Datu Landak (bernama asli Syekh Muhammad Afif)
Datu Landak (bernama asli Syekh Muhammad Afif) adalah ulama besar dan wali Allah asal Martapura, Kalimantan Selatan, yang hidup pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Beliau juga merupakan ayah kandung dari Syekh Abdurrahman Siddiq (Datu Sapat/Datu Safat).
Datu Landak (bernama asli Syekh Muhammad Afif) adalah ulama besar dan wali Allah asal Martapura, Kalimantan Selatan, yang hidup pada a Silsilah dan Asal-Usul
Syekh Muhammad Afif lahir di Desa Dalam Pagar, Martapura. Beliau memiliki garis keturunan yang istimewa:
Dari jalur ibu: Cicit dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampayan) melalui jalur ibunya (Sari binti Khalifah Zainuddin bin Datu Kelampayan).
Dari jalur ayah: Memiliki garis keturunan bangsawan Jawa, yakni cicit dari Pangeran Diponegoro (Kyai Dipasunda/Pangeran Diponegoro).
Asal-Usul Gelar "Datu Landak"
Gelar Datu Landak melekat pada diri beliau karena sebuah peristiwa karamah saat beliau mencari kayu ulin untuk pembangunan masjid. Dikisahkan bahwa saat berada di dalam hutan kawasan Barito, beliau mampu menundukkan dan mencabut pohon-pohon ulin berukuran raksasa dengan sangat mudah, layaknya mencabut rumput. Ketika membawa dan mengangkut kayu-kayu besar tersebut, duri-duri tajam dan kayu yang mencuat di sekeliling tubuhnya tampak seperti bulu-bulu tajam pada hewan landak, sehingga masyarakat menyapa dan mengenalnya dengan julukan Datu Landak.
Peran dalam Pembangunan Masjid Agung Al-Karomah Martapura
Jasa terbesar Datu Landak yang dicatat dalam sejarah Kalimantan Selatan adalah perannya sebagai penyedia dan pendiri tiang utama (tiang guru) Masjid Agung Al-Karomah Martapura.
Beliau yang mencari dan menebang 4 batang kayu ulin raksasa di kawasan hutan Barito.
Kayu-kayu ulin tersebut kemudian dihanyutkan melalui aliran sungai hingga sampai ke Martapura.
Keempat tiang ulin keramat tersebut dipasang pada tahun 1897 M (1315 H) dan hingga kini masih dipertahankan sebagai fondasi utama di dalam bangunan modern Masjid Agung Al-Karomah Martapura.
Wafat
Syekh Muhammad Afif (Datu Landak) wafat pada tahun 1916 M (sekitar usia 90 tahun). Makam beliau terletak di Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, tidak jauh dari kompleks makam buyutnya, Datu Kelampayan. Makam beliau hingga saat ini selalu ramai dikunjungi peziarah.