Tuan Guru KH. Badrudin atau yg lebih dikenal Guru Ibad
Tuan Guru KH. Badrudin atau yg lebih dikenal Guru Ibad adalah ulama yang sangat karismatik di tengah masyarakat. Selain beliau seorang Kiayi Guru Ibad juga salah satu bagian dari elemen level nasional.
Pengaruh beliau sangat besar pada perkembangan2 di Pondok Pesantren Darussalam, beliau Pimpinan Ponpes Darussalam yang ke-7 menggantikan KH. Salim Ma'ruf.
KH Badruddin (Guru Ibad) adalah salah satu guru dari yang mulia Abah Guru Sekumpul.
Guru KH Badruddin (Guru Ibad) belajar Maulid Habsyi dari Habib Ahmad dan menjadikannya sebagai orang pertama mengajarkan serta mengembangkan Maulid Habsyi di Kalimantan Selatan.
Semasa hidupnya, Guru Ibad dikenal memiliki sejumlah kelebihan atau keistimewaan, berupa kekuatan supranatural, yang lazim disebut Karomah.
Di antara keistimewaan Guru Ibad adalah :
• Beliau mampu melunakkan besi sehingga tidak dapat menembus kulitnya.
• beliau juga bisa membuat cemeti (semacam alat pecut yang terbuat dari rotan) yang kalau dipukulkan ke pohon yang hidup, maka pohon tersebut akan mati, begitu juga jika dipukulkan kepada orang yang masih hidup.
• Beliau juga membuat wafak-wafak yang biasa digunakan untuk keperluan penangkal sesuatu yang membahayakan diri.
• Beliau juga dapat menghilangkan atau mengeluarkan tulang yang tertelan dari kerongkongan seseorang dengan perantara air dari Guru Ibad.
Berkat keistimewaan yang dimilikinya itu Guru Ibad, ia tidak pernah gentar menghadapi musuh.
Beliau juga seorang ulama yang mengerti betul ilmu pemerintahan dan sangat disegani oleh para aparatur negara yang ada di Kalsel.
Selama hidup Beliau pernah ditunjuk untuk menjabat sebagai :
• Penghulu Kampung Jawa dan Sungai Paring, Martapura (1955).
• Sebagai karyawan di Departemen Agama, Martapura, Kabupaten Banjar pada (1960).
• Menjadi anggota DPRD Tingkat II, Martapura, Kabupaten Banjar (1961).
• Tahun 1978 dipercaya sebagai anggota MPR RI selama dua periode.
• Pada tahun 1978 dipercaya sebagai anggota DPA RI selama dua periode.
Di bidang organisasi, terutama organisasi keagamaan pernah menduduki jabatan2 penting seperti :
• Wakil Ketua Umum Badan Kerja Sama Ulama Mileter.
• Ketua MUI Kalimantan Selatan.
• Ketua LTPQ Kalimantan Selatan.
• Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP) Kalimantan Selatan.
• Anggota Badan Pertimbangan MUI Pusat.
• Rais Suriah PWNU Kalimantan Selatan
Guru Ibad Wafat Tanggal 23 Desember 1992, Usai Pengajian Kitab Mazahib Al-Bar’ah dikediamannya.
@copyrightedwanansari
CatatanBangEdwan
2026
di tulis ulang oleh Muhamad Edwan Ansari, S.Pd.I
