KISAH SULTAN NURUDDIN ZANKI MENGGAGALKAN RENCANA PENCURIAN JASAD NABI SAW
Pada tahun 1162 M, malam yang sunyi menyelimuti Kota Madinah. Tidak ada satu pun penduduk yang curiga dengan kehadiran dua orang pria asal Andalusia. Di mata masyarakat, mereka adalah sosok ahli ibadah yang luar biasa dermawan, selalu menangis khusyuk di shaf terdepan Masjid Nabawi.
Namun, saat matahari terbenam dan pintu rumah mereka terkunci rapat, jubah kealiman itu dilepas. Di bawah lantai rumah sewaan mereka yang sempit, terdengar sayup-sayup suara gesekan besi dan tanah. Sebuah rencana gelap sedang dieksekusi.
Mereka sedang menggali terowongan rahasia. Tujuannya bukan untuk mencari harta karun, melainkan sesuatu yang tidak ternilai harganya bagi umat Islam di seluruh dunia. Terowongan itu mengarah lurus menembus kegelapan, tepat ke bawah pusara Makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Agar tidak memancing kecurigaan, tanah hasil galian itu mereka selundupkan sedikit demi sedikit dan dibuang ke dalam sumur. Bulan berganti tahun, rencana busuk dua orang Eropa ini nyaris sempurna. Ujung terowongan mereka sudah sangat dekat dengan jasad sang nabi.
Hingga di belahan bumi lain, ribuan kilometer dari Madinah tepatnya di Suriah, Sultan Nuruddin Zanki terbangun dengan keringat dingin dan tubuh yang gemetar hebat di tengah malam. Beliau adalah pemimpin besar Dinasti Zankiyah sekaligus mentor dari pahlawan legendaris, Shalahuddin Al Ayyubi. Dalam tidurnya yang gelisah, sang sultan didatangi langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dalam mimpi tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menunjuk ke arah dua wajah pria berambut pirang dan bersabda: Wahai Mahmud (Sultan Nuruddin), selamatkanlah jasadku dari dua orang ini!
Mimpi itu berulang sampai tiga kali di malam yang sama. Sang sultan tidak membuang waktu sedetik pun. Dengan firasat yang tajam, beliau memimpin pasukan elit berkuda membelah gurun dari Suriah menuju Madinah. Sesampainya di sana, beliau memerintahkan seluruh penduduk Madinah berkumpul di satu tempat.
Mata sang sultan menatap tajam, mengabsen satu persatu wajah yang lewat untuk menerima sedekah, namun wajah yang ada di dalam mimpinya belum juga terlihat. Hingga akhirnya ada yang melapor bahwa tersisa dua orang ahli ibadah yang menolak keluar karena merasa tidak butuh uang sedekah.
Sultan mendatangi rumah mereka. Saat pintu dibuka, darahnya berdesir. Wajah kedua pria itu persis seperti yang ditunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam mimpinya. Penggeledahan pun langsung dilakukan dengan paksa.
Saat sebuah karpet diangkat, terbukalah lubang mengerikan itu. Sebuah terowongan gelap yang siap menembus dinding Makam Nabi. Konspirasi besar yang disusun selama bertahun-tahun dalam diam akhirnya hancur lebur.
Sumber: Imam Nuruddin Ali bin Abdullah As Samhudi, Wafa'ul Wafa Bi Akhbari Daril Mushthafa.