RIWAYAT HIDUP AMIR HUSIN BIN BUAJIM (KUBUR BAGIRAP)
Amir Husin bin Buajim merupakan orang asli Barabai, beliau kemudian menikah dengan orang Lampihong dan menetap di sana. Beliau bekerja sebagai seorang penyadap pohon karet karena beliau tinggal di Hutan Pagatan di Desa Batu Merah. Dari pernikahannya dengan orang Lampihong, beliau dikaruniai satu orang anak bernama Muhammad Idris yang kini juga sudah meninggal dunia.
Di dalam kesehariannya, Amir Husin sangatlah sederhana dan bersifat qana'ah (selalu merasa cukup) serta selalu datang ke masjid lebih awal untuk melaksanakan shalat. Meskipun rumah beliau berada jauh dari masjid, beliau tetap istiqamah melakukannya. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai seorang yang penyayang kepada makhluk ciptaan Allah SWT seperti binatang dan hewan. Bahkan beliau pernah membuatkan titian untuk semut yang ingin menyeberangi air.
Amir Husin bin Buajim meninggal dunia pada tahun 1986 M. Pada malam hari setelah dimakamkan, beberapa masyarakat melihat cahaya keluar dari makam beliau (bagirap). Kejadian itu membuat masyarakat Lampihong heboh dan berita tersebut menyebar dengan cepat. Setelah mengetahui kejadian itu, masyarakat meyakini bahwa Amir Husin bukanlah orang biasa, melainkan salah satu Wali Allah SWT.
Dan juga dari cerita beberapa masyarakat, Amir Husin pernah berjualan es krim di Lampihong dengan menggunakan sepeda Pancal. Ketika melihat anak-anak yang menangis karena ingin membeli es krim, maka beliau akan mendatanginya dan memberikan es krim secara gratis tanpa meminta uang sedikit pun. Inilah salah satu bukti bahwa beliau juga bersifat pemurah.
Makam beliau terletak di Desa Lampihong Kanan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Al Fatihah...