Sabtu, Oktober 31, 2026

Parang Bungkul

 Parang Bungkul merupakan salah satu jenis senjata tradisional khas masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan yang memiliki rekam sejarah panjang sebagai alat pertahanan diri, sarana pendukung kehidupan agraris, serta simbol identitas kebudayaan setempat.



1. Asal-Usul dan Latar Belakang Sejarah


• Warisan Kebudayaan Banjar: Parang Bungkul berkembang dalam kebudayaan masyarakat Banjar di sepanjang daerah aliran sungai dan kawasan pedalaman Kalimantan Selatan.


• Fungsi Ganda: Pada masa Kesultanan Banjar, parang ini dirancang sebagai senjata serbaguna. Selain dipakai untuk membuka lahan, memotong kayu, dan berburu di hutan, bilah ini menjadi alat bela diri utama bagi masyarakat umum maupun prajurit.


• Peran Masa Perjuangan: Selama era perang melawan kolonialisme (seperti Perang Banjar 1859–1905), Parang Bungkul bersama jenis parang Banjar lainnya (seperti Parang Nabur dan Parang Putat) menjadi senjata tajam utama yang digunakan para pejuang lokal dalam pertempuran jarak dekat.


2. Ciri Fisik dan Penamaan "Bungkul"


• Morfologi Bilah: Penamaan bungkul merujuk pada bentuk fisik bilah yang memiliki benjolan, pembengkakan, atau pelebaran melengkung pada bagian tubuh atau dekat ujung bilah. Struktur ini dirancang untuk menambah bobot dan daya tebas (momentum) saat diayunkan.


• Penempaan Tradisional: Ditempa oleh pandai besi (pande) lokal menggunakan paduan besi dan baja. Pada bilah buatan lama (sepuh), sering kali terlihat serat lipatan besi tempaan yang khas.


• Hulu dan Kumpang: Gagang (hulu) umumnya terbuat dari kayu keras seperti ulin, kayu kemuning, atau tanduk hewan yang diukir dengan ornamen khas Banjar. Sarungnya (kumpang) terbuat dari dua bilah kayu yang diikat rapi menggunakan ikatan simpai rotan.


3. Nilai Budaya dan Spiritual


• Simbol Maskulinitas: Bagi masyarakat Banjar tradisional, membawa parang saat bepergian ke hutan atau ladang adalah lambang kesiapan, kewaspadaan, dan keberanian seorang pria.


• Tradisi Pembuatan: Proses penempaan Parang Bungkul tua kerap disertai dengan pemilihan hari baik dan doa-doa tertentu oleh sang pandai besi, sehingga selain fungsi mekanisnya, bilah ini dianggap memiliki nilai spiritual atau tuah keselamatan bagi pemiliknya.

Jumat, Oktober 30, 2026

SEBAGIAN DEWAN GURU PONDOK PESANTREN RASYIDIYAH KHALIDIYAH AMUNTAI

 SEBAGIAN DEWAN GURU PONDOK PESANTREN RASYIDIYAH KHALIDIYAH AMUNTAI




• Berdiri belakang (kanan ke kiri):


1. H. Ahmad Suhaimi.

2. H. Muhammad Hifni.

3. H. Muhammad Masrani Hamdan.

4. H. Muhammad Husaini.

5. H. Abdurrahim Azhari.

6. H. Zuhri.

7. H. Ahmad Fauzi.


• Berdiri tengah:


1. Ustadz Muhammad Yahya.

2. H. Muhammad Syarkawi.

3. H. Abdussamad.

4. H. Muhammad Ibrahim Dahlan.

5. H. Muhammad Nur.

6. H. Hanafi Idar.

7. H. Muhammad Aini Anang.


• Berdiri depan:


1. H. Muhammad Syaukani Busran.

2. H. Muhammad Sabran Affandi.

3. H. Hasan Basri.

4. H. Muhammad Janawi.

5. H. Muhammad Hamdan Khalid.

6. H. Muhammad Nafiah.

7. H. Ali Sabran.

8. H. Zainal Abidin Atha.


• Jongkok:


1. Ustadz Yordania.

2. H. Abdul Halim.

3. H. Ahmad Hasib Salim.

4. H. Nur Salim Safran.

5. Ustadz Zaidan.

6. H. Taufiqurrahman Zarkasyi.

7. H. Ramlan Thalib.


Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada guru-guru kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, aamiin.


اللهم بارك في أعمارهم وأعمالهم وأرزاقهم واحفظهم من كل سوء ومكروه.


Sumber: Muhammad Ilham, Ahmad Khatib.

GAGASAN AWAL PENDIRIAN YAYASAN INSAN CENDEKIA BARABAI

  

GAGASAN AWAL PENDIRIAN

YAYASAN INSAN CENDEKIA BARABAI

Setiap langkah besar sering kali berawal dari sebuah pemikiran sederhana. Begitu pula dengan lahirnya gagasan pendirian Yayasan Insan Cendekia Barabai. Gagasan ini berangkat dari sebuah keinginan dan ikhtiar Muhamad Edwan Ansari untuk menghadirkan sesuatu yang tidak hanya memiliki arti bagi dirinya, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan masyarakat luas.

Baginya, hidup bukan semata tentang seberapa lama seseorang menjalani kehidupan, seberapa banyak yang dimiliki, atau seberapa tinggi pencapaian yang diraih. Lebih dari itu, hidup hendaknya menjadi kesempatan untuk menanam kebaikan, menghadirkan manfaat, dan meninggalkan jejak pengabdian yang dapat dirasakan oleh sesama.

Sebuah kalimat sederhana yang sering ia sampaikan menjadi ruh dan semangat dari gagasan tersebut:

“Sebuah ikhtiar kecil untuk sekadar dikenang dan orang tahu bahwa aku pernah hidup. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia!”

Dari pemikiran itulah tumbuh harapan untuk membangun sebuah wadah pengabdian yang dapat menjadi jalan bagi lahirnya berbagai kegiatan positif di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Sebuah ikhtiar yang mungkin berawal dari langkah kecil, tetapi diharapkan mampu menumbuhkan manfaat yang lebih luas, menghadirkan kepedulian, serta menebarkan kebaikan bagi masyarakat.

Yayasan Insan Cendekia Barabai kemudian menjadi wujud nyata dari gagasan dan harapan tersebut. Kehadirannya bukan sekadar untuk mendirikan sebuah lembaga, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk ikut mengambil bagian dalam pengabdian kepada masyarakat. Dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang ada, yayasan ini diharapkan dapat terus bertumbuh, bergerak, dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan tujuan serta bidang kegiatannya.

Bagi Muhamad Edwan Ansari, catatan kecil ini bukanlah tentang membesarkan nama atau mencari pengakuan, melainkan tentang meninggalkan sesuatu yang bernilai. Sebab, pada akhirnya, yang paling berarti bukanlah seberapa besar nama seseorang dikenang, tetapi seberapa banyak kebaikan yang pernah ditanam dan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain.

Semoga ikhtiar sederhana ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberkahan. Semoga Yayasan Insan Cendekia Barabai senantiasa menjadi wadah untuk mengabdi, berbagi, menebarkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Semoga dengan catatan kecil ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus menebarkan kebaikan.

— Muhamad Edwan Ansari

Kamis, Oktober 29, 2026

Tuan Guru Husein Qadri / Syekh Husin Qadri Al-Banjari*

 *Tuan Guru Husein Qadri / Syekh Husin Qadri Al-Banjari* 



*Nama lengkap:* KH. Muhammad Husin Qadri bin H. Qadri bin H. Abdul Qadir

- *Lahir:* 1921 M di *Tunggul Irang, Martapura*

- *Wafat:* 2 Desember 1988 / 23 Rabiul Akhir 1409 H, umur 67 tahun

- *Makam:* Di *Kubah Martapura*, dekat makam Datu Kalampayan


*Keluarga:*

- Ayah: H. Qadri - ulama Tunggul Irang

- Ibu: Hj. Siti

- Adik beradik:

    - *KH. Muhammad Rosyad (Guru Rosyad)* - adiknya

    - *KH. Badruddin (Guru Ibad Sekumpul)* - adiknya

  Jadi 3 bersaudara semua jadi ulama karismatik


- Anak: *KH. M. Hatim Salman* (penerus), dll


*Pendidikan:*

- Belajar langsung ke ayahnya di Tunggul Irang

- Mondok di *Pondok Darussalam Martapura* - murid dari *Tuan Guru Kasyful Anwar*

- Belajar ke *Mekkah* beberapa tahun

- Guru-gurunya termasuk *Guru Bangil, Guru Anang Sya'rani Arif*


*Kenapa terkenal?*


1.  *Pengarang Kitab Senjata Mukmin* - kitab doa-doa paling laris di Kalimantan, hampir semua rumah orang Banjar punya. Isinya kumpulan doa dari Qur'an dan Hadits untuk sehari-hari

2.  *Pimpinan Pondok Darussalam Martapura* periode 1970-an - 1980-an setelah Guru Anang Sya'rani

3.  *Sahabat dekat Abah Guru Sekumpul* - Guru Sekumpul sering menyebut "Guru Husin ini guruku juga"

4.  Ciri khas: *pakai kacamata hitam terus* - karena sakit mata (glaucoma) sejak muda, tapi tidak menghalangi mengajar. Makanya di foto-foto selalu pakai kacamata hitam

5.  *Ahli Falak dan Hisab* - pintar menentukan arah kiblat dan jadwal sholat


*Sifat:* tegas, berwibawa, tapi penyayang sama santri. Kalau mengajar kitab Ihya Ulumuddin bisa berjam-jam tidak berhenti.


Foto yang Pian punya itu diambil sekitar tahun *1970-an* di Martapura, waktu beliau masih aktif jadi pimpinan Darussalam.

#guruhuseinqodri #ulama #karismatik #martapura

Kyai Haji (KH) Mahfuz Amin (Abah Pemangkih) adalah seorang ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan dan pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih.

Kyai Haji (KH) Mahfuz Amin (Abah Pemangkih) adalah seorang ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan dan pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih. 



Biografi Singkat

Lahir: Desa Pamangkih, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada 23 Rajab 1332 H (1914 M).

Silsilah: Putra pertama dari pasangan Tuan Guru Haji Muhammad Ramli dan Hajah Sabariyah, serta cucu dari Tuan Guru Haji Muhammad Amin.


Pendidikan: Menempuh pendidikan dasar di Volk School dan Vervolk School, serta belajar agama kepada ayah dan para ulama lokal seperti Tuan Guru Muda Haji Hasbullah. Pada tahun 1938, ia berangkat ke Mekkah untuk menimba ilmu dari berbagai ulama besar, termasuk Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani, dan kembali ke tanah air pada 8 Oktober 1941.

Wafat: Hari Minggu, 21 Dzulhijjah 1415 H (21 Mei 1995 M) dalam usia 82 tahun. 


Perjuangan dan Pesantren

Pendirian Ponpes: Pada tahun 1958, ia mendirikan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih (diresmikan 11 Mei 1959), yang kemudian mendirikan pondok pesantren putri pada tahun 1975. 


Karakter & Pesan: Dikenal sangat tawadu, disiplin, ikhlas, dan berpesan kepada para penerusnya agar "hidup untuk menghidupi pondok" daripada mencari penghidupan dari pondok. 


#Jimkhaart #junaidnorhantakan #realist #khmahfuzamin #ibnulamin

Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai. “Antaya,

 ANTAYA 

========






Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai. “Antaya, antaya,” teriak seorang santri. Para santri yang bergerombol duduk santai di pelataran asrama itupun bubar, berlarian masuk kamar kemudian duduk dengan tekun membaca buku. Mengapa ? Karena ada sidak dari pengasuh pondok yang dipanggil “antaya”. 


Di malam Kamis habis Magrib, lain lagi ceritanya; sejumlah santri keluar ingin rekreasi ke pasar Amuntai; 300-an meter saja dari pondok (di Jembatan Pamintangan), tiba-tiba saja berlarian pulang ke pondok dan ada yang sembunyi entah dimana. Mengapa ? Karena terlihat dikejauhan “antaya” mengendarai sepedanya menuju pondok.  


Beliau itulah pengasuh pondok, H. Nafiah bin H. Djamal (lahir di Amuntai 27 Ramadhan 1343 H (1922 M). Ia dipanggil “antaya” karena kalau mengajar selalu bertanya dengan mengangkat tangan sambil menunjuk entah siapa sembari berkata:  “anta (kamu) …ya”, lalu ia sebut nama murid yang harus menjawab. Di masyarakat ia dipanggil mualim Nafiah.


Hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, karena Sabtu, 12 Januari 2008 bertepatan dengan 3 Muharram 1429 H, mualim H. Nafiah meninggal jam 05.00 WITA disaat-saat umat Islam setempat melaksanakan shalat fardhu Shubuh. Beliau wafat di rumahnya jalan Lambung Mangkurat RT. 7 No. 20 Pelampitan Hulu, Amuntai Tengah; setelah koma sejak Ashar hari sebelumnya. Sebenarnya ia tidak mempunyai penyakit selain penyakit tua, kakinya lemah tak bisa berdri dan tak kuat berjalan beberapa waktu menjelang akhir hayatnya, seakan-akan kecapean setelah sekian tahun berselang ia harus mondar mandir antara rumahnya dan PP. Rakha yang selalu dalam hati dan pikirannya. Shalat jenazah dimulai hari itu jam 11.00 siang sampai jam 14.20 WITA, ribuan pelayat datang silih berganti dan kemudian jenazahnya dikebumikan di alkah keluarga di Pelampitan Hulu, Amuntai. PP. Rakhapun berduka, kendati hari itu langit masih cerah.


H. Nafiah tamat sekolah rakyat th 1934, kemudian menimba ilmu di Pondok Modern Gontor, Ponorogo th 1939 s/d 1943. Guru mengajinya antara lain tuan guru H. Abdul Hamid Sungai Banar dan tuan guru KH. Chalid Tangga Ulin. Ia mulai mengajar di Madrasah Sullamun Najah Telaga Selaba (1943), Madrasah Rasyidiyah Pekapuran (1944-1946), Madrasah Normal Islam (1947-1951) dan termasuk salah seorang pendiri Perguruan Normal Islam di Rakha. Pernah menjabat anggota DPRD tingkat dua Hulu Sungai Utara (1964-1988) dan Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Hulu Sungai Utara (1953-1999). Teman-teman seangkatannya adalah KH. Abdul Muthallib M, KH. Ahmad  Mansyur dan KH. Idham Chalid. Ditahun 1937 beliau dibawa naik haji oleh orang tuanya, menjadikan tanah suci Makkah selalu menjadi tumpuan ingatannya dan ia ingin umat Islam banyak bisa mengunjunginya, terbukti ia adalah orang pertama di Indonesia yang mempelopori usaha penyelenggara Biro Perjalanan Haji dan Umrah. 


Penampilannya sederhana, berpakaian serba putih, hanya sepatu yang hitam. Beliau selalu senyum terhadap anak didiknya, tidak pernah ditemukan ia marah. Penulis yang pernah mondok di PP. Rakha (th 1962 s/d 1972) sangat merasakan sentuhan lembutnya dalam memberikan pengajaran dan pendidikan dan barangkali semua yang pernah berguru kepadanya. 


Bila anda membuka buku “Apa dan Siapa dari Utara, Profil dan Kinerja Anak Banua” yang disusun atas prakarsa H. Ahmad Makkie. BA, naskah ditulis H. Kamarul Hidayat, di halaman  71 anda akan menemukan fotonya terpampang dengan senyuman khasnya; di situ tercatat antara lain : “kunci keberhasilan beliau dalam meniti karirnya adalah dilandasi niat karena Allah SWT semata dan memperoleh dukungan dari isteri dan anak-anaknya. Prinsip hidupnya berani mengoreksi dan siap dikoreksi.” 


Selamat jalan “antaya,” guru kami mualim H. Nafiah dalam usia 86 tahun, yang menyusul  isteri beliau (wafat th 2001) dan kedua puteranya H. Syaifullah dan H. Barkatullah yang meninggal beberapa tahun sebelumnya.


Penulis: KH. Husin Naparin, Lc, MA

Senin, Oktober 26, 2026

 📘 RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) KEPALA SEKOLAH


Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan salah satu dokumen penting dalam pengelolaan sekolah. Melalui RKT, kepala sekolah dapat merencanakan program dan kegiatan selama satu tahun secara lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.


RKT bukan sekadar daftar kegiatan yang harus dilaksanakan, tetapi menjadi pedoman untuk menentukan prioritas, membagi tanggung jawab, mengatur waktu pelaksanaan, serta mengevaluasi keberhasilan program sekolah.


📌 Apa saja yang perlu dimuat dalam RKT?


✅ 1. Kurikulum dan Pembelajaran

Meliputi evaluasi kurikulum, supervisi akademik, penguatan perangkat ajar, dan peningkatan kualitas pembelajaran.


✅ 2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Meliputi peningkatan kompetensi guru, komunitas belajar, pembinaan disiplin, dan evaluasi kinerja.


✅ 3. Kesiswaan

Meliputi pembinaan karakter, pengembangan bakat dan minat, kegiatan ekstrakurikuler, serta pencegahan perundungan.


✅ 4. Sarana dan Prasarana

Meliputi pemeliharaan fasilitas, inventarisasi barang, pengadaan sarana prioritas, dan penataan lingkungan sekolah.


✅ 5. Humas dan Kemitraan

Meliputi komunikasi dengan orang tua, kerja sama dengan komite sekolah, kemitraan dengan masyarakat, dan publikasi kegiatan sekolah.


📝 Bagaimana RKT disusun?


Penyusunan RKT perlu mempertimbangkan hasil evaluasi diri sekolah, Rapor Pendidikan, RKJM, kebutuhan nyata sekolah, serta masukan dari warga sekolah dan masyarakat.


Setiap program sebaiknya dilengkapi dengan:


- Nama program dan kegiatan.

- Indikator keberhasilan.

- Waktu pelaksanaan.

- Penanggung jawab.

- Kebutuhan anggaran yang diselaraskan dengan RKAS.

- Rencana monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.


🎯 Mengapa RKT penting bagi kepala sekolah?


Karena sekolah yang dikelola dengan baik bukan hanya sekolah yang memiliki banyak program, melainkan sekolah yang mampu menentukan prioritas, melaksanakan program secara konsisten, dan mengevaluasi hasilnya untuk perbaikan berikutnya.


Kepala sekolah tidak harus memulai dari program yang besar. Mulailah dari kebutuhan yang paling mendesak, susun langkah yang realistis, libatkan warga sekolah, dan lakukan evaluasi secara berkala.


Ingat, perencanaan yang baik bukan diukur dari tebalnya dokumen, tetapi dari seberapa nyata dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan perkembangan murid.


💬 Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan Guru, apakah di sekolah Anda RKT sudah disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan hasil evaluasi sekolah, atau masih sebatas dokumen administrasi?


Mari berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua. 🙏


#RKTKepalaSekolah #AdministrasiKepalaSekolah #ManajemenSekolah #PendidikanIndonesia #GuruIndonesia #MutuPendidikan.

 📘 JURNAL HARIAN KEPALA SEKOLAH PAUD


Menjadi kepala sekolah PAUD bukan hanya memastikan guru hadir dan kegiatan belajar berjalan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan setiap hari, mulai dari kenyamanan anak saat bermain, pendampingan guru, keamanan lingkungan, hingga komunikasi dengan orang tua.


Agar semua kegiatan tersebut lebih terarah, salah satu administrasi yang dapat digunakan adalah Jurnal Harian Kepala Sekolah PAUD.


📝 Apa saja yang dicatat dalam jurnal harian?


📌 1. Kegiatan Kepala Sekolah

Mencatat kegiatan yang dilakukan, seperti memantau kedatangan anak, mengamati pembelajaran, berkoordinasi dengan guru, dan meninjau sarana prasarana.


📌 2. Hasil atau Keterangan

Menuliskan hasil pengamatan, misalnya anak terlihat antusias mengikuti kegiatan bermain, guru menggunakan media pembelajaran yang menarik, atau terdapat alat permainan yang perlu diperbaiki.


📌 3. Tindak Lanjut

Mencatat langkah yang akan dilakukan setelah menemukan suatu kebutuhan atau kendala. Contohnya, berdiskusi dengan guru untuk memperkaya kegiatan bermain atau menjadwalkan perbaikan alat permainan.


📌 4. Catatan dan Refleksi

Mencatat hal-hal yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu ditingkatkan.


🌱 Mengapa jurnal harian ini penting?


Karena pengelolaan PAUD membutuhkan perhatian terhadap hal-hal kecil yang berdampak besar bagi anak.


Ketika anak kurang tertarik mengikuti kegiatan, kepala sekolah dapat mengajak guru mengevaluasi metode bermain yang digunakan.


Ketika ditemukan alat permainan yang rusak, perlu ada tindak lanjut agar lingkungan belajar tetap aman.


Ketika komunikasi dengan orang tua belum berjalan optimal, kepala sekolah dapat merencanakan cara komunikasi yang lebih baik.


Dari catatan sederhana tersebut, kepala sekolah dapat melihat perkembangan pelaksanaan program, menemukan kendala, dan menentukan langkah perbaikan.


Jurnal harian bukan sekadar tumpukan administrasi. Jika diisi sesuai kegiatan nyata dan digunakan untuk refleksi, jurnal dapat membantu kepala sekolah menjalankan tugas dengan lebih terarah.


Sebab, kualitas layanan PAUD tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dibuat, tetapi juga oleh kesungguhan dalam memperhatikan kebutuhan anak dan memperbaiki proses yang belum optimal.


💬 Bapak/Ibu Kepala Sekolah PAUD, apakah jurnal harian seperti ini sudah digunakan di satuan pendidikan masing-masing?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.


#KepalaSekolahPAUD #AdministrasiPAUD #JurnalHarianKepalaSekolah #GuruPAUD #PendidikanAnakUsiaDini #PAUDBerkualitas

 

SURAT SULTAN PASER DARUL AMAN KEPADA SULTAN BANJAR DARUL IHSAN (17 FEBRUARI 1830)


الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين.


Telah selesai daripada memuji Tuhan Hananul Manan, maka dishalawatkan pula Nabi akhir zaman, serta didapatkan pula di dalamnya dengan salam yang terakmal serta doa yang terafdhal, yaitu daripada Seri Paduka Nenek Sultan Mahmud Khan Ibni Almarhum Sultan Rahmatullah yang bertakhta kerajaan dan kebesaran di dalam kandang daerah Negeri Paser Darul Aman.


Maka mudah-mudahan barang disampaikan Allah subhanahu wa ta'ala jua kiranya datang ke hadapan majelis Seri Paduka Cucunda Sultan Tamjidillah Al Watsiqu Billah Ibni Almarhum Sultan Abdurrahman yang mempunyai takhta kerajaan dan kemuliaan daerah Negeri Banjarmasin Darul Ihsan, maka mudah-mudahan barang dilanjutkan Allah subhanahu wa ta'ala umurul zamannya di dalamnya taat dan afiyat serta ditambahi Allah subhanahu wa ta'ala pangkat yang kebesaran min darah dun'ya ila daril akhirah, aamiin yaa rabbal 'aalamiin.


Wa ba'dahu, kemudian daripada itu adalah nenek barang maklumkan dari hal surat Seri Paduka Cucunda yang dibawa oleh Pambakal Sahudin yaitu telah sampai kepada nenek pada sepuluh hari bulan Shafar pada hari Ahad, maka yang tersebut di dalamnya itu cucunda mekhabarkan dari itu surat Seri Paduka Tuan Residen yang panggil nenek pergi di Banjarmasin yaitu sepuluh kali cucunda hendak lihat nenek mengadap Seri Paduka Tuan Residen beribu-ribu kali nenek hendak ke Banjarmasin, maka ini saja yang jadi aral pada nenek sebab banyak hal ihwalnya negeri orang-orang tua-tua Paser tiada berani nenek tinggalkan kalau-kalau ada rusuh, maka itulah Pangiran Anum dan Pangiran Perabu Anum dan Gusti Ali serta menteri sadua tiga nenek suruh mengadap Seri Paduka sahabat kita Tuan Residen serta nenek suruh jua mengadap Seri Paduka Cucunda akan ganti pertemuan nenek dan cucunda berkata-kata dengan cucunda dari kerana sebagaimana zaman Panembahan Adam Al Watsiqu Billah dan Marhum Sultan Adam di Paser yang dahulu-dahulu itu mesti Banjar Paser Paser Banjar supaya boleh jua bertambah-tambah hasil pada cucunda demikian.


Tersurat di dalam Negeri Paser pada tiga likur bulan Sya'ban pada hari Itsnin tahun 1245 (17 Februari 1830).


________________________


• Sultan Banjar: Sultan Tamjidillah Al Watsiq Billah bin Sultan Muda Abdurrahman.


• Sultan Paser: Sultan Mahmud Han Alamsyah bin Sultan Sulaiman Alamsyah.


• Deskripsi: Transliterasi Jawi Lama kepada Roman Melayu Modern oleh Fazli Ibrahim.


• Rujukan: Munich Digitization Center (MDZ).


Ahmad Khatib.

𝗞𝗶𝘆𝗮𝗶 𝗗𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗬𝘂𝗱𝗵𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 bin Kiyai Syahabuddin bin Kiyai Martapati, beliau adalah Kepala Distrik Batang Alai tahun 1867 M.

 𝗞𝗶𝘆𝗮𝗶 𝗗𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗬𝘂𝗱𝗵𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 bin Kiyai Syahabuddin bin Kiyai Martapati, beliau adalah Kepala Distrik Batang Alai tahun 1867 M.


𝗞𝗶𝘆𝗮𝗶 𝗗𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗬𝘂𝗱𝗵𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 bin Kiyai Syahabuddin bin Kiyai Martapati, beliau adalah Kepala Distrik Batang Alai tahun 1867 M.


Beliau memiliki nama asli Andin Dirja. Dilahirkan di Desa Palajau, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Semasa hidupnya, beliau berdomisili di Desa Lok Besar, Kecamatan Batang Alai Selatan (Birayang).


Salah satu putra Kiyai Demang Yudha Negara ialah Kiyai Ahmad Dahlan yang pernah menjadi kiyai di Kotabaru dan jaksa di Amuntai. Kiyai Ahmad Dahlan menurunkan H. Sarkawi yang pernah menjadi kiyai di Batumandi. Kelak ketika Indonesia merdeka, H. Sarkawi menjadi Gubernur Kalimantan Selatan pertama.

Sumber:

Ahmad Khatib.

Minggu, Oktober 25, 2026

 📘 JURNAL HARIAN KEPALA SEKOLAH: BUKAN SEKADAR CATATAN KEGIATAN


Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang memimpin rapat, memeriksa administrasi, atau memastikan kegiatan belajar berjalan dengan baik. Ada banyak hal yang perlu dipantau, dievaluasi, dan ditindaklanjuti setiap hari.


Salah satu cara sederhana untuk mendokumentasikan pelaksanaan tugas tersebut adalah melalui Jurnal Harian Kepala Sekolah.


📝 Apa saja yang dicatat dalam jurnal harian kepala sekolah?


1. Hari dan tanggal untuk mengetahui waktu pelaksanaan kegiatan.

2. Waktu kegiatan untuk mencatat jadwal pelaksanaan tugas.

3. Kegiatan kepala sekolah, seperti supervisi pembelajaran, rapat koordinasi, pemantauan kedisiplinan, dan pengelolaan sarana prasarana.

4. Hasil atau keterangan untuk mendokumentasikan hal-hal yang ditemukan selama kegiatan.

5. Tindak lanjut untuk memastikan setiap permasalahan atau kebutuhan mendapatkan perhatian.

6. Catatan dan refleksi untuk menuliskan kendala, evaluasi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki.


🌱 Mengapa jurnal ini penting?


Karena kegiatan yang sudah dilaksanakan perlu didokumentasikan. Permasalahan yang ditemukan perlu ditindaklanjuti. Sementara itu, program yang belum berjalan optimal perlu dievaluasi.


Dengan jurnal harian, kepala sekolah dapat melihat kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang masih menjadi kendala, dan langkah apa yang perlu dilakukan berikutnya.


Jurnal ini juga dapat menjadi bahan evaluasi pelaksanaan tugas dan dokumentasi kegiatan kepemimpinan sekolah.


Tentu saja, jurnal bukan sekadar formalitas administrasi. Yang lebih penting adalah kesesuaian antara catatan dan kegiatan nyata di sekolah.


📌 Bapak/Ibu kepala sekolah, jangan hanya sibuk menyelesaikan kegiatan hari ini. Luangkan waktu untuk mencatat, mengevaluasi, dan merencanakan perbaikan untuk hari berikutnya.


Sebab, sekolah yang terus berkembang bukanlah sekolah yang tidak memiliki masalah, melainkan sekolah yang mau belajar dari setiap proses dan berusaha memperbaiki diri.


💬 Bagaimana dengan Bapak/Ibu? Apakah jurnal harian kepala sekolah sudah menjadi bagian dari rutinitas di sekolah?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga bermanfaat!


#KepalaSekolah #AdministrasiSekolah #JurnalHarianKepalaSekolah #ManajemenSekolah #PendidikanIndonesia #BerbagiPraktikBaik

 MEMAHAMI ASESMEN DIAGNOSTIK LEBIH DALAM LAGI

--- 🌷🌷🌷


Bapak/Ibu Guru, pernahkah kita merasa sudah menjelaskan materi berulang kali, tetapi masih ada murid yang belum memahaminya?


Bisa jadi, murid bukan tidak mampu belajar. Namun, mereka memiliki kemampuan awal, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang berbeda.


Di sinilah pentingnya asesmen diagnostik. 🌱


Asesmen diagnostik bukan sekadar memberikan soal di awal semester. Lebih dari itu, asesmen ini membantu guru memahami kondisi awal murid, menemukan kesulitan belajar, serta menentukan strategi pembelajaran yang lebih sesuai.


📌 Apa saja yang perlu dipahami?


1. Asesmen diagnostik kognitif


Digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal, pemahaman konsep, keterampilan dasar, dan penguasaan materi prasyarat murid.


2. Asesmen diagnostik nonkognitif


Membantu guru memahami minat, motivasi, perasaan, kebiasaan belajar, serta kondisi yang dapat memengaruhi proses belajar murid.


3. Kapan dilakukan?


Tidak hanya pada awal tahun atau semester. Asesmen diagnostik juga dapat dilakukan sebelum memulai materi baru atau ketika guru menemukan kesulitan belajar yang perlu ditelusuri.


4. Bagaimana tindak lanjutnya?


Hasil asesmen perlu dianalisis agar guru dapat menentukan langkah yang tepat.


Murid yang sudah memahami materi dapat diberikan tantangan lebih tinggi. Murid yang mulai memahami dapat diberikan latihan bertahap. Sementara itu, murid yang masih kesulitan perlu mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.


5. Apa yang harus dihindari?


Jangan menggunakan hasil asesmen untuk memberikan label kepada murid, seperti pintar, lemah, atau tidak mampu. Kemampuan murid dapat berkembang ketika mereka memperoleh kesempatan dan dukungan yang tepat.


✨ Ingat, asesmen diagnostik bukan tentang mencari siapa yang paling pintar dan siapa yang paling tertinggal. Asesmen diagnostik adalah upaya memahami kebutuhan murid agar guru dapat menentukan langkah pembelajaran yang lebih tepat.


Karena setiap murid memiliki titik awal yang berbeda, guru perlu menyiapkan jalan belajar yang sesuai agar setiap murid memiliki kesempatan untuk berkembang.


💬 Pertanyaan untuk Bapak/Ibu Guru:


Selama ini, apakah hasil asesmen awal di kelas sudah benar-benar digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran, atau masih sebatas melengkapi administrasi?


Mari berbagi pengalaman di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman kita bisa menjadi inspirasi bagi guru lainnya. 🤝


#AsesmenDiagnostik #KurikulumMerdeka #GuruBelajar #PembelajaranBerdiferensiasi #PendidikanIndonesia #GuruIndonesia

 📘 JURNAL KEGIATAN HARIAN WAKASEK KURIKULUM: BUKAN SEKADAR ADMINISTRASI


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik, terarah, dan sesuai dengan perencanaan.


Salah satu administrasi yang dapat membantu pelaksanaan tugas tersebut adalah Jurnal Kegiatan Harian Wakasek Kurikulum.


Jurnal ini bukan sekadar catatan kegiatan, tetapi juga menjadi alat untuk memantau pelaksanaan program, mencatat hasil pekerjaan, menemukan kendala, dan merencanakan tindak lanjut.


📌 Apa saja yang dicatat dalam jurnal harian?


✅ 1. Kegiatan yang dilaksanakan

Misalnya memeriksa jadwal pelajaran, mengoordinasikan kegiatan guru, memantau pembelajaran, dan memeriksa kelengkapan perangkat pembelajaran.


✅ 2. Hasil yang dicapai

Mencatat hasil nyata dari kegiatan yang dilakukan, sehingga pekerjaan tidak hanya tercatat sebagai aktivitas, tetapi juga menunjukkan perkembangannya.


✅ 3. Kendala yang ditemukan

Misalnya masih ada guru yang belum menyelesaikan perangkat pembelajaran atau terdapat jadwal pelajaran yang perlu disesuaikan.


✅ 4. Rencana tindak lanjut

Setiap kendala perlu diikuti dengan langkah penyelesaian yang jelas, seperti koordinasi, pendampingan, atau penjadwalan ulang.


✅ 5. Catatan dan evaluasi harian

Menjadi bahan untuk menentukan prioritas pekerjaan pada hari berikutnya.


📖 Mengapa jurnal ini penting?


Dengan jurnal kegiatan harian, Wakasek Kurikulum dapat:


- Menjalankan tugas secara lebih terarah.

- Memantau pelaksanaan program kurikulum.

- Mendokumentasikan hasil koordinasi dengan guru.

- Mengidentifikasi permasalahan lebih awal.

- Menyiapkan bahan evaluasi dan laporan kegiatan.


Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pengelolaan kurikulum bukan hanya tentang kelengkapan dokumen. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan perencanaan benar-benar mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan murid.


Administrasi yang baik bukan administrasi yang paling banyak, melainkan administrasi yang membantu pekerjaan menjadi lebih terarah, terdokumentasi, dan dapat ditindaklanjuti.


Semoga contoh jurnal ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu Wakasek Kurikulum yang sedang menyiapkan administrasi Tahun Pelajaran 2026/2027.


💬 Bagaimana dengan Bapak/Ibu?

Apakah jurnal kegiatan harian Wakasek Kurikulum sudah digunakan di sekolah masing-masing?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga kita bisa saling belajar dan menguatkan dalam meningkatkan mutu pendidikan.


#WakasekKurikulum #AdministrasiSekolah #KurikulumMerdeka #PerangkatPembelajaran #GuruIndonesia #TahunPelajaran20262027

 📍RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

🌷PEMBELAJARAN MENDALAM


A. IDENTITAS PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan: SMP Negeri 3 Sambelia

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Fase/Kelas: D/VIII

Semester: Ganjil

Materi Pokok: Sistem Pencernaan pada Manusia

Alokasi Waktu: 3 JP (120 menit)

Tahun Pelajaran: 2026/2027

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Pendekatan: Pembelajaran Mendalam

Metode: Diskusi, tanya jawab, pengamatan, presentasi, dan refleksi


B. IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN


1. Identifikasi Murid


Murid telah mengenal beberapa organ tubuh manusia dan mengetahui bahwa makanan diperlukan untuk menghasilkan energi. Murid memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda sehingga pengalaman mereka dapat dijadikan titik awal pembelajaran.


2. Identifikasi Materi


Materi sistem pencernaan pada manusia mencakup:


- Organ-organ penyusun sistem pencernaan.

- Fungsi organ pencernaan.

- Proses pencernaan mekanis dan kimiawi.

- Peran enzim dalam pencernaan.

- Gangguan sistem pencernaan dan upaya menjaga kesehatannya.


3. Dimensi Profil Lulusan yang Dikembangkan


- Penalaran kritis.

- Komunikasi.

- Kolaborasi.

- Kemandirian.

- Kesehatan.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:


1. Menyebutkan urutan organ pencernaan manusia dengan benar.

2. Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan manusia.

3. Membedakan proses pencernaan mekanis dan kimiawi disertai contoh.

4. Menganalisis hubungan kebiasaan makan dengan kesehatan sistem pencernaan berdasarkan informasi ilmiah.

5. Menyajikan hasil diskusi berupa diagram perjalanan makanan atau poster sederhana tentang sistem pencernaan.

6. Merefleksikan kebiasaan sehari-hari dan menentukan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan.


D. PEMAHAMAN BERMAKNA


Makanan yang dikonsumsi manusia mengalami proses pencernaan agar zat gizinya dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh. Memahami sistem pencernaan membantu murid memilih kebiasaan makan yang lebih sehat dan menjaga fungsi organ tubuh.


E. PERTANYAAN PEMANTIK


1. Mengapa makanan harus dicerna sebelum dapat dimanfaatkan tubuh?

2. Apa yang terjadi pada makanan sejak masuk ke mulut sampai dikeluarkan dari tubuh?

3. Mengapa kita perlu mengonsumsi makanan berserat dan minum air yang cukup?

4. Apa yang dapat terjadi jika kita memiliki kebiasaan makan yang kurang sehat?


F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


- Guru memberi salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kesiapan belajar.

- Guru menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya kebiasaan sarapan dan mengonsumsi sayuran.

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan.

- Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang perjalanan makanan di dalam tubuh.

- Murid menyampaikan pengetahuan awal berdasarkan pengalaman masing-masing.


Prinsip pembelajaran: Berkesadaran dan bermakna.


2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap 1: Memahami (25 menit)


- Guru menyajikan gambar sistem pencernaan manusia.

- Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi organ-organ pencernaan.

- Guru menjelaskan secara singkat urutan organ, fungsi organ, serta perbedaan pencernaan mekanis dan kimiawi.

- Murid membaca bahan ajar dan mencatat konsep penting.

- Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman murid.


Tahap 2: Mengaplikasikan (45 menit)


Guru menyajikan permasalahan berikut:


“Seorang murid sering melewatkan sarapan, jarang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta kurang minum air. Ia terkadang mengalami kesulitan buang air besar. Bagaimana sistem pencernaan bekerja, dan kebiasaan apa yang dapat diperbaiki?”


Kegiatan murid:


- Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

- Setiap kelompok mengidentifikasi masalah dalam kasus tersebut.

- Murid menyusun diagram perjalanan makanan melalui organ pencernaan.

- Murid menjelaskan fungsi organ dan proses yang terjadi pada setiap bagian.

- Murid mendiskusikan hubungan konsumsi serat, kecukupan cairan, aktivitas fisik, dan kesehatan pencernaan.

- Murid menyusun saran berdasarkan konsep IPA yang telah dipelajari.

- Setiap kelompok membuat diagram atau poster sederhana sebagai hasil diskusi.


Peran guru:


- Membimbing diskusi dan mengajukan pertanyaan pengarah.

- Memberikan kesempatan kepada semua murid untuk berpendapat.

- Meluruskan miskonsepsi tentang fungsi organ dan proses pencernaan.

- Memberikan bantuan sesuai kebutuhan belajar murid.


Tahap 3: Merefleksikan (20 menit)


- Kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat.

- Kelompok lain memberikan pertanyaan atau tanggapan.

- Guru bersama murid menyimpulkan konsep penting tentang sistem pencernaan.

- Murid menuliskan hal yang telah dipahami, hal yang masih membingungkan, dan satu kebiasaan sehat yang akan diupayakan.

- Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar.


Prinsip pembelajaran: Bermakna dan menggembirakan.


3. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru bersama murid menyimpulkan urutan organ, fungsi organ, dan proses pencernaan.

- Murid mengerjakan asesmen singkat secara individu.

- Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid.

- Guru memberikan tindak lanjut berupa pengamatan kebiasaan makan sehari-hari.

- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN


1. Asesmen Diagnostik


Dilaksanakan pada awal pembelajaran melalui tanya jawab.


Contoh pertanyaan:


- Organ apa yang pertama kali menerima makanan?

- Apa fungsi lambung?

- Mengapa tubuh memerlukan makanan?


Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal murid dan menentukan bantuan belajar yang diperlukan.


2. Asesmen Formatif


Dilaksanakan selama proses pembelajaran melalui:


- Keaktifan dalam diskusi.

- Ketepatan diagram perjalanan makanan.

- Kemampuan menjelaskan fungsi organ.

- Kemampuan menghubungkan kebiasaan makan dengan kesehatan pencernaan.

- Kerja sama dan komunikasi kelompok.


3. Asesmen Sumatif


Murid menjawab pertanyaan berikut secara individu.


1. Tuliskan urutan organ pencernaan manusia dari mulut sampai anus.

2. Jelaskan dua fungsi lambung dalam proses pencernaan.

3. Apa perbedaan pencernaan mekanis dan kimiawi?

4. Mengapa usus halus berperan penting dalam penyerapan zat gizi?

5. Jelaskan tiga kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan beserta alasannya.


4. Rubrik Penilaian Produk Kelompok


Aspek yang dinilai:


- Ketepatan konsep IPA: skor 1–4.

- Kelengkapan informasi: skor 1–4.

- Kejelasan diagram atau poster: skor 1–4.

- Kerja sama dan komunikasi: skor 1–4.


Skor maksimal: 16.


Nilai akhir = (Skor perolehan ÷ 16) × 100.


Kriteria skor:


- 4 = Sangat baik.

- 3 = Baik.

- 2 = Cukup.

- 1 = Perlu bimbingan.


5. Tindak Lanjut


- Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran diberikan tugas pengayaan berupa analisis sederhana tentang peran enzim pencernaan.

- Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan penjelasan ulang menggunakan gambar organ, kartu urutan organ, dan pertanyaan bertahap.

- Guru menggunakan hasil asesmen untuk merencanakan pembelajaran berikutnya.


H. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR


1. Buku IPA SMP/MTs Kelas VIII yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

2. Gambar atau poster sistem pencernaan manusia.

3. LKPD tentang organ dan proses pencernaan.

4. Video edukasi tentang sistem pencernaan manusia.

5. Lingkungan dan pengalaman sehari-hari murid terkait kebiasaan makan.

6. Kertas, alat tulis, dan perangkat presentasi sederhana.


I. REFLEKSI GURU


Setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi dengan pertanyaan berikut:


1. Apakah tujuan pembelajaran telah tercapai?

2. Apakah murid mampu menjelaskan konsep dengan kata-kata sendiri?

3. Apakah kegiatan diskusi membantu murid menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata?

4. Murid mana yang masih memerlukan pendampingan?

5. Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?


J. REFLEKSI MURID


Murid melengkapi pernyataan berikut:


- Hari ini saya memahami bahwa ....

- Hal yang masih membingungkan bagi saya adalah ....

- Pengetahuan yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ....

- Kebiasaan yang ingin saya perbaiki untuk menjaga kesehatan pencernaan adalah ....


Sambelia, ......................... 2026


Mengetahui,

Kepala Sekolah                             Guru Mata Pelajaran IPA


(...................................)             (...................................)


NIP. ................................             NIP. ................................

MEMAHAMI 3 PRINSIP UTAMA DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM --- 🌷🌷🌷

 MEMAHAMI 3 PRINSIP UTAMA DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM --- 🌷🌷🌷


Bapak/Ibu Guru, pembelajaran mendalam bukan sekadar membuat murid memahami materi, mengerjakan tugas, atau mendapatkan nilai yang baik. Lebih dari itu, pembelajaran perlu membantu murid menyadari proses belajarnya, menemukan manfaat dari apa yang dipelajari, dan merasa senang selama mengikuti pembelajaran.


Ada tiga prinsip penting yang dapat kita terapkan di kelas. 🌱


1. BERKESADARAN 🧠


Murid memahami tujuan pembelajaran, menyadari apa yang sedang dipelajari, serta mengetahui perkembangan dirinya.


Contoh kegiatan:

✅ Mengajak murid melakukan refleksi sebelum belajar.

✅ Meminta murid menentukan tujuan belajar pribadi.

✅ Mengajak murid menuliskan hal yang sudah dipahami dan yang masih membingungkan.

✅ Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengevaluasi proses belajarnya.


2. BERMAKNA 🌿


Murid mampu menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata, kehidupan sehari-hari, dan lingkungan sekitarnya.


Contoh kegiatan:

✅ Mengaitkan materi dengan masalah yang ditemukan di lingkungan.

✅ Melakukan proyek sederhana yang menghasilkan solusi.

✅ Mengamati fenomena nyata di sekitar sekolah.

✅ Mengajak murid berdiskusi tentang manfaat materi dalam kehidupan sehari-hari.


3. MENGGEMBIRAKAN 😊


Murid merasa aman, nyaman, dihargai, tertantang, dan senang terlibat dalam proses pembelajaran.


Contoh kegiatan:

✅ Menggunakan permainan edukatif dan kuis.

✅ Melakukan eksperimen atau praktik langsung.

✅ Menerapkan diskusi dan kerja kelompok yang melibatkan semua murid.

✅ Menggunakan media pembelajaran yang bervariasi.

✅ Memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih cara belajar atau bentuk hasil karyanya.


Lalu, bagaimana menerapkan ketiganya secara bersamaan?


Misalnya, dalam pembelajaran IPA tentang sistem pencernaan manusia, guru mengajak murid merefleksikan kebiasaan makannya (berkesadaran), menghubungkan materi dengan pentingnya menjaga kesehatan tubuh (bermakna), kemudian melakukan permainan menyusun urutan organ pencernaan atau membuat model sederhana (menggembirakan).


Dengan demikian, murid tidak hanya menghafal nama organ, tetapi juga memahami manfaatnya dan terdorong menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


✨ Pesan untuk Bapak/Ibu Guru:


Pembelajaran mendalam tidak selalu membutuhkan teknologi canggih, alat mahal, atau kegiatan yang rumit. Hal sederhana yang dirancang dengan baik pun dapat memberikan pengalaman belajar yang berarti.


Mari kita ciptakan pembelajaran yang membuat murid sadar akan proses belajarnya, memahami manfaat ilmunya, dan menikmati pengalaman belajarnya.


Karena tujuan kita bukan hanya membuat murid tahu, tetapi juga membantu mereka memahami, menerapkan, dan terus bertumbuh.


💬 Menurut Bapak/Ibu Guru, prinsip mana yang paling menantang untuk diterapkan di kelas: berkesadaran, bermakna, atau menggembirakan? Mari berbagi pengalaman di kolom komentar.


#PembelajaranMendalam #KurikulumMerdeka #GuruIndonesia #PraktikBaikPembelajaran #PendidikanIndonesia

PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENGULANG MATERI DI KELAS --- 🌷🌷

 🎯 3 PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENGULANG MATERI DI KELAS --- 🌷🌷🌷


Bapak/Ibu Guru, mengulang materi tidak harus selalu dengan memberikan soal atau meminta murid membaca kembali catatan. Sesekali, kita bisa mengajak murid belajar melalui permainan sederhana yang menyenangkan. 😊


Selain membuat suasana kelas lebih hidup, permainan juga membantu kita mengetahui sejauh mana murid memahami materi yang sudah dipelajari.


Berikut 3 permainan yang bisa dicoba di kelas.


1. Tebak Kata atau Istilah 🧠


Guru menyiapkan kartu berisi kata atau istilah penting. Seorang murid bertugas menjelaskan istilah tersebut tanpa menyebutkan jawabannya, sedangkan teman-temannya menebak.


Contohnya, pada pelajaran IPA, murid diminta menjelaskan istilah fotosintesis tanpa menyebutkan kata tersebut.


Permainan ini melatih daya ingat, pemahaman konsep, dan kemampuan murid menjelaskan sesuatu dengan bahasanya sendiri.


2. Kartu Cepat ⚡


Guru menyiapkan kartu pertanyaan dan jawaban. Murid mengambil kartu pertanyaan, mencoba menjawab, kemudian memeriksa jawabannya di bagian belakang kartu.


Contohnya:


- Apa fungsi akar pada tumbuhan?

- Apa yang dimaksud dengan penguapan?

- Sebutkan tiga contoh perubahan wujud zat.


Permainan ini cocok digunakan sebagai kegiatan pembuka, penutup pembelajaran, atau pengulangan materi sebelum asesmen.


3. Ular Tangga Materi 🎲


Guru membuat papan ular tangga sederhana yang setiap kotaknya berisi pertanyaan sesuai materi pembelajaran.


Murid bermain secara berkelompok. Setiap kali berhenti di sebuah kotak, murid harus menjawab pertanyaan. Jika jawabannya benar, permainan dilanjutkan sesuai aturan yang disepakati.


Permainan ini dapat melatih ingatan, keberanian menjawab, kerja sama, dan sportivitas.


🌱 Hal yang perlu diperhatikan guru


Permainan bukan sekadar membuat murid tertawa atau merasa senang. Pastikan setiap permainan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.


Guru juga perlu memberikan kesempatan kepada semua murid untuk terlibat, bukan hanya kepada murid yang cepat menjawab.


Jika ada murid yang belum mampu menjawab, jangan langsung menyalahkan. Berikan petunjuk, kesempatan mencoba kembali, dan penguatan agar mereka tetap percaya diri.


Karena pada akhirnya, yang kita harapkan bukan hanya kelas yang ramai, tetapi kelas yang aktif, menyenangkan, dan membantu murid memahami pelajaran dengan lebih baik.


💬 Bapak/Ibu Guru, permainan mana yang paling ingin dicoba di kelas? Atau mungkin Bapak/Ibu memiliki permainan sederhana lainnya untuk mengulang materi?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi guru lainnya. ❤️


#TipsGuru #StrategiPembelajaran #PembelajaranMenyenangkan #IdeKegiatanKelas #GuruBelajar

JURNAL HARIAN KEPALA SEKOLAH: BUKAN SEKADAR CATATAN KEGIATAN

 📘 JURNAL HARIAN KEPALA SEKOLAH: BUKAN SEKADAR CATATAN KEGIATAN


Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang memimpin rapat, memeriksa administrasi, atau memastikan kegiatan belajar berjalan dengan baik. Ada banyak hal yang perlu dipantau, dievaluasi, dan ditindaklanjuti setiap hari.


Salah satu cara sederhana untuk mendokumentasikan pelaksanaan tugas tersebut adalah melalui Jurnal Harian Kepala Sekolah.


📝 Apa saja yang dicatat dalam jurnal harian kepala sekolah?


1. Hari dan tanggal untuk mengetahui waktu pelaksanaan kegiatan.

2. Waktu kegiatan untuk mencatat jadwal pelaksanaan tugas.

3. Kegiatan kepala sekolah, seperti supervisi pembelajaran, rapat koordinasi, pemantauan kedisiplinan, dan pengelolaan sarana prasarana.

4. Hasil atau keterangan untuk mendokumentasikan hal-hal yang ditemukan selama kegiatan.

5. Tindak lanjut untuk memastikan setiap permasalahan atau kebutuhan mendapatkan perhatian.

6. Catatan dan refleksi untuk menuliskan kendala, evaluasi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki.


🌱 Mengapa jurnal ini penting?


Karena kegiatan yang sudah dilaksanakan perlu didokumentasikan. Permasalahan yang ditemukan perlu ditindaklanjuti. Sementara itu, program yang belum berjalan optimal perlu dievaluasi.


Dengan jurnal harian, kepala sekolah dapat melihat kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang masih menjadi kendala, dan langkah apa yang perlu dilakukan berikutnya.


Jurnal ini juga dapat menjadi bahan evaluasi pelaksanaan tugas dan dokumentasi kegiatan kepemimpinan sekolah.


Tentu saja, jurnal bukan sekadar formalitas administrasi. Yang lebih penting adalah kesesuaian antara catatan dan kegiatan nyata di sekolah.


📌 Bapak/Ibu kepala sekolah, jangan hanya sibuk menyelesaikan kegiatan hari ini. Luangkan waktu untuk mencatat, mengevaluasi, dan merencanakan perbaikan untuk hari berikutnya.


Sebab, sekolah yang terus berkembang bukanlah sekolah yang tidak memiliki masalah, melainkan sekolah yang mau belajar dari setiap proses dan berusaha memperbaiki diri.


💬 Bagaimana dengan Bapak/Ibu? Apakah jurnal harian kepala sekolah sudah menjadi bagian dari rutinitas di sekolah?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga bermanfaat!


#KepalaSekolah #AdministrasiSekolah #JurnalHarianKepalaSekolah #ManajemenSekolah #PendidikanIndonesia #BerbagiPraktikBaik

CONTOH PROGRAM PRIORITAS RKJM EMPAT TAHUN: DARI PENGUATAN FONDASI HINGGA KEMANDIRIAN SEKOLAH 🌷🌷

 📘 CONTOH PROGRAM PRIORITAS RKJM EMPAT TAHUN: DARI PENGUATAN FONDASI HINGGA KEMANDIRIAN SEKOLAH 🌷🌷


Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan rekan-rekan pendidik, dalam mengembangkan sekolah, kita membutuhkan perencanaan yang jelas, terarah, dan berkelanjutan. Salah satu dokumen penting yang menjadi pedoman adalah Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM).


RKJM membantu sekolah menentukan prioritas pengembangan selama empat tahun sesuai dengan visi, misi, kondisi nyata, dan kebutuhan sekolah.


Berikut contoh pembagian program prioritas RKJM selama empat tahun.


📌 Tahun 1: Penguatan Fondasi Sekolah


Fokus utama adalah membangun dasar pengelolaan sekolah yang lebih baik, melalui:


- Penataan dokumen dan tata kelola sekolah.

- Penguatan budaya positif dan disiplin.

- Peningkatan kompetensi guru.

- Perbaikan sarana pembelajaran yang menjadi prioritas.

- Penguatan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.


📌 Tahun 2: Peningkatan Kualitas Pembelajaran


Setelah fondasi diperkuat, sekolah mulai berfokus pada peningkatan mutu proses pembelajaran, antara lain:


- Penerapan pembelajaran mendalam.

- Pengembangan asesmen yang bermakna.

- Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

- Penguatan layanan bimbingan dan pendampingan murid.

- Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat murid.


📌 Tahun 3: Pengembangan Potensi dan Prestasi


Pada tahap ini, sekolah berupaya mengembangkan potensi murid dan meningkatkan capaian pendidikan melalui:


- Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi.

- Pengembangan karakter murid.

- Program berbasis proyek dan kewirausahaan.

- Peningkatan prestasi akademik dan nonakademik.

- Penguatan kemitraan dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait.


📌 Tahun 4: Kemandirian dan Keberlanjutan


Tahun terakhir diarahkan untuk memastikan program yang telah dikembangkan dapat berjalan secara berkelanjutan, melalui:


- Penguatan tata kelola berbasis data.

- Optimalisasi digitalisasi sekolah.

- Peningkatan mutu lulusan.

- Penguatan program sekolah ramah anak dan berwawasan lingkungan.

- Evaluasi menyeluruh serta penyusunan tindak lanjut untuk periode berikutnya.


🌱 Bagaimana dengan program pendukung?


Program seperti penguatan karakter, pembinaan guru, layanan bimbingan konseling, pemeliharaan sarana prasarana, kemitraan, dan evaluasi berkala perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan sekolah, bukan hanya pada satu tahun tertentu.


Hal penting yang perlu diingat:


Pembagian program di atas merupakan contoh, bukan urutan yang wajib diterapkan oleh semua sekolah. RKJM harus disusun berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah, rapor pendidikan, kebutuhan murid, ketersediaan sumber daya, serta target yang ingin dicapai.


Setiap program sebaiknya dilengkapi dengan indikator keberhasilan, target yang terukur, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan kebutuhan anggaran.


Sebab, keberhasilan RKJM bukan diukur dari banyaknya program yang tertulis dalam dokumen, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan oleh murid, guru, dan seluruh warga sekolah.


💬 Menurut Bapak/Ibu, apa yang seharusnya menjadi prioritas pertama dalam RKJM di sekolah: peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, atau perbaikan sarana prasarana?


Silakan berbagi pendapat di kolom komentar. Semoga bermanfaat sebagai bahan diskusi dan inspirasi dalam menyusun program pengembangan sekolah.


#RKJM #KepalaSekolah #ManajemenSekolah #ProgramSekolah #PendidikanIndonesia #AdministrasiSekolah

Sabtu, Oktober 24, 2026

MENGENAL RKJM KEPALA SEKOLAH: PERENCANAAN SEKOLAH UNTUK 4 TAHUN

 📘 MENGENAL RKJM KEPALA SEKOLAH: PERENCANAAN SEKOLAH UNTUK 4 TAHUN


Bapak/Ibu Kepala Sekolah, sudahkah sekolah kita memiliki Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)?


RKJM bukan sekadar dokumen administrasi yang disusun untuk memenuhi kebutuhan laporan. Lebih dari itu, RKJM merupakan pedoman untuk menentukan arah pengembangan sekolah selama empat tahun ke depan.


Melalui RKJM, sekolah dapat merencanakan program secara lebih terarah, menetapkan target yang ingin dicapai, serta menentukan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan.


📌 Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKJM?


✅ 1. Mengenali kondisi nyata sekolah


Penyusunan RKJM perlu diawali dengan melihat kondisi sekolah, kebutuhan murid, kompetensi guru, sarana prasarana, serta hasil evaluasi diri sekolah.


✅ 2. Menentukan program prioritas


Program yang direncanakan hendaknya berfokus pada kebutuhan nyata, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, penguatan karakter murid, literasi dan numerasi, serta perbaikan sarana prasarana.


✅ 3. Menetapkan target selama empat tahun


Program tidak harus diselesaikan sekaligus. Sekolah dapat menyusun tahapan mulai dari pemetaan kebutuhan, pelaksanaan program, evaluasi, hingga pengembangan dan pemantapan hasil.


✅ 4. Menentukan penanggung jawab dan pembiayaan


Setiap program perlu memiliki penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, indikator keberhasilan, serta rencana pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan.


✅ 5. Melakukan monitoring dan evaluasi


RKJM perlu dievaluasi secara berkala agar sekolah mengetahui program yang sudah berjalan, target yang telah tercapai, serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki.


📖 RKJM yang baik bukanlah RKJM yang paling tebal, melainkan RKJM yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan benar-benar dilaksanakan.


Kepala sekolah tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, dan warga sekolah perlu dilibatkan agar program yang direncanakan menjadi tanggung jawab bersama.


Sebab, kemajuan sekolah bukan hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga oleh kesesuaian program dengan kebutuhan, konsistensi pelaksanaan, dan kemauan untuk terus melakukan perbaikan.


💬 Pertanyaan untuk Bapak/Ibu:


Dalam menyusun RKJM, menurut Bapak/Ibu, apa yang paling menantang: menentukan program prioritas, menyusun target empat tahun, atau memastikan program benar-benar terlaksana?


Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar. Semoga bermanfaat bagi kita semua dalam membangun sekolah yang lebih baik.


#RKJM #KepalaSekolah #AdministrasiSekolah #ManajemenBerbasisSekolah #PeningkatanMutuPendidikan

CARA MENYAMPAIKAN MASALAH MURID KEPADA ORANG TUA TANPA MENYAKITI HATI

 CARA MENYAMPAIKAN MASALAH MURID KEPADA ORANG TUA TANPA MENYAKITI HATI ✍️📚🌷




Bapak/Ibu Guru, pernahkah kita merasa bingung saat harus menyampaikan masalah murid kepada orang tuanya?


Kita ingin orang tua mengetahui apa yang terjadi di sekolah, tetapi di sisi lain kita juga tidak ingin mereka merasa disalahkan atau menganggap guru sedang menjelek-jelekkan anaknya.


Situasi seperti ini membutuhkan komunikasi yang baik, tenang, dan penuh empati.


Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:


✅1. Siapkan fakta yang jelas.

Sampaikan kejadian yang benar-benar kita amati. Hindari menyampaikan dugaan atau kesimpulan tanpa bukti yang cukup.


✅2. Pilih waktu yang tepat.

Jangan menyampaikan masalah ketika sedang emosi atau dalam situasi terburu-buru. Berikan ruang untuk berdiskusi dengan tenang.


✅3. Mulai dengan hal positif.

Sampaikan juga kelebihan, usaha, atau perkembangan baik yang dimiliki anak. Setiap anak memiliki sisi positif yang perlu kita hargai.


✅4. Gunakan bahasa yang sopan.

Daripada mengatakan, “Anak Bapak/Ibu nakal dan susah diatur,” lebih baik katakan, “Saya ingin berdiskusi karena beberapa kali anak mengalami kesulitan mengikuti kesepakatan kelas.”


Fokuslah pada perilaku yang perlu diperbaiki, bukan memberi label buruk kepada anak.


✅5. Dengarkan penjelasan orang tua.

Kita tidak selalu mengetahui seluruh keadaan anak di rumah. Bisa jadi ada kondisi tertentu yang perlu kita pahami bersama.


✅6. Cari solusi bersama.

Diskusikan langkah sederhana yang bisa dilakukan di sekolah dan di rumah. Jangan hanya membicarakan masalah, tetapi bantu menemukan jalan keluarnya.


✅7. Akhiri dengan harapan dan dukungan.

Yakinkan orang tua bahwa guru ingin membantu anak berkembang, bukan mencari kesalahan. Jaga komunikasi agar pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.


🌱 Ingat, tujuan kita bukan mencari siapa yang salah, melainkan mencari cara terbaik agar anak bisa berkembang.


Guru dan orang tua memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan kita sama: membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.


Mari belajar menyampaikan masalah dengan bijak, mendengarkan dengan empati, dan mendampingi murid dengan hati.


Karena terkadang, cara kita menyampaikan sebuah masalah menentukan apakah orang tua akan merasa diserang atau justru bersedia bekerja sama.


Bapak/Ibu Guru, bagaimana biasanya Anda menyampaikan masalah murid kepada orang tua? Adakah pengalaman yang bisa kita pelajari bersama? 💬



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN MENDALAM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PEMBELAJARAN MENDALAM


A. IDENTITAS PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan: SMP Negeri 3 Sambelia

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Fase/Kelas: D/VIII

Semester: Ganjil

Materi Pokok: Sistem Pencernaan pada Manusia

Alokasi Waktu: 3 JP (120 menit)

Tahun Pelajaran: 2026/2027

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Pendekatan: Pembelajaran Mendalam

Metode: Diskusi, tanya jawab, pengamatan, presentasi, dan refleksi


B. IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN


1. Identifikasi Murid


Murid telah mengenal beberapa organ tubuh manusia dan mengetahui bahwa makanan diperlukan untuk menghasilkan energi. Murid memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda sehingga pengalaman mereka dapat dijadikan titik awal pembelajaran.


2. Identifikasi Materi


Materi sistem pencernaan pada manusia mencakup:


- Organ-organ penyusun sistem pencernaan.

- Fungsi organ pencernaan.

- Proses pencernaan mekanis dan kimiawi.

- Peran enzim dalam pencernaan.

- Gangguan sistem pencernaan dan upaya menjaga kesehatannya.


3. Dimensi Profil Lulusan yang Dikembangkan


- Penalaran kritis.

- Komunikasi.

- Kolaborasi.

- Kemandirian.

- Kesehatan.


C. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:


1. Menyebutkan urutan organ pencernaan manusia dengan benar.

2. Menjelaskan fungsi organ-organ pencernaan manusia.

3. Membedakan proses pencernaan mekanis dan kimiawi disertai contoh.

4. Menganalisis hubungan kebiasaan makan dengan kesehatan sistem pencernaan berdasarkan informasi ilmiah.

5. Menyajikan hasil diskusi berupa diagram perjalanan makanan atau poster sederhana tentang sistem pencernaan.

6. Merefleksikan kebiasaan sehari-hari dan menentukan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan.


D. PEMAHAMAN BERMAKNA


Makanan yang dikonsumsi manusia mengalami proses pencernaan agar zat gizinya dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh. Memahami sistem pencernaan membantu murid memilih kebiasaan makan yang lebih sehat dan menjaga fungsi organ tubuh.


E. PERTANYAAN PEMANTIK


1. Mengapa makanan harus dicerna sebelum dapat dimanfaatkan tubuh?

2. Apa yang terjadi pada makanan sejak masuk ke mulut sampai dikeluarkan dari tubuh?

3. Mengapa kita perlu mengonsumsi makanan berserat dan minum air yang cukup?

4. Apa yang dapat terjadi jika kita memiliki kebiasaan makan yang kurang sehat?


F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)


- Guru memberi salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kesiapan belajar.

- Guru menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya kebiasaan sarapan dan mengonsumsi sayuran.

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan.

- Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang perjalanan makanan di dalam tubuh.

- Murid menyampaikan pengetahuan awal berdasarkan pengalaman masing-masing.


Prinsip pembelajaran: Berkesadaran dan bermakna.


2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap 1: Memahami (25 menit)


- Guru menyajikan gambar sistem pencernaan manusia.

- Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi organ-organ pencernaan.

- Guru menjelaskan secara singkat urutan organ, fungsi organ, serta perbedaan pencernaan mekanis dan kimiawi.

- Murid membaca bahan ajar dan mencatat konsep penting.

- Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman murid.


Tahap 2: Mengaplikasikan (45 menit)


Guru menyajikan permasalahan berikut:


“Seorang murid sering melewatkan sarapan, jarang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta kurang minum air. Ia terkadang mengalami kesulitan buang air besar. Bagaimana sistem pencernaan bekerja, dan kebiasaan apa yang dapat diperbaiki?”


Kegiatan murid:


- Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

- Setiap kelompok mengidentifikasi masalah dalam kasus tersebut.

- Murid menyusun diagram perjalanan makanan melalui organ pencernaan.

- Murid menjelaskan fungsi organ dan proses yang terjadi pada setiap bagian.

- Murid mendiskusikan hubungan konsumsi serat, kecukupan cairan, aktivitas fisik, dan kesehatan pencernaan.

- Murid menyusun saran berdasarkan konsep IPA yang telah dipelajari.

- Setiap kelompok membuat diagram atau poster sederhana sebagai hasil diskusi.


Peran guru:


- Membimbing diskusi dan mengajukan pertanyaan pengarah.

- Memberikan kesempatan kepada semua murid untuk berpendapat.

- Meluruskan miskonsepsi tentang fungsi organ dan proses pencernaan.

- Memberikan bantuan sesuai kebutuhan belajar murid.


Tahap 3: Merefleksikan (20 menit)


- Kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat.

- Kelompok lain memberikan pertanyaan atau tanggapan.

- Guru bersama murid menyimpulkan konsep penting tentang sistem pencernaan.

- Murid menuliskan hal yang telah dipahami, hal yang masih membingungkan, dan satu kebiasaan sehat yang akan diupayakan.

- Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar.


Prinsip pembelajaran: Bermakna dan menggembirakan.


3. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru bersama murid menyimpulkan urutan organ, fungsi organ, dan proses pencernaan.

- Murid mengerjakan asesmen singkat secara individu.

- Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid.

- Guru memberikan tindak lanjut berupa pengamatan kebiasaan makan sehari-hari.

- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN


1. Asesmen Diagnostik


Dilaksanakan pada awal pembelajaran melalui tanya jawab.


Contoh pertanyaan:


- Organ apa yang pertama kali menerima makanan?

- Apa fungsi lambung?

- Mengapa tubuh memerlukan makanan?


Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal murid dan menentukan bantuan belajar yang diperlukan.


2. Asesmen Formatif


Dilaksanakan selama proses pembelajaran melalui:


- Keaktifan dalam diskusi.

- Ketepatan diagram perjalanan makanan.

- Kemampuan menjelaskan fungsi organ.

- Kemampuan menghubungkan kebiasaan makan dengan kesehatan pencernaan.

- Kerja sama dan komunikasi kelompok.


3. Asesmen Sumatif


Murid menjawab pertanyaan berikut secara individu.


1. Tuliskan urutan organ pencernaan manusia dari mulut sampai anus.

2. Jelaskan dua fungsi lambung dalam proses pencernaan.

3. Apa perbedaan pencernaan mekanis dan kimiawi?

4. Mengapa usus halus berperan penting dalam penyerapan zat gizi?

5. Jelaskan tiga kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan beserta alasannya.


4. Rubrik Penilaian Produk Kelompok


Aspek yang dinilai:


- Ketepatan konsep IPA: skor 1–4.

- Kelengkapan informasi: skor 1–4.

- Kejelasan diagram atau poster: skor 1–4.

- Kerja sama dan komunikasi: skor 1–4.


Skor maksimal: 16.


Nilai akhir = (Skor perolehan ÷ 16) × 100.


Kriteria skor:


- 4 = Sangat baik.

- 3 = Baik.

- 2 = Cukup.

- 1 = Perlu bimbingan.


5. Tindak Lanjut


- Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran diberikan tugas pengayaan berupa analisis sederhana tentang peran enzim pencernaan.

- Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan penjelasan ulang menggunakan gambar organ, kartu urutan organ, dan pertanyaan bertahap.

- Guru menggunakan hasil asesmen untuk merencanakan pembelajaran berikutnya.


H. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR


1. Buku IPA SMP/MTs Kelas VIII yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

2. Gambar atau poster sistem pencernaan manusia.

3. LKPD tentang organ dan proses pencernaan.

4. Video edukasi tentang sistem pencernaan manusia.

5. Lingkungan dan pengalaman sehari-hari murid terkait kebiasaan makan.

6. Kertas, alat tulis, dan perangkat presentasi sederhana.


I. REFLEKSI GURU


Setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi dengan pertanyaan berikut:


1. Apakah tujuan pembelajaran telah tercapai?

2. Apakah murid mampu menjelaskan konsep dengan kata-kata sendiri?

3. Apakah kegiatan diskusi membantu murid menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata?

4. Murid mana yang masih memerlukan pendampingan?

5. Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?


J. REFLEKSI MURID


Murid melengkapi pernyataan berikut:


- Hari ini saya memahami bahwa ....

- Hal yang masih membingungkan bagi saya adalah ....

- Pengetahuan yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ....

- Kebiasaan yang ingin saya perbaiki untuk menjaga kesehatan pencernaan adalah ....


Sambelia, ......................... 2026


Mengetahui,

Kepala Sekolah                             Guru Mata Pelajaran IPA


(...................................)             (...................................)


NIP. ................................             NIP. ................................

HIKAYAT PANGERAN KUSUMA NEGARA: RAJA CANTUNG YANG DIASINGKAN KE BONDOWOSO, JAWA TIMUR

 HIKAYAT PANGERAN KUSUMA NEGARA: RAJA CANTUNG YANG DIASINGKAN KE BONDOWOSO, JAWA TIMUR





Pangeran Kusuma Negara atau Aji Darma merupakan Raja Kerajaan Cantung ke-5 yang sangat dihormati oleh rakyatnya dan disegani oleh kawan maupun lawan. Di dalam mengatur roda pemerintahan, Pangeran Kusuma Negara dibantu oleh Datu Tingkan sebagai penasihat kerajaan sekaligus panglima perangnya.


Pangeran Kusuma Negara sering berinteraksi dengan rakyatnya tanpa pandang bulu. Selain itu, beliau adalah seorang yang taat dalam menjalankan syariat Islam tanpa membedakan agama satu dengan lainnya. Oleh karena itulah, beliau sangat dicintai oleh rakyatnya.


Pangeran Kusuma Negara menikah dengan Aji Utin binti Pangeran Muda Muhammad Arifbillah atau Aji Samarang. Dari pernikahannya itu, beliau dikaruniai dua orang anak, yaitu:


1. Putri Aji Ambarwati.

2. Putri Aji Kurbawati.


Pada masa itu, wilayah Kerajaan Cantung di bawah Pemerintah Hindia Belanda. Pangeran Kusuma Negara tidak menyukai dan sangat menentang pemerintahan kolonial yang dianggap merugikan rakyat, khususnya rakyat Cantung.


Kerajaan Cantung mencapai kemakmurannya pada era kepemimpinan Pangeran Kusuma Negara sehingga membuat iri lawan-lawannya. Banyak cara telah dilakukan oleh lawan-lawannya untuk mengambil alih kekuasaan.


Kolonial Belanda yang terkenal dengan politik adu domba menyusun strategi untuk menjatuhkan kekuasaan Pangeran Kusuma Negara. Pada tahun 1890 M, beliau dianggap makar oleh Belanda karena ikut membantu Gusti Muhammad Arsyad dan Sultan Muhammad Seman dalam Perang Banjar. Akhirnya pada Selasa pagi tanggal 20 Agustus 1901 M, beliau dibawa ke Surabaya melalui jalur laut. Kemudian diteruskan ke Pelabuhan Panarukan di Situbondo, dan selanjutnya diasingkan ke Bondowoso dengan pengawalan ketat.


Pangeran Kusuma Negara berpulang ke rahmatullah di tempat pengasingannya pada hari Selasa tanggal 17 Muharram 1348 H bertepatan dengan 25 Juni 1929 M. Jenazah beliau kemudian dimakamkan bersebelahan dengan makam ibundanya di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.


Keluarga Kerajaan Cantung yang ikut diasingkan pada waktu itu:


1. Pangeran Kusuma Negara.

2. Ratu Jumantan binti Sultan Ali Akbar.

3. Permaisuri Aji Utin binti Pangeran Muda Muhammad Arifbillah.

4. Putri Aji Ambarwati binti Pangeran Kusuma Negara.

5. Putri Aji Kurbawati binti Pangeran Kusuma Negara.

6. Datu Tingkan/Kapitan.


Silsilah nasab Pangeran Kusuma Negara dari jalur ayah:


1. Pangeran Kusuma Negara bin

2. Aji Madura/Aji Daha bin

3. Aji Jawa bin

4. Aji Raden/Dipati Anom Alamsyah bin

5. Aji Negara/Sultan Sepuh Alamsyah I (Sultan Paser II) bin

6. Aji Geger/Sultan Aji Muhammad Alamsyah (Sultan Paser I) bin

7. Raja Aji Anom Singa Maulana (Raja Sadurangas IV) bin

8. Raja Aji Mas Anom Indra/Raden Katatang (Raja Sadurangas III) bin

9. Raja Aji Mas Pati Indra/Raden Aria Mandalika (Raja Sadurangas II) bin

10. Pangeran Abu Manshur Indra Jaya + Ratu Putri Petung (Raja Sadurangas I).


Silsilah nasab Pangeran Kusuma Negara dari jalur ibu:


1. Pangeran Kusuma Negara bin

2. Ratu Jumantan binti

3. Sultan Ali Akbar (Raja Sampanahan I) bin

4. Pangeran Prabu/Sultan Sepuh (Raja Bangkalaan, Cengal, dan Manunggul I) bin

5. Pangeran Dipati/Daeng Malewa.


Catatan:


• Raja Aji Mas Pati Indra/Raden Aria Mandalika kawin dengan Putri Limbuk binti Pangeran Dipati Antasari bin Sultan Musta'in Billah bin Sultan Hidayatullah bin Sultan Rahmatullah bin Sultan Suriansyah.

• Pangeran Abu Manshur Indra Jaya adalah bangsawan Arab dari Giri Kedaton, suami dari Sri Sukma Dewi/Ratu Putri Petung binti Aji Tunggul/Aria Manau/Kakah Ukop.

• Aji Tunggul/Aria Manau/Kakah Ukop adalah bawahan Sultan Musta'in Billah, Sultan Banjar IV.

• Komplek Makam Pangeran Kusuma Negara telah dijadikan Situs Cagar Budaya ke-1312 oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso, sedangkan rumah tahanan politik yang diberikan Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Situs Cagar Budaya ke-1313.


1. Tutur.

2. H. Hendri Nindianto, S.H.

3. Mansyur, S.Pd., M.M.

4. Bang Jul Borneo, Sekretaris LAK3C.

disalin dari tulisan Ahmad Khatib


Kamis, Oktober 22, 2026

KERAJAAN JATUH ALAI & GELAR ANDIN RAMA DI HULU SUNGAI

 KERAJAAN JATUH ALAI & GELAR ANDIN RAMA DI HULU SUNGAI

Kerajaan Jatuh Alai memang tidak begitu dikenal, bahkan mungkin oleh penduduk Alai sendiri. Namun laporan mengenai keberadaannya berjejeran dalam buku-buku yang terbit di Negeri Eropa. Kerajaan Jatuh Alai dilaporkan menguasai seluruh wilayah dan sungai-sungai yang bermuara di Danau Bangkau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Pangeran Tumenggung yang pernah menjadi Raja Terakhir Kerajaan Nagara Daha menyingkir ke wilayah Alai dan berhasil mempertahankan wilayah tersebut dari serangan pasukan Pangeran Samudera dan pasukan Kesultanan Demak, beliau dan keturunannya kemudian memerintah wilayah Alai dan Amandit sebagai penerus Kerajaan Nagara Daha yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Jatuh Alai. Dengan demikian, Kerajaan Jatuh Alai bisa dikatakan perpanjangan kekuasaan dinasti Maharaja Sukarama. Kerajaan Jatuh Alai dikabarkan masih eksis hingga awal tahun 1700 an.
Dalam Hikayat, Kerajaan Jatuh Alai disebut juga sebagai kelompok raja yang kalah yang menguasai wilayah pahuluan. Dalam buku Sistem Kesatuan Hidup Setempat Daerah Kalimantan Selatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta tahun 1983 M disebutkan bahwa gelar Pangeran, Andin, dan Rama merupakan gelar bagi keturunan raja yang kalah. Dalam tradisi keluarga keturunan Andin di wilayah Hulu Sungai, Rama adalah gelar bagi seorang Andin yang dihormati dan berpengaruh.
Istilah raja yang kalah adalah persepsi yang dibangun oleh hikayat-hikayat yang diproduksi Kesultanan Banjar untuk melegitimasi kemenangan mereka dalam peperangan dengan Kerajaan Nagara Daha. Pada halaman 52 dalam buku Voyagie Gedaan Door Jacob Janssen De Roy Na Borneo En Atchin In 'T Jaar 1691 En Vervolgens Op Ordre Van Den Hoogh Edelen Heer Willem Van Outhoorn, Kerajaan Jatuh Alai dilaporkan oleh De Roy tahun 1690 M yang telah melakukan perjalanan ke wilayah Alai dan menghadap langsung Raja Kerajaan Jatuh. Laporan De Roy sendiri terbit pertama kali pada tahun 1700 M, menjadikannya sebagai laporan paling klasik dari Barat mengenai wilayah pedalaman selatan Pulau Kalimantan yang bisa menjadi bahan komparasi dan koreksi secara kritis atas informasi-informasi yang ada pada Hikayat Banjar.
Andin dan Rama di daerah Hulu Sungai merupakan bangsawan tinggi dan utama yang mempunyai hak istimewa untuk menduduki jabatan-jabatan pemerintahan seperti pambakal, lurah, demang, hingga tumenggung. Sampai hari ini, sebagian keluarga Andin dan Rama masih memegang atau melaksanakan adat istiadat serta kebiasaan Kerajaan Nagara Daha seperti memberikan kuncir dan melaksanakan upacara badudus bagi anak-anak mereka.
Hilangnya Kerajaan Jatuh Alai juga menjadi misteri tersendiri, nama Kerajaan Jatuh sebenarnya disematkan pertama kali oleh Francois Valentyn dalam buku Oud En Nieuw Oost-Indie yang terbit tahun 1726 M. Pendiri Kerajaan Jatuh Alai yang juga Raja Terakhir Kerajaan Nagara Daha yaitu Pangeran Tumenggung yang berkuasa di Alai sebenarnya juga tidak terbantahkan karena informasi tertulis seperti dalam Hikayat Banjar dan berbagai kronik lama yang didokumentasikan oleh Belanda dan Perancis selama tahun 1800 M memang menyebutkan hal yang sama, dan hal tersebut terkonfirmasi dalam tradisi keluarga Andin Rama yang tetap mempertahankan prinsip dan tutur mereka yang membela Pangeran Tumenggung. Selain itu, ada juga tokoh yang bernama Gusti Tumenggung atau Tumenggung Gusti yang keratonnya berada di Banua Asam Palajau dan berkuasa di Alai pada tahun 1690 M seperti yang dilaporkan oleh De Roy. Juga ada nama seorang tokoh penting lainnya yang disebut pemimpin utama Alai pada masa-masa sebelum dan sesudah dihapuskannya Kesultanan Banjar tahun 1859 M yang bernama Ahmad Jangol Wira Negara di Palajau.
Pada tahun 1865 M, Alai dibagi menjadi dua distrik yaitu Distrik Labuan Amas dan Distrik Batang Alai, masing-masing dipimpin oleh tokoh-tokoh penting selama perang Hulu Sungai tahun 1859-1861 M. Distrik Labuan Amas diserahkan kepada Jang Rasmi yang kemudian bergelar Tumenggung Karta Yuda Negara dan Distrik Batang Alai diserahkan kepada Tumenggung Yudha Karsa. Setelah beberapa tahun kemudian, Distrik Batang Alai dipimpin oleh Kiyai Demang Yudha Negara. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh penting yang masih diingat keluarga-keluarga Andin (baca Tichelman G.L 'Een Gezaghebber-Resident yang terbit tahun 1939 M).
Laporan lain juga menyebutkan mengenai Orang Sepuluh atau Sepuluh Pambakal dari Alai yang membantu sultan dalam menghadapi pemberontakan Pangeran Surya dan Pangeran Ahmad yang dibantu pasukan Bugis dari wilayah Pasir pada pertengahan tahun 1700 M (baca Kroniek Der Zuider En Oosterafdeeling Van Borneo yang terbit tahun 1936 M).

DATU KABUL SUNGAI BANAR AMUNTAI

DATU KABUL SUNGAI BANAR AMUNTAI
Syaikh Syarif Abu Bakar Kanzul Arasy atau Datu Kabul Sungai Banar merupakan seorang ulama pada masanya, beliau termasuk salah satu dari Datu Sepuluh Amuntai. Masjid pertama yang dibangun di daerah ini adalah Masjid Jami' Sungai Banar yang dipimpin langsung oleh beliau. Di antara keturunan beliau yang masyhur ialah Syarif Anang Abdul Karim dan Raden Adipati Danuraja. Dahulu makam beliau memiliki kubah dan ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah, namun sayang kubah tersebut sekarang sudah dihancurkan dan makam beliau diganti dengan nama Syaikh Muhammad Nurdin atau Datu Biha.
Kisah Penemuan Makam & Pembangunan Kubah
Ketika hendak melakukan pelebaran masjid, masyarakat meminta izin kepada ahli waris tanah yaitu Anang Salman yang berdomisili di Pulau Jawa. Saat datang ke Sungai Banar, Anang Salman menyisir rerumputan dan menemukan satu makam yang bersih. Kata beliau inilah makam Datu Kabul, tolong dipelihara. Adapun yang membangunkan kubah ialah Tuan Guru H. Asmuni atau Abah Guru Danau melalui muridnya H. Hambali yang mempunyai toko bangunan di daerah Tanjung.
Silsilah nasab:
1. Syaikh Syarif Abu Bakar Kanzul Arasy.
2. Syarif Husain.
3. Sultan Abul Ma'ali Ahmad.
4. Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qadir.
5. Sultan Maulana Muhammad Nashruddin.
6. Sultan Maulana Yusuf.
7. Sultan Syarif Maulana Hasanuddin.
8. Al Quthbuz Zaman Sayyidul Kamil Syaikh Muhammad Nuruddin Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
له الفاتحة...
Alkah Masjid Jami' Sungai Banar, Ds. Ujung Murung, Kec. Amuntai Selatan, Kab. Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.