NASKAH KUNO YANG MENCATAT MAJELIS MAULID DI TANAH BANJAR PADA TAHUN 1246 HIJRIAH
Sejak beberapa abad yang lalu, di Banua ini, maulid telah menjadi majelis yang dimuliakan yang dihadiri oleh banyak orang. Apa yang kita kerjakan hari ini pada setiap bulan Rabi'ul Awwal adalah bagian dari kelanjutan tradisi yang telah lama berjalan.
Berikut adalah naskah yang mencatat sebuah majelis peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 Dzulqa'dah 1246 H bertepatan dengan 12 Mei 1831 M yang dihadiri oleh Pangeran Mufti H. Ahmad, putra Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari dan Ratu Aminah.
Majelis maulid tersebut dilaksanakan di sebuah balai milik Ratu Muhammad yang dibangun sendiri oleh Pengaren Mufti H. Ahmad bin Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari. Di dalam naskah, balai tersebut digambarkan memiliki ukiran dan warna yang sangat indah, bahkan dalam bahasa Arab dilukiskan sebagai bangunan yang tiada tandingannya pada masa itu.
Di balai itulah, maulid dan ratib dilaksanakan. Keduanya menjadi satu rangkaian yang susunannya masih dapat terbaca hingga sekarang. Dimulai dengan membaca maulid, kemudian dilanjutkan dengan ratib, pembacaan akhir Surah Al Jumu'ah, dan ditutup dengan doa arwah. Semuanya berlangsung dalam sebuah majelis yang dihadiri banyak orang.
Naskah ini tidak hanya menggambarkan rangkaian peringatan maulid di lingkungan Kesultanan Banjar, tetapi juga memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Banjar pada masa itu.
Isi naskah:
𝘗𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘒𝘩𝘢𝘮𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘬𝘶𝘳 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘋𝘻𝘶𝘭𝘲𝘢'𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘢𝘩 1246 𝘫𝘢𝘮 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘲𝘳𝘪𝘣𝘢𝘯, 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘔𝘢𝘳𝘩𝘶𝘮 𝘈𝘭 𝘏𝘢𝘫𝘫 𝘈𝘩𝘮𝘢𝘥 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘢𝘪 𝘙𝘢𝘵𝘶 𝘔𝘶𝘩𝘢𝘮𝘮𝘢𝘥, 𝘶𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘳𝘩𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴-𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘴𝘢𝘱𝘶𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘣𝘪𝘩𝘢𝘪𝘵𝘴𝘶 𝘭𝘢 𝘺𝘶𝘫𝘢𝘥𝘶 𝘯𝘢𝘻𝘩𝘪𝘳𝘶𝘩𝘶 𝘧𝘪 𝘥𝘻𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘭 𝘢𝘺𝘺𝘢𝘮, 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘢𝘫𝘦𝘭𝘪𝘴 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬.
𝘚𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘢𝘵𝘶 𝘔𝘶𝘩𝘢𝘮𝘮𝘢𝘥 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘶𝘭𝘪𝘥 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘪𝘣 𝘥𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘫𝘪 𝘔𝘶𝘩𝘢𝘮𝘮𝘢𝘥 𝘈𝘧𝘪𝘧 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘮𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘪𝘣. 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘵𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘪𝘣, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘚𝘶𝘭𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘗𝘢𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘓𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘢𝘺𝘢𝘵 𝘳𝘢𝘵𝘪𝘣 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘚𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘭 𝘑𝘶𝘮𝘶'𝘢𝘩. 𝘒𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘔𝘢𝘳𝘩𝘶𝘮 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘢 𝘢𝘳𝘸𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘵𝘬𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘶𝘣𝘩𝘢𝘯𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘪𝘬𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘪𝘭 '𝘪𝘻𝘻𝘢𝘵𝘪 '𝘢𝘮𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘴𝘩𝘪𝘧𝘶𝘯 𝘸𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶𝘯 '𝘢𝘭𝘢𝘭 𝘮𝘶𝘳𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯.
Sumber: Beit At Turath Al Islami, Yayasan Heritage Research and Preservation Center of Kalimantan.
-----------------------------------------------------------------
@copyrightcatatanedwanansari
CatatanEdwanAnsari
2026
di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I
