• Makam Raden Harja Kusuma bin Pangeran Bagalung.
• Makam Nyai Nilam Sari.
• Makam Andin Muhammad Yasin bin Raden Harja Kusuma.
• Makam Andin Muhammad Husin bin Raden Harja Kusuma.
• Makam Andin Mukhlisin bin Raden Harja Kusuma.
• Makam Andin Mayang Sari binti Raden Harja Kusuma.
Letak: Kelurahan Alalak Tengah RT. 14, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.
Sepeninggal Pangeran Bagalung atau Raden Bali, tampuk kekuasaan keadipatian Alalak berpindah ke tangan anaknya yang bernama Raden Harja Kusuma. Raden Harja inilah yang kemudian menjadi salah satu leluhur orang Alalak.
Raden Harja pernah membantu pasukan Pangeran Tumenggung yang tidak lain adalah pamannya sendiri ketika terjadi perang saudara melawan pasukan Pangeran Samudera, beliau ikut dengan membawa 3000 pasukan dan diangkat menjadi Panglima Perang Kerajaan Daha. Kisah ini termuat di dalam buku Suluh Sejarah Kalimantan karya Kiyai Amir Hasan Bondan.
Menurut tetua Alalak, Raden Harja semasa hidupnya banyak berdiam di wilayah Muara Marampiau kemudian terakhir di Alalak. Tidak banyak yang dapat diketahui tentang keturunannya, namun yang pasti banyak orang Alalak yang mengaku sebagai dzuriyatnya. Kemungkinan Pangeran Cilik, Pangeran Suryanapati, dan Raden Jaya Diwangsa yang sangat familiar di telinga orang Alalak masih ada hubungan darah dengannya.
Kami menelusuri keberadaan makam Raden Harja di wilayah Kelurahan Alalak Tengah, terlihat jelas makamnya adalah makam muslim karena sisi atasnya menghadap ke arah utara.
Raden Harja sewaktu remaja tinggal di Nagara. Ketika ayahandanya wafat, beliau sempat pindah ke Amuntai. Kemudian menetap di Marampiau (dekat Pabaungan) dan beranak-pinak di sana. Setelah itu beliau menetap di Alalak hingga wafatnya.
Anak-anak Raden Harja yang diketahui:
1. Andin Muhammad Yasin (Mayasin).
2. Andin Muhammad Husin (Matusin).
3. Andin Abdul Ghani (Du Ghani).
4. Andin Mukhlisin.
5. Andin Mayang Sari.
Nama-nama anak Raden Harja di atas kami dapatkan dari keturunannya yaitu Andin Mardinah (61) dan Andin Samsa (58) yang berdomisili tidak jauh dari makam.
• Raden Harja Kusuma bin Pangeran Bagalung bin Maharaja Sukarama bin Maharaja Sekar Sungsang.
.jpg)



