Kamis, Oktober 22, 2026

MENGENAL DAERAH NAGARA SEBAGAI PUSAT PENGOLAHAN LOGAM DI KALIMANTAN SELATAN

 MENGENAL DAERAH NAGARA SEBAGAI PUSAT PENGOLAHAN LOGAM DI KALIMANTAN SELATAN

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan tentu tidak asing lagi dengan daerah yang bernama Nagara, sebuah wilayah yang saat ini terbagi menjadi tiga kecamatan yaitu Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat yang masuk dalam administratif Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daerah Nagara merupakan wilayah rawa-rawa dan perairan yang mayoritas dihuni oleh Suku Banjar Batang Banyu. Sebelum identitas Banjar lahir, wilayah ini merupakan ibukota Kerajaan Daha. Pada tahun 1898 M, Nagara resmi menjadi bagian dari Kandangan yang kelak menjadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Selain produksi ikan air tawar yang melimpah, daerah Nagara terkenal sebagai pusat pengolahan berbagai macam bahan logam untuk berbagai keperluan seperti senjata dan lain sebagainya. Senjata produksi pandai besi dari Nagara sangat terkenal dari segi kualitasnya. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan orang-orang Nagara mempunyai keahlian dalam pengolahan bahan logam. Hingga saat ini, pandai besi terkenal yang tersebar di Kalimantan Selatan mayoritas masih keturunan pandai besi dari Nagara.
Dalam buku Metallurgie und Fruhe Besiedlungsgeschichte Indonesiens dari Wolfgang Marschall Tubingen menceritakan tentang laporan seorang Eropa bernama Gerbowsky (1899 M) mengenai daerah Nagara yang merupakan sebuah kota rumah panggung dengan 10.000 penduduk serta macam-macam hasil industrinya terutama senjata. Gerbowsky mendatangi seorang pandai besi Nagara lalu memesan sebuah belati. Gerbowsky melihat semua tahapan pembuatan belati itu ditempa dengan teknik tempa lipat yang menggabungkan dua bahan besi sekaligus.
Kemudian laporan Hendriks sekitar tahun 1840 an tentang 70 pengrajin senjata api di Nagara yang masing-masing mempunyai tugas dalam membuat senjata api model lokal ataupun Eropa. Apabila sultan minta dibuatkan senjata, maka mereka membuatkannya tanpa dibayar dengan jaminan mereka bebas pajak dari sultan.