HIKAYAT PANGERAN KUSUMA NEGARA: RAJA CANTUNG YANG DIASINGKAN KE BONDOWOSO, JAWA TIMUR
Pangeran Kusuma Negara atau Aji Darma merupakan Raja Kerajaan Cantung ke-5 yang sangat dihormati oleh rakyatnya dan disegani oleh kawan maupun lawan. Di dalam mengatur roda pemerintahan, Pangeran Kusuma Negara dibantu oleh Datu Tingkan sebagai penasihat kerajaan sekaligus panglima perangnya.
Pangeran Kusuma Negara sering berinteraksi dengan rakyatnya tanpa pandang bulu. Selain itu, beliau adalah seorang yang taat dalam menjalankan syariat Islam tanpa membedakan agama satu dengan lainnya. Oleh karena itulah, beliau sangat dicintai oleh rakyatnya.
Pangeran Kusuma Negara menikah dengan Aji Utin binti Pangeran Muda Muhammad Arifbillah atau Aji Samarang. Dari pernikahannya itu, beliau dikaruniai dua orang anak, yaitu:
1. Putri Aji Ambarwati.
2. Putri Aji Kurbawati.
Pada masa itu, wilayah Kerajaan Cantung di bawah Pemerintah Hindia Belanda. Pangeran Kusuma Negara tidak menyukai dan sangat menentang pemerintahan kolonial yang dianggap merugikan rakyat, khususnya rakyat Cantung.
Kerajaan Cantung mencapai kemakmurannya pada era kepemimpinan Pangeran Kusuma Negara sehingga membuat iri lawan-lawannya. Banyak cara telah dilakukan oleh lawan-lawannya untuk mengambil alih kekuasaan.
Kolonial Belanda yang terkenal dengan politik adu domba menyusun strategi untuk menjatuhkan kekuasaan Pangeran Kusuma Negara. Pada tahun 1890 M, beliau dianggap makar oleh Belanda karena ikut membantu Gusti Muhammad Arsyad dan Sultan Muhammad Seman dalam Perang Banjar. Akhirnya pada Selasa pagi tanggal 20 Agustus 1901 M, beliau dibawa ke Surabaya melalui jalur laut. Kemudian diteruskan ke Pelabuhan Panarukan di Situbondo, dan selanjutnya diasingkan ke Bondowoso dengan pengawalan ketat.
Pangeran Kusuma Negara berpulang ke rahmatullah di tempat pengasingannya pada hari Selasa tanggal 17 Muharram 1348 H bertepatan dengan 25 Juni 1929 M. Jenazah beliau kemudian dimakamkan bersebelahan dengan makam ibundanya di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Keluarga Kerajaan Cantung yang ikut diasingkan pada waktu itu:
1. Pangeran Kusuma Negara.
2. Ratu Jumantan binti Sultan Ali Akbar.
3. Permaisuri Aji Utin binti Pangeran Muda Muhammad Arifbillah.
4. Putri Aji Ambarwati binti Pangeran Kusuma Negara.
5. Putri Aji Kurbawati binti Pangeran Kusuma Negara.
6. Datu Tingkan/Kapitan.
Silsilah nasab Pangeran Kusuma Negara dari jalur ayah:
1. Pangeran Kusuma Negara bin
2. Aji Madura/Aji Daha bin
3. Aji Jawa bin
4. Aji Raden/Dipati Anom Alamsyah bin
5. Aji Negara/Sultan Sepuh Alamsyah I (Sultan Paser II) bin
6. Aji Geger/Sultan Aji Muhammad Alamsyah (Sultan Paser I) bin
7. Raja Aji Anom Singa Maulana (Raja Sadurangas IV) bin
8. Raja Aji Mas Anom Indra/Raden Katatang (Raja Sadurangas III) bin
9. Raja Aji Mas Pati Indra/Raden Aria Mandalika (Raja Sadurangas II) bin
10. Pangeran Abu Manshur Indra Jaya + Ratu Putri Petung (Raja Sadurangas I).
Silsilah nasab Pangeran Kusuma Negara dari jalur ibu:
1. Pangeran Kusuma Negara bin
2. Ratu Jumantan binti
3. Sultan Ali Akbar (Raja Sampanahan I) bin
4. Pangeran Prabu/Sultan Sepuh (Raja Bangkalaan, Cengal, dan Manunggul I) bin
5. Pangeran Dipati/Daeng Malewa.
Catatan:
• Raja Aji Mas Pati Indra/Raden Aria Mandalika kawin dengan Putri Limbuk binti Pangeran Dipati Antasari bin Sultan Musta'in Billah bin Sultan Hidayatullah bin Sultan Rahmatullah bin Sultan Suriansyah.
• Pangeran Abu Manshur Indra Jaya adalah bangsawan Arab dari Giri Kedaton, suami dari Sri Sukma Dewi/Ratu Putri Petung binti Aji Tunggul/Aria Manau/Kakah Ukop.
• Aji Tunggul/Aria Manau/Kakah Ukop adalah bawahan Sultan Musta'in Billah, Sultan Banjar IV.
• Komplek Makam Pangeran Kusuma Negara telah dijadikan Situs Cagar Budaya ke-1312 oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso, sedangkan rumah tahanan politik yang diberikan Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Situs Cagar Budaya ke-1313.
Sumber: Saijul Kurnain, S.H., Sekretaris LAK3C (Lembaga Adat Kerukunan & Kerakatan Kerajaan Cantung).