Kamis, Oktober 22, 2026

MONUMEN PERANG BANJAR

 MONUMEN PERANG BANJAR


Monumen ini adalah tugu yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk memperingati kematian tentara mereka dalam Perang Banjar tahun 1859 sampai 1863 M. Menurut versi Pemerintah Hindia Belanda, Perang Banjar atau Bandjermasinsche Krijg hanya berlangsung selama empat tahun yaitu dari tahun 1859 hingga 1863 M.
Pendirian monumen ini tidak terlepas dari usulan pemimpin ekspedisi Perang Banjar yaitu Letnan T. M. Verspijck. Usulan tersebut didasarkan pada catatannya tanggal 5 Februari 1860 M di Amuntai dan 2 Maret 1860 M di Banjarmasin.
Pada masa awal pembangunan monumen ini, sempat terjadi silang pendapat Komisi Pembangunan Monumen. Apakah tugu peringatan yang sudah tiba dari Belanda ini diletakkan di Banjarmasin atau di Martapura.
Alasannya, Martapura adalah tempat terhormat di mata para bangsawan dan masyarakat Banjar. Selain itu, di wilayah ini terletak Keraton sebagai tanda otoritas Sultan Banjar. Kalau monumen ini dibangun di Martapura, maka ia akan menjadi tanda bahwa Kesultanan Banjar telah hancur dan Pemerintah Hindia Belanda memiliki kewenangan di sana.
Pada wilayah Martapura juga, operasi pertama Perang Banjar dimulai. Verspijck menuliskan: Dari situlah pasukan Belanda pertama kali menuju kemenangan. Tidak diragukan lagi, tidak ada titik sentral di seluruh wilayah Kalimantan bagian selatan dan timur selain Martapura sebagai titik sejarah.
Setelah perdebatan alot dari Komisi Pembangunan Monumen, akhirnya Banjarmasin dipilih sebagai tempat pendirian monumen ini. Alasannya, Banjarmasin akan terus dikunjungi banyak orang dan monumen untuk orang yang dicintai akan bisa disaksikan setiap hari.
Monumen ini awalnya berada di depan kediaman Residen Belanda di Banjarmasin, tepatnya di alun-alun yang sekarang menjadi Jalan Jenderal Sudirman. Monumen ini diresmikan pada tanggal 19 Februari 1867 M.
Monumen Perang Banjar memiliki ciri khas yang mirip dengan Monumen Waterlooplein di Batavia dan Michielsplein di Padang, keduanya juga dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda. Monumen di Banjarmasin ini terbuat dari besi tuang dan memiliki gaya gothic, lantainya dilapisi marmer, dan dindingnya dihiasi dengan relief bergaya Eropa.
Meskipun monumen peringatan ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda, namun ia tetap memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi saksi bisu Perang Banjar yang sengit. Perang ini menjadi bukti perlawanan rakyat Banjar terhadap penjajahan Belanda.
Walaupun monumen yang asli kini sudah tidak ada lagi di tempat asalnya, jejaknya masih bisa ditelusuri melalui foto-foto tua dan catatan sejarah. Monumen ini menjadi pengingat akan peristiwa penting dalam sejarah Kalimantan Selatan dan perlawanan rakyatnya terhadap penjajahan.
Sumber: Kesultanan Banjar.