Minggu, Oktober 18, 2026

Persiapan Penggalian Data_Pra Visitasi Akreditasi

 

Format 3.2 Persiapan Penggalian Data

 

 

Nama Asesor    :  ______________________________  Provinsi:  ________________________

 

Langkah Kerja

 

1.     Asesor menelaah dokumen berikut untuk menentukan data mana yang akan digali lebih mendalam pada saat visitasi.

●      Deskripsi Kinerja Asesi

Dalam proses akreditasi nanti, penjabaran ini dilakukan oleh asesi di dalam Sispena sebelum pelaksanaan visitasi.

Tautan _______________________

●      Dokumentasi Wajib yang telah diunggah oleh asesi yaitu

1. Kurikulum di tingkat satuan pendidikan

2. Rencana kerja tahunan

3. Rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan

4. Kalender tahunan kegiatan pendidikan

5. Contoh perencanaan pembelajaran

 

  1. Secara individu, asesor menulis hasil telaahnya pada kolom C pada form 3.2  di bawah ini,  yaitu rekap data yang sudah teridentifikasi. Lembar ini dapat diunduh oleh asesor di Sispena.
  2. Secara kelompok, asesor mendiskusikan data apa saja yang perlu dikumpulkan pada saat visitasi. Ketua kelompok menuliskannya di kolom D.

 

Form 3.2 Lembar Persiapan Penggalian Data

A.    Butir

 

  1. Indikator

 

  1.  Rekap Data yang sudah Teridentifikasi

D.  Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi (Hasil kerja kelompok)

[Isi dengan Butir yang sedang ditelaah]

[Isi dengan indikator kinerja yang sedang ditelaah]

[rekap indikator apa saja yang berusaha dibuktikan oleh sekolah melalui dokumentasi wajib serta informasi yang disampaikan di dalam deskripsi kinerja]

[rekap data apa saja yang perlu diverifikasi dengan menggunakan hasil wawancara, observasi dan penelaahan dokumen]

Butir 1.

Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

 

1. menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid

 

 

2. memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus.

 

 

3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.

 

 

4. memberikan umpan balik yang  membangun kepercayaan diri murid bahwa kemampuan dirinya dapat terus berkembang ketika ia mau berusaha.

 

 

Butir 2.

 

Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

 

1. menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif.

 

 

2. tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku murid.

 

 

3. mendorong terbangunnya perilaku positif murid berbasis tanggung jawab dan konsekuensi.

 

 

4.   membangun suasana belajar yang berfokus pada aktivitas belajar.

 

 

Butir 3.

 

Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna.

 

1. merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum sekolah.

 

 

2. melakukan asesmen dengan  menggunakan cara yang beragam.

 

 

3. menggunakan hasil asesmen untuk  mendapatkan informasi tentang  kebutuhan belajar murid.

 

 

4. menggunakan hasil asesmen sebagai dasar untuk merancang pembelajaran.

 

 

5. merancang kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

 

 

6. melibatkan murid secara aktif dalam menentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen dengan menggunakan beragam pendekatan dan cara yang sesuai.

 

 

Butir 4.

 

Pendidik memfasilitasi  pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan,

komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik.

1. memfasilitasi murid untuk  menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak yang mulia melalui beragam pengalaman belajar.

 

 

2. memfasilitasi murid untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaa n budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam.

 

 

3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui engalaman belajar yang bermakna dan reflektif.

 

 

4. memfasilitasi murid untuk  mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah melalui strategi pembelajaran yang mendorong murid berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya.

 

 

5. memfasilitasi pembelajaran yang mendorong murid melakukan refleksi keterhubungan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan dan memberikan manfaat  di lingkungannya.

 

 

Butir 5.

 

Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi  kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan

1. memberi waktu dan kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara rutin.

 

 

2. melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada guru  dan tenaga kependidikan.

 

 

3. memastikan guru memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan refleksi.

 

 

4. mengembangkan program pengembangan profesional guru  yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

 

 

Butir 6.

 

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

1.  kemampuannya  memahami visi dan misi sekolah dengan jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku kepentingan.

 

 

2. membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala.

 

 

3. melakukan kolaborasi atau  kemitraan dengan orang tua/wali  dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan  pendidikan.

 

 

4. melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.

 

 

5. melaksanakan evaluasi/refleksi berbasis data dengan melibatkan  murid, pendidik, tenaga pendidikan, dan orang tua.

 

 

6.   menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar evaluasi/refleksi berbasis data.

 

 

Butir 7.

 

Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.

1. mengelola anggaran sekolah dan dilaksanakan sesuai dengan  perencanaan.

 

 

2. merencanakan anggaran sekolah yang disusun bersama dengan  komite sekolah atau pihak terkait.

 

 

3. rencana anggaran menunjukkan sumber pendanaan beserta alokasi pemanfaatannya.

 

 

4. mengelola anggaran yang dilaporkan secara berkala kepada pemangku kepentingan.

 

 

Butir 8.

 

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

1. menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis kebutuhan pembelajaran.

 

 

2. memanfaatkan sarana dan  rasarana yang dimiliki secara  optimal.

 

 

3. memenuhi sarana dan prasarana  untuk kebutuhan pembelajaran secara mandiri atau bermitra.

 

 

4. melaksanakan mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah.

 

 

Butir 9.

 

Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.

1. melakukan analisis karakteristik sekolah untuk penyusunan kurikulum sekolah.

 

 

2. mengembangkan kurikulum  sekolah  yang relevan dengan kebutuhan belajar murid dan  merujuk pada kurikulum nasional.

 

 

3. menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan kurikulum di tingkat sekolah relevan dengan kebutuhan belajar murid

 

 

Butir 10.

 

Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

1. membangun sikap menghargai keberagaman murid.

 

 

2. mengenali keberagaman profil guru, tenaga kependidikan, dan murid.

 

 

3. membangun sikap menghargai kesetaraan gender guru, tenaga kependidikan, dan murid.

 

 

Butir 11.

 

Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

1. memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar murid.

 

 

2. melaksanakan program bagi pendidik, orang tua/wali, dan murid untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang beragam.

 

 

3. melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk murid dengan kebutuhan yang beragam.

 

 

Butir 12.

 

Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

1. melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya.

 

 

2. memiliki guru dan tenaga kependidikan yang memahami tata laksana penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

 

 

3. melibatkan orangtua/wali dalam pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

 

 

Butir 13.

 

Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

1. memiliki/menggunakan bangunan dengan kondisi baik (tidak rusak sedang dan/atau rusak berat).

 

 

2. melaksanakan prosedur keselamatan murid melalui pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana.

 

 

3. melaksanakan prosedur dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan  (P3K).

 

 

4. mempunyai dan melaksanakan prosedur mitigasi bencana yang  relevan dengan kondisi yang ada.

 

 

 

Butir 14.

 

Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

1. melaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, pendidik, dan tenaga kependidikan.

 

 

2. menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat.

 

 

3. mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar sekolah yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.

 

 

4. melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang  kesehatan mental pada murid, guru, dan tenaga kependidikan.

 

 

5. memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan.

 

 

6. melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi.