Sabtu, November 07, 2026

HAJI QUSYAIRI HAMZAH- Penyusun "Risalah Amaliyah"

 KAKANDA HAJI QUSYAIRI HAMZAH

Mengenal Lebih Dekat Penulis "Risalah Amaliyah"
Oleh : Nur Hidayatullah
Tadi malam 30 Mei 2021 sekitar jam 10 malam saya bersama Ustadz H.A. Fahrurrazi (Guru PP Al-Muhajirin Pamangkih) dan sepupu beliau Ustadz Anang M Husaini, disambut baik oleh Guru H Qusyairi Hamzah di kediaman beliau di Kampung Qadhi, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Bubuhan Pamangkih dan santri-santri beliau memanggil dengan sapaan "Kaka Qusyairi".
Karya beliau paling fenomenal dan legendaris adalah "Risalah Amaliyah" yang telah naik cetak ratusan ribu bahkan jutaan eksemplar. Banyak mengira penulisnya telah berusia sepuh, bahkan dikira sudah meninggal dunia, karena risalah ini sudah diminati dan diamalkan oleh Bubuhan Banjar sejak lebih dari 20 tahun.
Awalnya beliau tak ada keinginan untuk menulis Risalah ini. Hanya bermula dari tulisan tangan yang isinya doa dan ijazah dari guru-guru di pondok, serta dari para ulama dan habaib yang berkunjung ke Pesantren Ibnul Amin Pamangkih. Lembaran demi lembaran beliau kumpulkan. Lalu dikopi oleh teman-teman karena tulisan beliau bagus. Kemudian banyak yang menyarankan agar dijadikan sebuah buku, maka jadilah "Risalah Amaliyah" tahun 1998. Status beliau ketika itu masih seorang santri yang berusia 20 tahun.
Risalah Amaliyah ini sebelum naik cetak terlebih dahulu beliau perlihatkan kepada Guru Abrar Dahlan (murid Syekh Yasin al-Fadani), Guru Mukhtar Pamangkih, dan wa bil khusus kepada Guru H. Supian Suri, Lc dan KH. M. Arsyad bin Hasyim yang mengoreksinya tiga hari tiga malam.
Setelah dicetak, ternyata peminatnya banyak. Hampir setiap pelajar/santri memilikinya, bahkan jadi koleksi setiap umat Islam di rumah-rumah, masjid dan mushalla.
Isinya cukup lengkap dan praktis untuk kegiatan keagamaan di masyarakat. Bukan saja memuat amaliah dari bangun tidur sampai tidur kembali, tapi dari buaian sampai liang lahat, dari dilahirkan ke bumi hingga berpulang lagi ke hadirat Allah, seperti tasmiyatul walad, tahnik hingga talqin, doa arwah dan haul.
Kalau mau hafalan kuat, selamat dari bungkaman orang lain, pede berhadapan dengan penguasa, cepet bayar hutang, mudah ketika ujian, dan lainnya, maka jawabannya ada dalam Risalah ini.
Kami sendiri memilikinya sejak duduk di bangku MTs, dan dijadikan referensi utama oleh para santri ketika ujian syafahi terkait doa-doa dan amaliah ibadah di Pondok Modern Darul Hijrah Martapura.
Beberapa teman saya di Jawa dan Sumatera ketika melihat risalah ini langsung tertarik dan minta dibelikan kalau pulang kampung.
Dan setelahnya beberapa kali naik cetak, dimuat pula di dalamnya Ratibul Haddad dan Wirdul Lathif susunan Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad.
Kanda Haji Qusyairi Hamzah berasal dari Kalua, lahir pada 15 Desember 1978. Menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih th 1993-1998, Ponpes Darussalam Martapura th 1999-2002. Kemudian lanjut ngaji duduk di Makkah tahun 2002-2004.
Di antara guru-guru beliau: KH. Mahfuzh Amin (Muassis Ponpes Ibnul Amin Pamangkih), KH. Abrar Dahlan, KH. Mukhtar, KH Arsyad bin Hasyim, KH. Supian Suri, Lc, dan KH. Mahlan.
Adapun Guru mengaji duduk ketika di Makkah antara lain: Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Syekh Ismail Zain al-Yamani, Syekh Ahmad Jamhuri, KH Ahmad Syairazi (Kandangan), dan lain-lain.
Lamanya beliau menimba ilmu agama membuahkan hasil, beliau tetap banyak berkarya di tengah-tengah kesibukan sebagai pengajar di Ponpes Darul Hidayah Barabai dan sejumlah majlis ta'lim.
Di antara karya beliau selain Risalah Amaliyah adalah:
1) Terjemah Nashaihul Ibad (Melayu),
2) Risalatul Khutbah (dua jilid),
3) Risalatul Qashaid fi Madhil Musthafa,
4) Nikah Islami,
5) Risalah Ilmu Tajwid,
6) Terjemah Aqidatul 'Awam,
7) Poster Surah Sajadah tulisan tangan,
😎 Poster Surah Al-Insan tulisan tangan,
9) Kitab Matan Jurumiyah (salinan tulis tangan dicetak),
10) Kitab Fathul Mu'thi wa Ghunyatul Muqri Syarah Manzhumah Risalah Warosy (salinan tulis tangan dicetak), dan lain-lain.
Kanda Qusyairi juga memiliki keilmuan yang langka saat ini, yaitu Ilmu Falak. Dengan ilmu ini tahulah kita kemana arah kiblat, kapan waktu shalat, puasa dan hari raya serta kapan gerhana. Beliau belajar Ilmu Falak kepada Guru Mukhtar, sanadnya dari Guru Mahfuzh Amin Pamangkih, dari Kyai Falak Bogor dan Syekh Yasin al-Fadani.
Khutbah yang beliau tulis memuat lebih dari 50 judul, semuanya singkat dan padat. Ditulis dalam Bahasa Melayu dan latin. Biasanya isi khutbah ini saya sampaikan di mimbar-mimbar masjid di Jawa Tengah.
Alhamduliah, goresan tangan beliau begitu berkah. Pahala mengalir sampai jannah. Subhanallah.
Sekitar jam 12 malam kami mohon pamit. Beliau menghadiahi sejumlah karangan beliau dan mengijazahkannya kepada kami. Dari perjumpaan ini kami menyimpulkan beliau adalah sosok ulama yang ramah, murah senyum, berilmu luas, tawadhu, dan sangat sederhana.
Semoga bisa bertemu di lain waktu. Salam dari kami untuk Kanda Haji Qusyairi Hamzah.
Amuntai, 31 Mei 2021
Nur Hidayatullah (Dosen UIN Walisongo Semarang - Alumnus MAK Normal Islam Rakha Amuntai th 2008)

KERAJAAN DI KALIMANTAN

 KERAJAAN DI KALIMANTAN

1. Kerajaan Kutai Martadipura
Lokasi di Kalimantan Timur. Berdiri sejak sekitar abad ke-4 Masehi. Raja yang terkenal Raja Mulawarman.
Kutai Martadipura dianggap sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia, dengan bukti prasasti Yupa yang menunjukkan keberadaannya.
2. Kerajaan Kutai Kartanegara
Lokasi di Kalimantan Timur. Berdiri sejak sekitar abad ke-13 atau ke-14 Masehi oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti.
Kutai Kartanegara berubah menjadi Kerajaan Islam pada abad ke-16 di bawah Raja Aji Mahkota, yang kemudian gelarnya berubah menjadi Sultan.
Setelah menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura Kerajaan Kutai Kartanegara menguasai wilayah yang cukup luas di Kalimantan. Pada era kolonialisme meski berada di bawah pengaruh Belanda pada abad ke-19, kerajaan ini tetap memiliki otonomi internal. Saat ini bekas wilayah kesultanan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Timur.
3. Kerajaan Banjar
Lokasi di Kalimantan Selatan. Berdiri pada Abad ke-16 Masehi. Raja yang terkenal Sultan Suriansyah. Kerajaan Banjar berperan penting dalam penyebaran Islam di Kalimantan Selatan.
4. Kerajaan Sambas
Lokasi di Kalimantan Barat. Berdiri pada abad ke-13 Masehi. Raja yang terkenal Sultan Muhammad Shafiuddin I.
Kerajaan Sambas berperan penting dalam sejarah perdagangan dan penyebaran Islam di wilayah Kalimantan Barat.
5. Kerajaan Tanjungpura
Lokasi di Kalimantan Barat. Berdiri pada abad ke-14 Masehi. Raja yang terkenal Sultan Muhammad Zainuddin. Kerajaan ini memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan.
6. Kerajaan Pontianak
Lokasi di Kalimantan Barat. Berdiri pada akhir abad ke-18 Masehi. Didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Kalimantan Barat.
7. Kerajaan Panembahan Mempawah adalah sebuah kerajaan Islam yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia. Cikal-bakal Kerajaan Mempawah di Kalbar terkait erat dengan riwayat beberapa kerajaan pendahulunya, di antaranya adalah Kerajaan Bangkule Sultankng dan Kerajaan Sidiniang.
Nama Mempawah diambil dari istilah "Mempauh", yaitu nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian juga dikenal dengan nama Sungai Mempawah. Pada perkembangannya, Mempawah menjadi lekat sebagai nama salah satu kerajaan yang berkembang di Kalbar. Riwayat pemerintahan adat Mempawah sendiri terbagi atas dua periode, yakni pemerintahan kerajaan Suku Dayak yang berdasarkan ajaran Hindu dan masa pengaruh Islam.
Lalu, di bawah kepemimpinan Opu Daeng Menambun lah, Islam ditetapkan sebagai agama resmi di lingkungan kerajaan. Selaras dengan hal itu maka kerajaan diganti dengan kesultanan. Opu Daeng Menambun juga memindahkan pusat pemerintahannya dari Senggaok ke Sebukit Rama yang daerahnya subur, makmur, strategis , dan ramai di didatangi kaum pedagang.
Kerajaan-kerajaan ini memainkan peran penting dalam perkembangan sejarah, budaya, agama, dan ekonomi di Kalimantan. Warisan mereka masih dapat dilihat dalam tradisi, bangunan bersejarah, dan pengaruh budaya yang berlanjut hingga saat ini.
Sumber : Hikayat dan Sejarah Melayu, Wikipedia dan diolah dari berbagai sumber

ASAL USUL KERAJAAN BANJAR

 

ASAL USUL KERAJAAN BANJAR
Kerajaan Banjar (atau Kesultanan Banjar) lahir dari transformasi Kerajaan Negara Daha (kerajaan Hindu-Buddha di Kalimantan Selatan) pada tahun 1526 melalui bantuan militer dari Kesultanan Demak.
Asal-Usul dan Proses Berdirinya
• Konflik Internal Kerajaan Daha:
• Raja Negara Daha, Maharaja Sukarama, berwasiat agar takhta diserahkan kepada cucunya, Pangeran Samudera.
• Setelah Sukarama wafat, takhta direbut oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian dibunuh. Kedudukan digantikan oleh Pangeran Tumenggung
• Pengungsian Pangeran Samudera:
• Merasa terancam, Pangeran Samudera melarikan diri ke kawasan muara sungai (Pelabuhan Banjar/Banjarmasin). Di sana ia dilindungi dan didukung oleh Patih Masih bersama para pedagang lokal.
• Bantuan Kesultanan Demak:
• Untuk merebut kembali takhta dari Kerajaan Daha, Pangeran Samudera meminta bantuan militer kepada Kesultanan Demak.
•
• Demak menyetujui bantuan tersebut dengan syarat Pangeran Samudera beserta rakyatnya bersedia memeluk agama Islam.
• Berdirinya Kesultanan Banjar:
• Setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Daha, Pangeran Samudera resmi masuk Islam dan dinobatkan sebagai Raja Banjar pertama dengan gelar Sultan Suryanullah (Sultan Suriansyah) pada 24 September 1526


Jumat, November 06, 2026

ATURAN PENCAMPURAN PESTISIDA VERSI YOUTUBE CHANNEL PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN

 

7 ATURAN PENCAMPURAN PESTISIDA

VERSI YOUTUBE CHANNEL

PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN

 

 

1.      Jangan mencampur pestisida langsung dalam tangki sprayer anda.

2.     Jangan mencampur pestisida tanpa pengenceran lebih dahulu.

3.     Jangan mencampur pestisida yang bahan aktifnya sama.

4.     Jangan mencampur pestisida yang punya cara kerja yang sama.

5.     Jangan mencampur pestisida yang memiliki sifat yang sama dan jangan juga mencampur pestisida yang mendekati sifat yang sama.

6.     Pastikan anda melarutkan pestisida yang  tidak mudah larut dalam air dahulu misal pestisida dengan kode WP dan WDG atau WG, sebelum melarutkan yang mudah larut seperti EC dan WSC atau SC.

7.     Dalam hal pencampuran fungisida dengan insektisida, jangan mencampur kontak dengan kontak, sistemik dengan sistemik. jangan mencampur sifat protektif dengan protektif juga, kuratif dengan kuratif juga, apalagi sesama eradikatif.

DAFTAR PESTISIDA BERDASARKAN JENIS PENYAKIT TANAMAN

DAFTAR PESTISIDA BERDASARKAN JENIS PENYAKIT TANAMAN


1. BERCAK DAUN / EMBUN TEPUNG / BERCAK KERING / BUSUK BATANG DAN RANTING

1. Acrobat 50 WP

  • Bahan aktif: Dimetomorf.

  • Kode cara kerja: 40.

2. Alto 100 SL

  • Bahan aktif: Siprokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

3. Amcore 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

4. Amistartop 325 SC

  • Bahan aktif: Azoksistrobin + Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 11 + 3.

5. Andil 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

6. Antracol 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

7. Anvil 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

8. Apicozol 250 EC

  • Bahan aktif: Propikonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

9. Previcur-N

  • Bahan aktif: Propamokarb hidroklorida.

  • Kode cara kerja: 28.

10. Benhasil 50 WP

  • Bahan aktif: Benomil.

  • Kode cara kerja: 1.

11. Bettup 200 EC

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

12. Booster 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

13. Rubigan 120 EC

  • Bahan aktif: Fenarimol.

  • Kode cara kerja: 7.

14. Colanta 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

15. Cuprarikh 50 WP

  • Bahan aktif: Tembaga oksiklorida.

  • Kode cara kerja: M1.

16. Infinito 687,5 SC

  • Bahan aktif: Propamokarb hidroklorida + Fluopikolid.

  • Kode cara kerja: 43 + 28.

17. Daconil 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

18. Delsene MX 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb + Karbendazim.

  • Kode cara kerja: M3 + 1.

19. Fitozeb 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

20. Folicur 25 WP

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

21. Folicur 250 EC

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

22. Haticol 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

23. Indar 240 SC

  • Bahan aktif: Fenbukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

24. Klorotop 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

25. Mainsul 80 WP

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

26. Mancothane 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

27. Mandat 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

28. Manzate 82 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

29. Microthiol 80 WG

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

30. Nativo 75 WG

  • Bahan aktif: Trifloksistrobin + Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 11 + 3.

31. Nazole 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

32. Nemispor 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

33. CR 20 WP

  • Bahan aktif: Simoksanil.

  • Kode cara kerja: 27.

34. Oryzole 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

35. Paskal 50 WP

  • Bahan aktif: Karbendazim.

  • Kode cara kerja: 1.

36. Pemulus 80 WG

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

37. Platoon 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

38. Polycom 70 WG

  • Bahan aktif: Metiram.

  • Kode cara kerja: M3.

39. Primazol 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

40. Proram 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

41. Puanmur 50 SP

  • Bahan aktif: Asam khloro bromo iso sianurik.

  • Kode cara kerja: O.

42. Raksasa 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

43. Rolizol 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

44. Rovral 50 WP

  • Bahan aktif: Iprodion.

  • Kode cara kerja: 2.

45. Rubigan 120 EC

  • Bahan aktif: Fenarimol.

  • Kode cara kerja: 7.

46. Sanvory 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

47. Scomax 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

48. Score 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

49. Scorpio 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

50. Scorpio 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

51. Sidazeb 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

52. Spoore 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

53. Sulphorus 80 WG

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

54. Sultricob 93 WP

  • Bahan aktif: Tembaga oksi sulfat.

  • Kode cara kerja: M1.

55. Synzo 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

56. Tilt 250 EC

  • Bahan aktif: Propikonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

57. Topsin 500 SC

  • Bahan aktif: Metil tiofanat.

  • Kode cara kerja: 1.

58. Trineb 80 WP

  • Bahan aktif: Maneb.

  • Kode cara kerja: M3.

59. Trivia 73 WP

  • Bahan aktif: Propineb + Fluopikolid.

  • Kode cara kerja: 43 + M3.

60. Velimex 80 WP

  • Bahan aktif: Maneb + Zineb.

  • Kode cara kerja: M3.

61. Volney 80 WG

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

62. Vondozeb 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

63. Ziflo 76 WG

  • Bahan aktif: Ziram.

  • Kode cara kerja: M3.

2. BUSUK DAN LAYU BAKTERI

Berikut daftar pestisida yang tercantum dalam dokumen untuk kategori penyakit busuk dan layu bakteri.

1. Agrept 20 WP

  • Bahan aktif: Streptomisin sulfat.

  • Kode cara kerja: 25.

2. Bactocyn 150 AL

  • Bahan aktif: Oksitetrasiklin.

  • Kode cara kerja: 41.

3. Basamid GR

  • Bahan aktif: Dazomet.

  • Kode cara kerja: 11.

4. Kasumin 5/75 WP

  • Bahan aktif: Kasugamisin hidroklorida + Tembaga oksiklorida.

  • Kode cara kerja: 24 + M1.

5. Plantomycin 7 SP

  • Bahan aktif: Streptomisin sulfat.

  • Kode cara kerja: 25.

6. Stamycin 20 WP

  • Bahan aktif: Streptomisin.

  • Kode cara kerja: 25.

7. Starner 20 WP

  • Bahan aktif: Asam oksolinik.

  • Kode cara kerja: 31.

8. Agrept 20 WP

  • Bahan aktif: Streptomisin sulfat.

  • Kode cara kerja: 25.

9. Bactocyn 150 AL

  • Bahan aktif: Oksitetrasiklin.

  • Kode cara kerja: 41.

10. Benlox 50 WP

  • Bahan aktif: Benomil.

  • Kode cara kerja: 1.

11. Copcide 77 WP

  • Bahan aktif: Tembaga hidroksida.

  • Kode cara kerja: M1.

12. Kocide Opti 46 WG

  • Bahan aktif: Tembaga hidroksida.

  • Kode cara kerja: M1.

13. Kuproxat 345 SC

  • Bahan aktif: Tembaga oksi sulfat.

  • Kode cara kerja: M1.

14. Nativo 75 WG

  • Bahan aktif: Trifloksistrobin + Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 11 + 3.

15. Nordox 56 WP

  • Bahan aktif: Tembaga oksida.

  • Kode cara kerja: M1.

3. ANTRAKNOSA

Berikut daftar pestisida yang tercantum dalam dokumen untuk kategori penyakit antraknosa.

1. Agrokol 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

2. Bavistin 50 WP

  • Bahan aktif: Karbendazim.

  • Kode cara kerja: 1.

3. Bazoka 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

4. Bendas 50 WP

  • Bahan aktif: Karbendazim.

  • Kode cara kerja: ?.

5. Benovap 50 WP

  • Bahan aktif: Benomil.

  • Kode cara kerja: 1.

6. Bettup 200 EC

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

7. Bion M 1/48 WP

  • Bahan aktif: Asibenzolar e-metil + Mankozeb.

  • Kode cara kerja: ? + M3.

8. Bleacher 250 EC

  • Bahan aktif: Difenokonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

9. Bleng-S 80 WP

  • Bahan aktif: Belerang.

  • Kode cara kerja: M3.

10. BM Proneb 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

11. Cabriotop 60 WG

  • Bahan aktif: Metiram + Piraklostrobin.

  • Kode cara kerja: 11 + M3.

12. Champion 77 WP

  • Bahan aktif: Tembaga hidroksida.

  • Kode cara kerja: M1.

13. Conasol 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

14. Copcide 77 WP

  • Bahan aktif: Tembaga hidroksida.

  • Kode cara kerja: M1.

15. Curxanil 8/64 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb + Simoksanil.

  • Kode cara kerja: M3 + 27.

16. Cymoxil 50 WP

  • Bahan aktif: Simoksanil.

  • Kode cara kerja: 27.

17. Danvil 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

18. Dapper 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

19. Delsene MX 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb + Karbendazim.

  • Kode cara kerja: M3 + 1.

20. Devote 10/35 WP

  • Bahan aktif: Difenokonazol + Metil tiofanat.

  • Kode cara kerja: 3 + 1.

21. Folicur 430 SC

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

22. Foyer 70 WP

  • Bahan aktif: Propineb.

  • Kode cara kerja: M3.

23. Grownil 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

24. Heksa 50 SC

  • Bahan aktif: Heksankonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

25. Infinito 687,5 SC

  • Bahan aktif: Propamokarb hidroklorida + Fluopikolid.

  • Kode cara kerja: 43 + 28.

26. Judo 70 WP

  • Bahan aktif: Metil tiofanat.

  • Kode cara kerja: 1.

27. Merivon 250 SC

  • Bahan aktif: Xemium + Piraklostrobin.

  • Kode cara kerja: ? + 11.

28. Cabrio Top

  • Bahan aktif: Piraklostrobin + Metiram.

  • Kode cara kerja: 11 + M5.

29. Kocide 54 WG

  • Bahan aktif: Tembaga hidroksida.

  • Kode cara kerja: M1.

30. Kontaf 50 SC

  • Bahan aktif: Heksakonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

31. Kuproxat 345 SC

  • Bahan aktif: Tembaga oksi sulfat.

  • Kode cara kerja: M1.

32. Nargis 50 WP

  • Bahan aktif: Dimetomorf.

  • Kode cara kerja: 40.

33. Petronil 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

34. Sinoparol 50 WP

  • Bahan aktif: Karbendazim.

  • Kode cara kerja: 1.

35. Wave 58 WP

  • Bahan aktif: Metalaksil + Mankozeb.

  • Kode cara kerja: 4 + M3.

4. LAYU FUSARIUM

Berikut daftar pestisida yang tercantum dalam dokumen untuk kategori penyakit layu fusarium.

1. Anaconda 50 WP

  • Bahan aktif: Benomil.

  • Kode cara kerja: 1.

2. Bafin 18 SL

  • Bahan aktif: Azadirahtin.

  • Kode cara kerja: ?.

3. Basamid GR

  • Bahan aktif: Dazomet.

  • Kode cara kerja: 11.

4. Benlox 50 WP

  • Bahan aktif: Benomil.

  • Kode cara kerja: 1.

5. Cabriotop 60 WG

  • Bahan aktif: Metiram + Piraklostrobin.

  • Kode cara kerja: 11 + M3.

6. Checkpoint 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

7. Daconil 75 WP

  • Bahan aktif: Klorotalonil.

  • Kode cara kerja: M5.

8. Detazeb 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

9. Dithane M-45 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

10. Folicur 430 SC

  • Bahan aktif: Tebukonazol.

  • Kode cara kerja: 3.

11. Glio WP

  • Bahan aktif: Gliocladium virens.

  • Kode cara kerja: ?.

12. Raksasa 80 WP

  • Bahan aktif: Mankozeb.

  • Kode cara kerja: M3.

13. Saco P

  • Bahan aktif: Trichoderma koninggii.

  • Kode cara kerja: ?.

14. Terminator 3 GR

  • Bahan aktif: Bacillus subtilis + Trichoderma viridae + Trichoderma harzianum + Pseudomonas fluorescens.

  • Kode cara kerja: 11 + ? + ? + ?.