Minggu, Oktober 18, 2026

DATU AHMAD BALIMAU

 DATU AHMAD BALIMAU

Al 'Alimul 'Allamah H. Ahmad atau Datu Ahmad Balimau merupakan anak ketiga dari 12 orang bersaudara, beliau terlahir dari pasangan Mufti H. Muhammad As'ad dengan seorang wanita asal Balimau bernama Hamidah. Adapun anak-anak Mufti H. Muhammad As'ad dan Hamidah, yaitu:
1. Al 'Alimul 'Allamah H. Abu Thalhah (Tenggarong).
2. Al 'Alimul 'Allamah H. Abu Hamid (Ujung Pandaran).
3. Al 'Alimul 'Allamah H. Ahmad (Balimau).
4. Al 'Alimul 'Allamah Mufti H. Muhammad Arsyad (Pagatan).
5. Al 'Alimul 'Allamah H. Sa'duddin (Taniran).
6. Saudah.
7. Rahmah.
8. Sa'diyah.
9. Shalihah.
10. Sunbul.
11. Limir.
12. Afiah.
Datu Ahmad Balimau masih terhitung sebagai cicit dari Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan, adapun nasab beliau yaitu Datu Ahmad Balimau bin Mufti H. Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Datu Ahmad Balimau menimba ilmu secara langsung dari datuk beliau Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari dan dari ayahnya sendiri Mufti H. Muhammad As'ad yang merupakan seorang mufti di kala itu, sehingga tidaklah mengherankan jika beliau mewarisi ilmu dari keduanya. Beliau seorang yang berilmu lagi mengamalkan ilmunya, rendah hati, pemurah, penyabar, dan disegani segenap lapisan masyarakat karena berani menegakkan kebenaran.
Datu Ahmad Balimau dikawinkan terlebih dahulu di Martapura dengan seorang wanita shalihah bernama Aisyah yang merupakan putri dari seorang alim yaitu Qadhi H. Mahmud bin Asiah binti Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari. Setelah kawin di Martapura, barulah beliau mendapatkan tugas dari ayahnya untuk menyebarkan ajaran agama Islam di daerah Balimau. Dengan ilmu yang beliau miliki, dapatlah beliau melakukan misi dakwahnya sehari-hari dengan penuh semangat dan tidak mengenal lelah serta tanpa pamrih hingga akhir hayatnya meyakinkan masyarakat untuk hidup beragama dan memantapkan pelaksanaan ajaran agama Islam. Beliau selalu disambut dengan sambutan positif dan selalu diikuti oleh para muridnya khususnya masyarakat daerah Balimau.
Dari perkawinannya dengan Aisyah binti Qadhi H. Mahmud, Datu Ahmad Balimau dikaruniai enam orang anak, yaitu:
1. Qadhi H. Muhammad (Balimau).
2. Khadijah (bergelar Diang Rambai).
3. H. Khalil.
4. Ruqaiyah.
5. Abu Bakar.
6. Nur'ain.
Kemudian Datu Ahmad Balimau kawin lagi di Amuntai dengan seorang wanita bernama Hamidah dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu:
1. Khadijah.
2. Muhammad Ali.
3. Nurjannah.
Lalu Datu Ahmad Balimau kawin lagi di Balimau dengan seorang wanita bernama Ailing dan dikaruniai lima orang anak, yaitu:
1. Sa'diyah.
2. Husin.
3. Hasan.
4. Abdullah Faqih.
5. Mahabbah.
Datu Ahmad Balimau wafat dan dimakamkan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Hingga sekarang makam beliau masih ramai dikunjungi para peziarah yang datang dari berbagai daerah.
Konon menurut cerita masyarakat, Datu Ahmad Balimau bukanlah dimakamkan di tempat yang sekarang. Pada mulanya beliau dimakamkan di suatu tempat, ternyata di sekitaran tempat tersebut dipakai oleh orang-orang untuk bermaksiat. Oleh sebab itulah makam Datu Ahmad Balimau berpindah dengan sendirinya ke tempat yang sekarang di waktu malam hari, pada makam beliau terlihat satu cahaya terang benderang berpindah ke lokasi makam beliau yang sekarang ini.

@ @copyrightcatatanedwanansari

CatatanEdwanAnsari 2026

di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I