Kamis, Oktober 15, 2026

Syekh Muhammad Kasyful Anwar Al-Banjari -

 Guru Kasyful Anwar




nama lengkap Syekh Muhammad Kasyful Anwar Al-Banjari - ini datuk-nya semua ulama Martapura modern. Pian di Banjarmasin pasti sering dengar kubah sidin di Kampung Melayu.
Identitas:
Lahir: Malam Selasa 4 Rajab 1304 H / 28 Maret 1887 di Kampung Melayu Ilir Martapura
Wafat: Malam Senin 18 Syawal 1359 H / 17 November 1940 umur 55 tahun - makam di Kampung Melayu Martapura
Nasab: Cucu langsung Datu Kalampayan - Ayah H. Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin. Ibu Hj. Siti Maryam binti H. Abdurrahim bin Abu Su'ud (juga keturunan Datu Kalampayan). Keluarga pedagang intan yang kaya, punya sawah luas dan kebun karet.
Sosok peletak dasar Darussalam:
Umur 9 tahun (1313 H / 1895 M) dibawa sekalian keluarga pindah ke Mekkah untuk haji dan menuntut ilmu. Tinggal di Mekkah 17 tahun (1313-1330 H).
Di Mekkah umur 11 tahun ayahnya wafat di Mekkah dimakamkan di Ma'la, umur 13 tahun ibunya wafat juga di Ma'la. Diasuh kakek nenek.
Belajar bahasa Arab sama H. Amin (orang Banjar mukim di Mekkah), lalu ngaji di Masjidil Haram ke ulama besar:Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas, Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi (Muhaddis Haramain), Syekh Muhammad Yahya Yamani, Syekh Muhammad Ali bin Husin Al-Maliki, Syekh Muhammad Ahyad Al-Bogori, KH. Muhammad Falak Bogor dll. Karena pintar, dipercaya jadi guru di Masjidil Haram selama 3 tahun.
Pulang Rabiul Awal 1330 H, buka pengajian di rumah. Tahun 1922-1940 diangkat jadi pimpinan ke-3 Pondok Pesantren Darussalam Martapura (menggantikan KH. Hasan Ahmad). Sidin yang mengubah sistem:
Dari halaqah / majelis biasa → jadi sistem klasikal berjenjang: Tahdhiriyah 3 tahun, Ibtidaiyah 3 tahun, Tsanawiyah 3 tahun + masukkan pelajaran umum. Bikin gedung 2 tingkat dan asrama santri. Sampai rela pakai uang pribadi buat bayar gaji guru.
Felar Hadhratus Syaikh-nya Martapura:
Abah Guru Sekumpul sendiri pernah bilang tentang sidin sebagai Mujaddid (Pembaharu). Dari tangan sidin lahir ulama-ulama besar:
KH. Anang Sya'rani Arif (Ahli Tafsir & Hadits)
KH. Syarwani Abdan (Guru Bangil) - ini keponakan sidin sendiri
KH. Husin Qadri
KH. Semman Mulia (paman Abah Guru Sekumpul)
KH. Salim Ma'ruf
KH. Abdul Qadir Hasan
KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul)- jadi Guru Kasyful ini guru dari guru-guru Abah Guru Sekumpul.
Sidin juga salah satu pendiri NU di Kalsel.
Karya: Kitab Al-Tabyin Al-Rawi Syarah Arba'in Nawawi - kajian hadits yang sampai sekarang dipelajari.