KH. Muhammad Jahri (sering disapa Guru Jahri atau Mualim Jahri) merupakan salah satu ulama kharismatik dan ulama sepuh terkemuka asal Kalimantan Selatan. Beliau dikenal sebagai sosok pendidik yang sangat tawadhu, ulama ahli tasawuf, serta pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan pendiri Pondok Pesantren Raudhatul Muta'allimin.
KH. Muhammad Jahri (sering disapa Guru Jahri atau Mualim Jahri) merupakan salah satu ulama kharismatik dan ulama sepuh terkemuka asal Kalimantan Selatan. Beliau dikenal sebagai sosok pendidik yang sangat tawadhu, ulama ahli tasawuf, serta pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan pendiri Pondok Pesantren Raudhatul Muta'allimin.Riwayat Hidup dan Pendidikan
KH. Muhammad Jahri lahir di Desa Teluk Haur, Kecamatan Haur Gading, Amuntai pada hari Senin, 28 Mei 1934 M (14 Shafar 1353 H) dari pasangan H. Ismail bin Hasan bin Sa'ad. Beliau menimba ilmu agama sejak muda di Takhassus Diny (yang kini berkembang menjadi Ponpes Rakha Amuntai).
Sepanjang menuntut ilmu, beliau berguru kepada banyak ulama ternama Kalimantan, di antaranya:
Habib Abubakar bin Salim al-Habsyi
KH. Abdul Wahab Sya'rani (Palimbangan)
KH. Muhammad Chalid (Tangga Ulin)
KH. Saberan Katjil (Alabio)
KH. Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul - Martapura)
Perjuangan Dakwah dan Keilmuan
Sejak tahun 1960-an, KH. Muhammad Jahri mulai aktif mengajar dan membuka majelis-majelis pengajian. Dalam kiprahnya:
Pengajar Madrasah Darussalam Martapura: Beliau menjadi salah satu penggalang keilmuan para santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura bersama para masyaikh lainnya.
Pengasuh Majelis & Pesantren: Beliau mengasuh majelis taklim dan mengajarkan kitab-kitab tasawuf seperti Sirajut Thalibin.
Mendirikan Pesantren Raudhatul Muta'allimin: Pada tahun 1991, beliau mendirikan pesantren di tanah kelahirannya yang awalnya memanfaatkan bangunan hibah bekas gudang padi dari masyarakat sebelum berkembang pesat menjadi kompleks pesantren putra dan putri.
Wafat
Tuan Guru KH. Muhammad Jahri berpulang ke Rahmatullah pada hari Sabtu, 2 Maret 2013 M (20 Rabi'ul Akhir 1434 H) dan dimakamkan di Desa Haur Gading, Amuntai. Perjuangan dan keteladanan beliau terus dikenang oleh para murid, santri, dan masyarakat Banjar hingga saat ini
@copyrightedwanansari
CatatanBangEdwan
2026
di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I
