Makam Tuan Guru H. Muhammad Thaha bin Tuan Guru H. Muhammad Ghazali.
Letak: Alkah Muslimin, Jalan Keramat Manjang, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.
Tuan Guru H. Muhammad Thaha merupakan putra tertua dari 15 orang bersaudara pasangan Tuan Guru H. Muhammad Ghazali dan Hj. Siti Zainab, dilahirkan di Kampung Jawa Barabai pada hari Ahad tanggal 29 Syawwal 1377 H bertepatan dengan 18 Mei 1958 M.
Tuan Guru H. Muhammad Thaha menuntut ilmu Al Qur'an kepada Tuan Guru H. Muhammad Rafi'i bin H. Muhammad Yusuf, kemudian dilanjutkan belajar di Madrasah Normal Islam Amuntai dan sempat mengajar di sana. Selain itu, beliau juga belajar kepada beberapa ulama di Amuntai, di antaranya ialah Tuan Guru H. Abdul Wahab Sya'rani.
Sekembalinya dari Amuntai, beliau meneruskan mangaji duduk di Barabai. Di antara guru-guru beliau, yaitu:
1. Tuan Guru H. Abdurrahman Shiddiq (Kampung Kopi).
2. Tuan Guru H. Abdul Wahab (Kampung Qadhi).
3. Tuan Guru H. Hasan Ahmad.
4. Habib Muhammad bin Ibrahim Al Habsyi.
5. Tuan Guru H. Ahmad Mughni.
Tuan Guru H. Muhammad Thaha bersama dua orang saudaranya yaitu Tuan Guru H. Abdullah dan Tuan Guru H. Muhammad As'ad merantau ke Kota Balikpapan dalam rangka berdakwah. Di sana, mereka bertiga diterima dengan baik oleh masyarakat. Mereka kemudian mendirikan yayasan pendidikan keagamaan yang diberi nama Nahdhatul 'Ulumid Diniyah. Saat mukim di Balikpapan, beliau sempat menimba ilmu kepada Tuan Guru H. Ahmad Syarwani Zuhri.
Suatu ketika, kedua orangtua mereka berkeinginan mendirikan sebuah lembaga atau yayasan yang dapat menampung sekaligus mendidik anak-anak dhu'afa, yatim, piatu, dan yatim piatu. Keinginan itu kemudian disampaikan kepada Tuan Guru H. Muhammad Thaha selaku putra tertua. Yang bersangkutan merespon dengan baik, beliau pulang ke kampung halaman untuk mewujudkan keinginan kedua orangtuanya itu.
Dengan dana seadanya, mulailah proses pembangunan asrama sebagai persiapan tempat penampungan sekaligus pendidikan untuk para santri. Ketika bangunan dirasa memungkinkan untuk difungsikan, maka mulailah kegiatan pendidikan dengan fasilitas seadanya.
Beberapa waktu kemudian, Tuan Guru H. Muhammad As'ad dipanggil pulang untuk membantu saudara-saudaranya mengurus para santri. Sedangkan Tuan Guru H. Abdullah, belum diizinkan pulang oleh kedua orangtuanya. Karena selain mengurus Yayasan Nahdhatul 'Ulumid Diniyah Balikpapan, beliau juga menjadi penghubung warga Balikpapan yang ingin berperan aktif dalam membantu pendanaan atas kelangsungan penyantunan dan pendidikan terhadap anak-anak dhu'afa, yatim, piatu, dan yatim piatu yang ada di Barabai.
Ketika seluruh bangunan sudah mulai rampung dan perlu penambahan tenaga pengajar, maka Tuan Guru H. Abdullah disuruh kembali ke kampung halaman oleh kedua orangtuanya.
Pada tanggal 24 Januari 1994 M, yayasan tersebut secara resmi berdiri dan diberi nama Yayasan Al Ittihad. Disahkan oleh notaris dengan akta nomor 56 sebagai payung hukum atas kegiatan penyantunan dan pendidikan sebagaimana tersebut di atas.
Tuan Guru H. Muhammad Thaha berpulang ke rahmatullah pada hari Ahad tanggal 9 Shafar 1439 H bertepatan dengan 29 Oktober 2017 M dalam usia 59 tahun.
Sumber:
• Tuan Guru H. Abdullah bin Tuan Guru H. Muhammad Ghazali.
• Tuan Guru H. Abdul Qadir bin Tuan Guru H. Muhammad Ghazali.
Al Fatihah...
