah;
·
Gotong royong dan kekeluargaan masih menjadi tradisi
yang hidup di masyarakat.
Budaya gotongroyong dan kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan di
lingkungan masyarakat masih cukup kuat;
·
Di Lingkungan Pesantren yang
menjunjung tinggi norma keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan
BAB II
VISI. MISI. TUJUAN
A. Visi PKBM
Dhiyaul Amin
Mengacu
pada Tujuan Pendidikan Nasional PKBM Dhiyaul Amin memberikan layanan pendidikan di jalur non-formal sebagai salah satu bentuk layanan
pendidikan.
Adapun visi PKBM
Dhiyaul Amin adalah sebagai berikut:
“Menjadikan
PKBM Dhiyaul Amin Sebagai Lembaga Pendidikan Swasta Islam berbasis pesantren
Unggul dalam akademik,tangguh dalam karakter, cekatan dalam bekerja sebagai
kader Umat dan Kader bangsa, bekerja secara profesional menuju masyarakat
madani.
.”
B. Misi PKBM
Dhiyaul Amin
Sebagai penjabaran visi tersebut, maka disusun Misi PKBM
Dhiyaul Amin sebagai berikut:
1. Melaksanakan pendidikan, pengajaran dan pelatihan
dengan memadukan sistem pendidikan nasional dan Sistem pendidikan pondok
pesantren
2. Menjadikan interkasi guru, siswa dan lingkungan
sekitar sebagai lingkungan edukatif yang merupakan kawah candradimuka kader
umat dan kader bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berakhlakul
karimah dan beramal sholeh yang siap bekerja secara professional.
3. Dengan
harapan mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengisi
berbagai sektor di masyarakat, PKBM Dhiyaul Amin terus berupaya meningkatkan
kualitas layanan pendidikannya, sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan
masyarakat.
4. Membangun sarana dan prasarana pendidikan yang
Representatif dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam meningkatkan
kualitas pendidikan untuk melahirkan lulusan yang siap bekerja profesional atau
melanjutkan ke jenjang pendidikan akademik.
5. Dengan
harapan mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengisi
berbagai sektor di masyarakat, PKBM Dhiyaul Amin terus berupaya meningkatkan
kualitas layanan pendidikannya, sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan
Masyarakat
C. Tujuan PKBM
Dhiyaul Amin
Sesuai dengan
visi dan misi yang telah ditetapkannya, keberadaan PKBM Dhiyaul Amin bertujuan untuk:
PKBM Dhiyaul Amin, Pondok Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih beberapa tujuannya
adalah untuk:
a) Memperluas kesempatan kepada seluruh Santri yang sekolah di pondok
Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih, terutama yang kurang mampu, untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental
b) Memberdayakan potensi Santri untuk menggerakkan pembangunan di
bidang sosial, ekonomi, dan budaya
c) Menanamkan pendidikan karakter
d) Meningkatkan kemandirian, keberdayaan, dan inovasi dalam mencari
informasi baru
e) PKBM Dhiyaul Amin ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang
di upayakan dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi
santri Pondok Pesantren Dhiyaul Amin Pamangkih
Motto
; Beriman, Bertaqwa, Berkarya, Berbakti dan Mengabdi
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Pengorganisasian Pembelajaran Mata Pelajaran Kelompok
Umum
Pengorganisasian
pembelajaran pendidikan kesetaraan di PKBM Dhiyaul Amin dirancang untuk
mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah yang
difokuskan pada persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, menanamkan karakter
yang sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila, dan penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi pesertadidik agar dapat hidup mandiri dan untuk mengikuti
pendidikan lebih lanjut. Pengorganisasian pembelajaran di PKBM Dhiyaul Amin
dilakukan dengan mengatur pembelajaran muatan kurikulum Mata Pelajaran Kelompok
Umum dan Pemberdayaan dan Keterampilan Berbasis Profil Pelajar Pancasila
Pengorganisasian
pembelajaran dilakukan berdasarkan karakteristik PKBM Dhiyaul Amin. Pendekatan
pembelajaran yang dilakukan melalui pendekatan mata pelajaran dan pendekatan
sistem blok. Sistem blok yang dilaksanakan adalah sistem blok waktu yang gunakan dalam melaksanakan mata pelajaran di
dalam tiap semester.
Beban belajar
peserta didik nyatakan
dalam Satuan Kredit
Kompetensi (SKK). SKK
merupakan bobot kompetensi yang harus dicapai
oleh peserta didik dalam mengikuti programpembelajaran
pendidikan kesetaraan, baik melalui tatap muka, praktek keterampilan, dan/atau kegiatan mandiri. Satu SKK adalah satu
satuan kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran tatap muka atau tutorial atau mandiri, atau kombinasi secara
proporsional dari ketiganya.
1. Pengorganisasian Pembelajaran Paket B
Berikut ini pengorganisasian pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket B
di PKBM Dhiyaul Amin:
Tabel 3. Pengorganisasian Pembelajaran Paket B
|
No |
Mata Pelajaran |
Pendekatan
Pembelajaran |
Alokasi SKK Mata
Pelajaran Paket B (Fase D) |
Jumlah SKK |
||||
|
MP |
Integr
asi |
Blok |
Kelas VII |
Kelas
VIII |
Kelas IX |
|||
|
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum |
|
|||||||
|
1 |
Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti |
V |
|
|
2 |
2 |
2 |
84 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
V |
|
|
4 |
4 |
2 |
|
|
3 |
Bahasa Indonesia |
V |
|
|
4 |
4 |
4 |
|
|
4 |
Matematika |
V |
|
|
4 |
4 |
4 |
|
|
5 |
IPA |
V |
|
|
4 |
4 |
4 |
|
|
6 |
IPS |
V |
|
|
4 |
4 |
4 |
|
|
7 |
Bahasa Inggris |
V |
|
|
2 |
2 |
2 |
|
|
8 |
PJOK |
V |
|
|
3 |
3 |
2 |
|
|
9 |
Seni Budaya |
V |
|
|
2 |
2 |
2 |
|
|
Jumlah SKK |
|
|
|
29 |
29 |
26 |
84 |
|
|
B. Pemberdayaan dan Keterampilan berbasis Profil Pelajar Pancasila |
|
|||||||
|
1 |
Pemberdayaan |
|
V |
|
4 |
4 |
3 |
20 |
|
2 |
Keterampilan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Keterampilan BTA |
|
V |
|
3 |
3 |
3 |
|
|
C. Muatan Lokal |
|
|
V |
|
2 |
|
2 |
|
|
Jumlah SKK |
|
|
|
36 |
38 |
32 |
106 |
|
2. Pendidikan kesetaraan Paket C
Tabel
4. Struktur Kurikulum Paket C
Tahun Pelajaran 2023/2024 (Permendikbudristek No. 12 Tahun 2023)
|
No |
Mata Pelajaran |
Pendekatan
Pembelajaran |
Fase E |
Fase F |
Jumlah
SKK |
|||
|
SKK |
SKK |
|||||||
|
MP |
Integras
i |
Blok |
Kelas X |
Kelas XI |
Kelas XII |
|||
|
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum |
|
|||||||
|
1 |
Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti |
v |
|
|
3 |
2 |
2 |
64 |
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
v |
|
|
3 |
2 |
2 |
|
|
3 |
Bahasa Indonesia |
v |
|
|
4 |
2 |
2 |
|
|
4 |
Matematika |
v |
|
|
4 |
2 |
2 |
|
|
5 |
Bahasa Inggris |
v |
|
|
2 |
2 |
2 |
|
|
6 |
IPA
(Fisika, Biologi, Kimia) |
v |
|
|
4 |
|
|
|
|
7 |
IPS (Sejarah, Ekonomi, Geografi,Sosiologi) |
v |
|
|
4 |
|
|
|
|
8 |
PJOK |
|
|
v |
4 |
2 |
2 |
|
|
9 |
Seni Budaya |
v |
|
|
4 |
2 |
2 |
|
|
10. |
Sejarah |
v |
|
|
|
2 |
2 |
|
|
Jumlah SKK |
|
|
|
32 |
32 |
|
||
|
B. Kelompok Mata Pelajaran Pilihan |
|
|||||||
|
1 |
Ekonomi |
v |
|
|
|
4 |
4 |
40 |
|
2 |
Geografi |
v |
|
|
|
4 |
4 |
|
|
3 |
Sosiologi |
v |
|
|
|
4 |
4 |
|
|
4 |
Informatika |
v |
|
|
|
4 |
4 |
|
|
5 |
Sejarah Tingkat Lanjut |
v |
|
|
|
4 |
4 |
|
|
Jumlah
SKK |
|
|
|
|
40 |
|
||
|
C. Pemberdayaan dan Keterampilan berbasis Profil Pelajar Pancasila |
|
||||||
|
1 |
Pemberdayaan |
|
V |
|
4 |
4 |
|
|
2 |
Keterampilan |
|
|
|
|
|
24 |
|
|
a. Keterampilan BTA |
|
V |
|
4 |
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
D. Muatan Lokal |
|
V |
|
2 |
|
2 |
|
|
Jumlah SKK |
|
|
|
42 |
80 |
122 |
|
Pembelajaran pendidikan kesetaraan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka,
tutorial, dan mandiri atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya untuk
semua mata pelajaran. Waktu belajar pendidikan kesetaraan di PKBM
Dhiyaul Amin.
Tabel 11. Waktu pembelajaran
|
No |
Program |
Hari |
Waktu |
|
1. |
Paket B |
Jum’at,
Sabtu, Minggu |
09.00
– 22.00 WIB |
|
2. |
Paket C |
Jum’at,
Sabtu, Minggu |
09.00
– 22.00 WIB |
FLEKSIBEL BELAJARNYA
Metode Belajar Blanded Learning
Penggabungan Dua Kurikulum
Pembelajaran dengan mengkombinasikan materi dan praktek di kehidupan sehari-hari, Berbagai
macam variasi pembelajaran dilakukan dengan sistem modular dan sangat menunjang
kemandirian, kekhasan dan keilmuan.
Kombinasi Belajar
Sebagai Satuan Pendidikan yang berkualitas dan bermartabat, PKBM Dhiyaul Amin menyelenggarakan
pembelajaran sesuai dengan kurikulum pendidikan kesetaraan dan kurikulum K13 dengan mengkombinasikan
belajar secara tatap muka langsung atau luring Penggabungan antara luring dan Mandiri
dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kesesuaian capaian
pembelajaran bagi peserta
didik, sehingga dapat belajar kapan saja dan dimana saja
Kombinasi Belajar Terstruktur dan Mandiri
Pembelajaran yang terstruktur
melalui pemenuhan struktur kurikulum dan penggabungannya dengan pembelajaran mandiri,
memberikan peserta didik keleluasaan
untuk belajar baik secara kelompok ataupun secara mandiri. Modul pendidikan
kesetaraan menjadi delivery system sehingga memudahkan pelaksanaan pembelajaran
secara terstruktur dan mandiri. Hal ini dapat
mendorong peserta didik untuk kreatif, inovatif dan mampu berkreasi
dengan materi belajar sehingga sesuai degan kehidupannya sehari-hari. Dengan adanya
kombinasi pembelajaran ini juga memberikan kesempata kepada peserta didik untuk belajar sesuai materi yang ingin ditekuninya dan menyesuaikan minat dan bakat nya.
Fleksibelitas Belajar
Pendidikan kesetaraan Paket B
Setara SMP dan Paket C Setara SMA memang memberikan fleksibelitas tinggi dalam belajar, peserta didik dapat
belajar dimana sajadan kapan saja. selain itu juga dapat belajar baik secara
kelompok atau mandiri. Belajar dapat juga secara daring atau Mandiri Selain itu fleksibelitas belajar juga diberikan dengan menyesuaikan kebutuhan, kesibukan, keterpaduan dan kekhasan peserta
didik dalam belajar, sehingga sagat
fleksibel dengan gaya belajar
peserta didik.
Kerjasama Orang Tua dan Lembaga
Peran orang tua/wali peserta didik sebagai agen pembelajaran utama dan pertama di keluarga sangat ditekankan, hal itu ditunjang dengan kerjasama yang baik antara
orang tua/wali dengan PKBM Dhiyaul Amin, untuk bersama memberikan
target, tujuan dan fokus pembelajaran.
Bahwa istilah dan karakteristik
kurikulum K13 dan Menuju Kurikurulum merdeka memang hal baru bagi Kami di PKBM
Dhiyaul Amin, Namun Justru implementasi Kumer Telah memfasilitasi model
pembelajaran dari Karakteristik Pendidikan Nonformal yang sering di terapkan di PKBM Dhiyaul Amin.
Pembelajaran dilakukan atas
dasar Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran yang dijadikan Proyek pembelajaran dengan cara
Mengkombinasihkan kurikulum merdeka dengan Kurikulum 2013, dengan memanfaatkan
Potensi Kearifan lokal.dengan Tujuan Model pembelajaran mampu
memicu peningkatan edukasi
Karakter bertumbuh dari hasil
pembelajaran Proyek yang telah dikenal di Jalur formal disebut Profil Pelajar Pancasila(P5).
Struktur Kurikulum
Paket
B setara SMP
Paket B Tingkatan 3 (setara kelas VII-VII) = 74 SKK
Paket B Tingkatan 4 (setara kelas IX) = 32 SKK
Paket C setara SMA
Paket
C Tingkatan 5 (setara kelas X-XI) = 42 SKK
Paket C Tingkatan 6 (setara kelas XII) = 80 SKK
MUATAN KURIKULUM 2013
B. Pengorganisasian Pembelajaran Program Pemberdayaan dan Program
Keterampilan Berbasis Profil Pelajar Pancasila
Kelompok
pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil Pelajar Pancasila mencakup
keterampilan okupasional, fungsional, vokasional, sikap dan kepribadianprofesional, dan jiwa
wirausaha mandiri yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik
pendidikan kesetaraan serta berbasis profil pelajar Pancasila. Pemberdayaan
memuat kompetensi untuk menumbuhkan keberdayaan, harga diri, percaya
diri, sehingga peserta didik mampu
mandiri dan berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Keterampilan diberikan
sehingga peserta didik mampu melakukan aktualisasi kemandirian, otonomi,
kebebasan, dan kreativitas dalam berkarya
untuk mengisi ruang publik secara produktif.
Program
pemberdayaan dan keterampilan dilaksanakan berbasis profil pelajar Pancasila
yang merupakan implementasi dari Instruksi Presiden
(INPRES) Nomor 12 Tahun 2016.
Gerakan Nasional Revolusi Mental. Pelajar Pancasila merupakan perwujudan
pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi
global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri
utama: beriman, bertakwa kepada TuhanYME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis,dan kreatif. Penguatan profil pelajar pancasila dilaksanakan pada
kelompok mata pelajaran umum, dan pemberdayaan dan keterampilan.
Pada
tahun pelajaran 2023/2024, profil pelajar Pancasila di PKBM Dhiyaul Amin
menguatkan pada dimensi bergotong
royong, mandiri, dan kreatif. Dimensi Gotong Royong merupakan Pelajar
Indonesia memiliki kemampuan gotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan
kegiatan secara bersama- sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan
dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.
Elemen kunci dari gotong royong
adalah kolaborasi, kepedulian dan berbagi. Dimensi Mandiri
adalah Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang
bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci
dari mandiri terdiri
dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi
serta regulasi diri. Dimensi Kreatif merupakan pelajar yang kreatif mampu
memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat,
danberdampak. Elemen kunci kreatif adalah menghasilkan gagasan, karya dan
tindakan yang orisinil.
Tabel. Pengorganisasian Pembelajaran Pemberdayaan dan Keterampilan Paket B
|
No |
Program |
Pendekatan Pembelajaran |
Fase D |
||||
|
Mapel |
Integr asi |
Blok Waktu |
Kelas VII |
Kelas VIII |
Kelas IX |
||
|
1 |
Pemberdayaan |
|
|
V |
4 |
4 |
4 |
|
2 |
Keterampilan |
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Ketrampilan BTA |
|
|
V |
3 |
3 |
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah SKK |
|
|
|
21 |
|||
Tabel. Pengorganisasian Pembelajaran
Pemberdayaan dan Keterampilan Paket C
|
No |
Program |
Pendekatan Pembelajaran |
Fase E |
Fase
F |
|||
|
Mapel |
Int e gra si |
Blo
k Wak tu |
Kelas X |
Kela sXI |
Kela sXII |
||
|
1 |
Pemberdayaan |
|
|
V |
8 |
4 |
4 |
|
2 |
Keterampilan |
|
|
|
8 |
6 |
6 |
|
|
1.BTA |
|
|
V |
|
|
|
|
|
|
|
|
V |
|
|
|
|
Jumlah SKK |
16 |
20 |
|||||
Tema dan Alokasi
Waktu Pembelajaran Projek
Tahun Pelajaran 2023/2024
|
Kelas |
Tema Projek |
Topik Projek
Profil PelajarPancasila |
Waktu Pelaksanaa n |
|
Fase
D |
Gaya Hidup Berkelanjut
an |
Pengolahan makanan
berbahan dasar lokal
sesuai potensi daerah setempat dengan
memperhatikan nilai gizi, |
Kelas VII
sem 1 |
|
|
|
Pembuatan minuman
sederhana sesuai resep dari bahan nabati berdasarkan
potensi daerah setempat |
Kelas VII
Sem 2 |
|
Fase
E |
Kewirausahaan (tata boga
/ menjahit) |
Modifikasi
produk olahan Pangan Lokal / Modifikasi dan Kreasi Pakaian Batik Lokal |
Kelas X Sem 1 |
|
|
Berekayasa
dan Berteknologi Membangun
NKRI. (tata boga/menjahit) |
Desain Kemasan
Produk Olahan Pangan / Pakaian
Batik Kulon Progo |
Kelas X Sem 1 |
|
|
Gaya Hidup Berkelanjut
an |
Mitigasi
Bencana Di Lingkungan Rumah atau Sekolah |
Kelas X Sem 2 |
BAB IV
PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
Rencana
pembelajaran disusun secara rutin untuk memetakan dan merencanakan proses
pembelajaran secara rinci. Rencana pembelajaran terdiri dari Rencana
Pembelajaran Ruang Lingkup Satuan Pendidikan dan Rencana Pembelajaran Ruang
Lingkup Kelas yang disusun rutinsecara sederhana, aktual dan mudah dipahami
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai sehingga melalui
rencananya seorang tutor bisa
memastikan seluruh proses
pembelajaranbisa efektif dan efisien.
A. Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Satuan
Pendidikan
Mengacu
pada penyusunan alur tujuan pembelajaran, dalam ruang lingkup satuan
pendidikan, perumusan dan penyusunan alur tujuan pembelajaran mata pelajaran
berfungsi mengarahkan satuan pendidikan dalam merencanakan, mengimplementasi,
dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran
diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur. Alur Tujuan Pembelajaran
dalam satu tahun, disusun dengan mengacu pada
capaian pembelajaran, capaian elemen, cakupan atau kedalaman konten,
asesmen yang akan dilakukan, dan sumber belajar, Alur pembelajaran mengurutkan
tujuan-tujuan pembelajaran sesuaikebutuhan untuk mencapai Capaian Pembelajaran
setiap Fase.
Berikut
ini contoh penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan
Alur Tujuan Pembelajaran(ATP) pada Mata
Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Fase D.
Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Sekolah Nama Mapel : Pendidikan Pancasila
Fase : D
Elemen : Pancasila
|
Capaian Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran |
ATP |
|
1. Peserta
didik mampu menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai
dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal Pancasila
sebagai |
1. Peserta didik menjelaskan,
menyajikan laporan, dan menghargai pros es perumusan dan penetapan Pancasila sebagai
dasar negara. 2.
Peserta didi k mengidentifikasi, menyajikan
laporan, |
Kelas VII 1. Peserta didik menjelaskan,
menyajikan laporan, dan menghargai prosesperumusan dan
penetapan Pancasila sebagai dasar negara. 2. Peserta didik mengidentifikasi, menyajikan laporan, |
|
ideologi
negara. 2. Peserta
didik memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan
bernegara dari masa ke masa. 3. Peserta
didik mampu mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka
Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari- hari. 4. Peserta
didik mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan global
dengan menggunakan sudut
pandang. |
dan menghargai
usulan konseprumusan dasar negara
yang disampaikan para pendirinegara. 3. Peserta didik
menelaah, mempraktikan, d
an meneladani sikap positif para pendiri bangsa dalam perumusan dan penetapan Pancasila
sebagai dasar negara. 4. Peserta didik memahami dan memaparkan dan menghargai perbedaan konsep ideologi
dalam sebuah negara 5. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan hasil analisis dan mendukung fungsi Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara 6. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan hasil analisis penerapan, dan mengukung Panca sila sebagai dasar
negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara dalam
kehidupan sehai-hari. 7. Peserta didik menganalisis, menyajikan laporan dan menghargai implementasi Pancasila dalam kehidupan benegara pada masa awal kemerdekaan. 8. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan, dan menghargai implementasi Pancasila
dalam kehidupan bernegara pada masa
OrdeLama 9. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan |
danmenghargai
usulan
konsep rumusan dasar negara yang disampaikan
para pendirinegara. 3.
Peserta didik menelaah, mempraktikan, dan meneladani sikap positif para
pendiri bangsa dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar
negara. Kelas VIII 4. Peserta didik memahami dan memaparkan dan menghargai perbedaan konsep ideologi dalam sebuah negara 5. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan hasil analisis dan mendukung fungsi Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan
ideologi negara 6. Pesrta didik menganalisis,
menyajikan laporan
hasil analisis
penerapan, dan mengukung Pancasila
sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara dalam kehidupan sehai-hari. Kelas IX 7. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan
dan menghargai implementasi Pancasila dalam kehidupan benegara
pada masa awal kemerdekaan. 8. Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan, dan menghargai implementasi |
|
|
menghargai implementasi Pancasila
dalam kehidupan bernegara pada masa
Orde Baru. |
Pancasila
dalam kehidupan bernegara pada masa Orde Lama. 9.
Peserta didik menganalisis,
menyajikan laporan menghargai implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara pada masa Orde Baru. |
Berikut ini contoh penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) pada Program
Pemberdayaan Fase E
|
Capaian Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran |
|
CP Elemen:
Kesadaran Diri (A) |
|
|
1. Peserta
didik mampu mengembangkan kemandiriandalam
menyelesaikan permasalahan, mengkomunikasikan dan mempertahankan ide, inisiatif,serta
gagasan yang dimiliki. 2. Peserta
didik juga mampu mengenali potensi, kekuatan dan kelemahan diri,
memiliki rasa bangga terhadap capaian prestasinya. 3. Peserta didik
mampu memahami dinamika yang terjadi pada lingkungan dan menganalisispeluang dan tantangan. |
1. Peserta didik
mampu mengembangkan
kemandirian dalam menyelesaikan permasalahan. 2. Peserta
didik mampu mengkomunikasikan dan mempertahankan ide, inisiatif, serta gagasan yang dimiliki. 3. Peserta
didik juga mampu mengenali potensi, kekuatan dan kelemahan diri. 4. Peserta
didik mampu memiliki rasa bangga terhadap capaian
prestasinya. 5. Peserta
didik mampu memahami dinamika yang terjadi pada lingkungan. |
|
CP Elemen:
Harga Diri (B) |
|
|
Peserta
didik mulai memperlihatkan harga diri, kemampuan dalam mengatur diri sendiri,
menunjukkan kompetensi dan optimisme dalam
penyelesaianmasalah di
lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. |
1. Peserta didik
mampu membangun dan mulaimemperlihatkan harga diri. 2. Peserta didik
mampu menunjukkan
kemampuandalam mengatur diri sendiri. 3. Peserta didik
mampu mengembangkan dan menunjukan kompetensi diri dalam penyelesaianpermasalahan di
lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. 4. Peserta didik
mampu membangun dan menunjukan optimisme dalam penyelesaian permasalahan di lingkungan keluarga, satuan |
|
|
pendidikan, dan masyarakat. |
|
CP Elemen;
Kepercayaan Diri (C) |
|
|
Peserta didik
mengembangkan keyakinan diri, optimisme, kemandirian, motivasi dan
aktualisasi diri. Peserta didik jugamampu memperlihatkan objektivitas dan
berpikir rasional dalam memandang permasalahandi lingkungan keluarga, satuan
pendidikan, dan di masyarakat. |
1. Peserta didik
mampu mengembangkan
keyakinan diri. 2. Peserta didik
mampu membangun optimismediri. 3. Peserta didik
mampu mengembangkan kemandirian. 4. Peserta didik
mampu mengembangkan motivasidiri. 5. Peserta didik
mampu mengembangkan
aktualisasi diri. 6. Peserta
didik mampu membangun dan memperlihatkan objektivitas dalam memandang permasalahan di
lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan di masyarakat. 7. Peserta didik
mampu membangun dan memperlihatkan cara berfikir secara rasionaldalam memandang dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan di masyarakat. |
|
CP Elemen;
Partisipasi Aktif (D) |
|
|
Peserta
didik mampu mengembangkan sikap perilaku sesuai nilai
norma dan mengusulkan
solusi atas permasalahan dan kendala yang terjadi di lingkungan alam,
sosial,budaya, dan ekonomi di keluarga,satuan pendidikan, dan masyarakat. |
1. Peserta
didik mampu mengembangkan sikap perilaku sesuai nilai dan norma
di keluarga, satuan
pendidikan, dan masyarakat. 2. Peserta
didik mampu mengusulkan solusi dan kendala atas permasalahan lingkungan alam, social,
budaya dan ekonomi di keluarga, satuan pendidikan,
dan masyarakat. |
|
CP Elemen;
Akses terhadap Pengambilan Keputusan (E) |
|
|
Peserta
didik mampu mengembangkan ide, gagasan kreatif, saran yang membangun
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dengan mengoptimalkan ruang
publik untuk mengembangkan budaya dan kearifan lokal di lingkungan satuan
pendidikan dan masyarakat. |
1. Peserta
didik mampu mengembangkan ide untukmengatasi permasalahan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat. 2. Peserta didik
mampu mengembangkan
gagasankreatif untuk mengatasi permasalahan yang terjadi lingkungan satuan
pendidikan dan masyarakat. 3. Peserta didik
mampu mengembangkan saran
yang membangun untuk mengatasi permasalahanyang terjadi lingkungan satuan
pendidikan dan Masyarakat. |
|
|
4. Peserta didik mampu mengembangkan
budayadan kearifan local
di lingkungan, satuan
pendidikan dan masyaraka dengan optimalisasi ruang publik |
Tujuan pembelajaran pada program
pemberdayaan tidak dibuat Alur Tujuan Pembelajaran, tetapidimasukan pada Alur Aktivitas pada pembelajaran
Projek Profil Pelajar Pancasila.
B. Rencana Pembelajaran Ruang Lingkup
Kelas
Rencana
pembelajaran ruang lingkup kelas berupa RPP/Modul Ajar yang memuat tujuanpembelajaran yang dikembangkan sesuai capaian pembelajaran dilengkapi proses asesmen
sebagai bukti hasil belajar untuk mengukur indikator keberhasilan capaian
pembelajaran. Modul Ajar Ruang Lingkup Kelas disusun dalam bentuk sederhana
dengan keterbacaan yang baik yang memuat tiga poin utama dalam proses
pembelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, aktivitas atau kegiatan pembelajaran
dan Asesmen/penilaian.
Tujuan
pembelajaran merupakan penerjemahan capaian pembelajaran yang dapat terukur
pencapaian dan keberhasilannya. Kegiatan pembelajaran disusun dalam
langkah-langkah aktivitas peserta
didik yang menarik dan menyiratkan model dan strategi pembelajaran yang
kontekstual dan menarik sesuai diferensiasi karakteristik peserta didik serta
mampu mengakomodir minat serta bakat
peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan penumbuhan dan
penguatan Profil Pelajar Pancasila.
BAB V
Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional
Evaluasi,
Pendampingan, dan pengembangan professional bagi pendidikan kesetaraan
PKBM Dhiyaul Amin dilakukan secara internal untuk memastikan pembelajaran
berjalan sesuai rencanauntuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Evaluasi
terhadap kurikulum ini dikelola secara bersamasama antara kepala PKBM, tutor
dan tenaga administrasi. Pendampingan, dan pengembangan profesional dilakukan
secara bertahap dan mandiri agar
terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia
secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan
pendidikan. Aktivitas pendampingan dan pengembangan professional ditekankan
pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi tutor, serta menggunakan alat
penilaian yang jelas dan terukur.